Minggu ini saya disibukkan dengan permasalahan lama yang tak pernah berujung: TUGAS AKHIR. Apalagi, saat ini adalah telur diujung tanduk.
Seperti orang pada umumnya, kalau sudah kepepet, semua ilmunya akan keluar. Demikian juga saya. Ditengah-tengah usaha untuk menyusun proposal Tugas Akhir, saya malah semakin kreatif. Banyak hal yang dulu malas saya kerjakan, hampir sebagian besar bisa saya kerjakan dan selesai. Tapi, tidak dengan proposal Tugas Akhir saya… gak selesai selesai
:D
Perkembangan terakhir, saya menemukan kesulitan saat menyusun dan memformat proposal TA. Ternyata semua template maupun proposal teman-teman saya, tidak menggunakan style (untuk kepentingan standarisasi dokumen). Akhirnya, dalam waktu yang mempet, saya menyempatkan diri untuk membuat template proposal TA yang memanfaatkan styles and formatting MS Word.
download: template-proposal-ta.doc
baca selengkapnya…
Baru saja posting tulisan sebelum ini, eh, ternyata… ada DIKW Model. Seperti yang tertulis di wikipedia, DIKW adalah hirarki informasi dan setiap layer melengkapi (atau menambahkan attribut dari) layer sebelumnya.
Wah-wah… wikipedia… mungkin dikau akan menjadi pengganti paman Google ku
:D
Soale google itu emang banyak memberikan informasi, tapi kita masih kebingungan memilah-milah… dan masih harus memfilter sendiri informasi yang benar-benar kita perlukan 
Ketika saya mencoba mendefinisikan kembali arti ketiga kata tesebut:
Data adalah … ? ***bingung***
Informasi (information) adalah data yang telah diproses teori kuliah
Pengetahuan adalah ? ***bingung***
Dan ternyata, menurut wikipedia, penggunaan ketiga kata tersebut banyak yang ambigu. Jadi, memang lebih nyaman bila menjelaskan arti/definisi masing-masing kata tersebut melalui kalimat atau cerita.
Padahal, setelah data, informasi (information), dan pengetahuan (knowledge) masih ada satu lagi yaitu kebijakan (wisdom). Wah… makanan apalagi ini…
baca selengkapnya…

Kelas 3 SD aku sempat tinggal bersama kakekku, dan sekolah di SD yang ada di sana. Tapi ternyata hanya bertahan selama 2 catur wulan. Gara-gara sering tukaran alias berkelahi, lantas aku dipindahkan sekolah ke desaku sendiri.
Nah, pas di rumah kakekku itu, aku suka bongkar-bongkar lemari kakekku. Salah satu hasilnya, aku menemukan silsilah keluarga besar Eyang Nitikromo.
Eyang Nitikromo ini, katanya, termasuk empu yang ada di daerah asalnya, desa Sewulan, Dagangan, Madiun. Dan katanya lagi, eyang ini mempunyai hubungan kerabat dengan Eyang Basariyah, tapi aku gak tahu sampai anak turun yang keberapa.
Silsilah keluarga itu menjadi awal ketertarikanku untuk mengetahui dan belajar tentang hubungan keluarga. Sampai ujung-ujungnya, aku buat portal KeluargaKu.Net.
Meski masih sederhana, rencananya portal ini akan saya kembangkan dan diintegrasikan dengan berbagai macam teknologi. Gak tau, apa orang lain juga tertarik dengan portal seperti ini? Yah… tergantung masing-masing orang, bagaimana menilai penting/tidaknya sebuah hubungan keluarga.
Pas cari-cari font hanacaraka, ada bahasan menarik tentang font ini di situsnya Jay. Dan ada komentar lucu dari paydjo yang saya kutip dibawah ini:
padahal pemenggalan kata yg tidak pas bisa menyalahkan arti.
misal:
pakcarikantemanteman
bisa: pak carikan teman teman
bisa: pak carik antem anteman
lha kalo:
ibukuwingisingonosumur
bisa: ibuku wingi sing ono sumur
bisa: ibu kuwi ngising ono sumur
lha rak yo nesu2 ibuke =))
font hanacaraka sendiri bisa diperoleh di http://hanacaraka.fateback.com/.