Tak Sendiri Lagi

Rabu Kliwon, 29 Maret 2006 @ 9:19 pm Label:

sekarang bisa berbagiyayang.jpg
yang berat menjadi ringan
yang lambat bisa lebih cepat

begitulah notebookku. Kalau dulu dia bekerja keras sendirian melayaniku, dia kini sudah punya teman, Desktop. Sekarang notebookku semakin eksklusif, hanya mengerjakan pekerjaan ‘kantor’ saja. Selama desktop bisa dan mempunyai fasilitas untuk develop, notebook cukup untuk ngetik-ngetik dan keperluan mobile.
Hanya satu yang kurang, “BATERAIIIII”…. jadi sederajat lagi deh dengan desktop :( :( :( moga-moga aja dengan bantuan desktop, bisa mengerjakan project berikutnya yang menggunakan Delphi dan Oracle (software-software kelas berat), dan bisa meng-upgrade notebookku.

Kaligrafi

Kamis Pahing, 1 Desember 2005 @ 9:23 am Label:

Bangun tidur, iseng-iseng bikin kaligrafi. Dengan memanfaatkan resource yang ada, seperti gambar sunset defaultnya Windows XP, dan font Diwani Letter yang sudah ada, tinggal nulis arabnya aja. Otak-atik sampe satu jam, akhirnya jadi yang kaya’ ginian.

Alam Nasyrah

gambar diatas adalah thumbnail dari gambar aslinya yang berukuran A3. Rencananya nanti mau dicetak buat ngetes pixel, kalau bagus, ntar bikin ukuran yang lebih gede lagi D . Masalah komposisi warna… gak tau lah, belakangan aja. Kebetulan aja red and blue are my favourite colors.

Merah dan Biru

Kamis Pahing, 27 Oktober 2005 @ 9:43 am Label:

Merah dan Biru Merah dan Biru, warna favoritku. Terserah mau mengartikan apa warna-warna tersebut, saya menyukai warna ini dari visualnya saja. Gak sok pundit dulu D

Sayang kameranya gak bagus, gambar ini diambil malam hari dikamar remang-remang. Ada helm kesukaanku yang berwarna biru di dekat kasur. Trus, persis disebelahnya ada sebungkus rokok (warna hijau) dan korek yang warnanya merah. Wuih, menarik nih klo di capture.

Kehujanan

Sabtu Pahing, 22 Oktober 2005 @ 5:39 am Label:

Kehujanan Emang enak, kehujanan?! ini foto diambil desember tahun lalu, sekitar waktu penyelenggaraan KAPS 2004.
Biasalah, sudah bosen beli jas hujan. Karena satu jas hujan biasanya hanya kepake untuk satu musim hujan saja. Dan itupun hanya dipake beberapa kali. Nah, akibatnya, gak sedia payung sebelum hujan…

Aku ingat betul waktu itu sekitar jam dua. Kalau jam dua kan sudah harus masuk kantor (shift siang), tapi tenang aja… gak takut absen, soalnya pagi-pagi sudah masuk ‘kantor’, sekalian absen. Karena ada urusan penting, terpaksa harus keluar kantor, dan bisanya setelah makan siang D Nah, setelah urusan selesai, kok ya ndilalah hujan tanpa kompromi langsung turun deras.
Daripada baju seragam kerja basah kehujanan, mending berteduh ) . Sekitar setengah jam hujan gak mau berhenti. Pas si hujan agak sedikit kecape’an… alias hujan rintik-rintik, terpaksa deh memberanikan diri. Eh, baru jalan 500 meter, si hujan gak mau ditipu. Mak byur… bresss… kembali si hujan turun deras. Ngiyup lagi dah… (
Nah, foto ini diambil pas ngiyup yang kedua. Lihat aja, airnya menggenang. Waktu nunggu yang cukup lama bikin bosen juga. Nge-game pake HP dah cape’, trus ngapain? ya dicapture aja tuh hujan! biar dia malu kalau diberitakan, hahaha… ***konyol***

Koin Seratus yang Ini

Jumat Pahing, 7 Oktober 2005 @ 7:25 am Label:

Koin Hebat!!!
Usianya lebih tua dariku… mungkin, seratus keping koin seratus ini, waktu itu, bisa untuk membeli satu ekor sapi. Waktu aku SD, jadi uang saku selama satu hari. Waktu SMP, bisa buat beli nasi ‘kucing’ sebungkus. Waktu SMA, bisa buat beli krupuk sebiji. Sekarang?????
Dengan besar koin yang sama, bobot dan bahan yang tidak berubah… koin yang dulu cukup berharga, sekarang hanya jadi mainan… hmm, koin seratus yang cukup neriman, sabar, loman ;)

23 queries. 0,234 seconds. Didukung oleh WordPress