JkDefrag
Kita sudah sering kali mendengar kata defragment, tapi seberapa jauh kita mengerti gunanya? Anggap saja kita mau membaca sebuah buku di perpustakaan, halaman pertama dari buku tersebut ada di lantai 1, sedangkan halaman kedua ada di lantai 2. Sekalipun dari daftar isi disebutkan letak setiap halaman, akan sangat melelahkan untuk membaca sebuah buku. Dalam contoh ini buku tersebut ter-fragmentasi. Dalam komputer kita keadaannya juga seperti perpustakaan tersebut, bisa jadi sebuah file terpecah-pecah di dalam harddisk sehingga membutuhkan sumber daya(waktu, cpu, dll) lebih besar. Untuk mengatasinya dibutuhkan aplikasi defragmenter, dengan tujuan utama mengembalikan file-file tersebut menjadi satu kesatuan utuh.
Selain defragment, dalam aplikasi defrag pada umumnya ada istilah optimasi. Sekalipun setiap buku tidak terpecah-pecah, kita akan kesulitan membaca serangkaian buku bilamana buku-buku tersebut tidak diletakkan pada raknya masing-masing. Pengurutan berdasarkan alphabet meupakan salah satu bentuk optimasi. Bentuk optimasi lainnya: meletakkan buku yang sering dibaca dekat dengan pintu, seperti letak surat kabar di perpustakaan pada umumnya. Optimasi bisa jadi bermacam-macam bentuk, dengan tujuan yang sama: mempermudah pengunjung perpustakaan.
Kita tidak bisa mengetahui bagaimana algoritma sebuah aplikasi defrag yang closed source, seperti pada aplikasi defragment bawaan Jendela, produksi Mikocok(meminjam istilah dari mbro). Akan tetapi kita bisa mengetahui bagaimana aplikasi open source mencapai tujuan yang sama(atau lebih). Ilustrasi perpustakaan diatas adalah ilustrasi yang dimodifikasi dari halaman dokumentasi JkDefrag.
baca selengkapnya…



