Berutunglah bangsa Indonesia yang memiliki koleksi abjad hanya 26 karakter saja. Dan hubungannya dengan sekolah program, sama sekali tidak ada masalah dengan mengelola huruf A-Z.
Yang jadi masalah, kalau sudah ngga sekolah lagi, dan harus kerja dengan orang-orang yang menggunakan huruf-huruf yang ngga normal, ngurusi karakter saja sudah bikin pusing. Dan yang jadi masalah lagi, si orang nggak normal tadi ngga mau tau tentang unicode character atau charset dan sebagainya. Ostosmastis, kita punya program harus toleran terhadap character-set-nya bangsa-bangsa di seluruh dunia. Waduuuhhh…
Di tambah lagi, sudah lama ngga ‘pegang’ Java, selain J2ME. Mau insert into pake bahasa Jawa aja repotnya minta ampun 
baca selengkapnya…
Pidgin(dahulu bernama GAIM) merupakan sebuah aplikasi chat multi platform dan multi protocol yang cukup terkenal. Hari ini saya tidak ingin membahas Pidgin itu sendiri, akan tetapi menceritakan pengalaman saya setelah menemui salah satu kekurangan Pidgin.
Pada umumnya aplikasi mendukung font swich, dimana aplikasi tersebut bisa merubah font apabila font yang sedang aktif tidak mendukung sebuah karakter tertentu(selama ada font lain yang mendukung). Sayangnya… Pidgin tidak/belum mempunyai kemampuan ini, sehingga karakter yang tidak bisa ditampilkan akan ditampilkan sebagai kotak-kotak(atau mungkin tidak tampil sama sekali). Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan menggunakan font yang mampu memenuhi semua kebutuhan kita, misalnya kita hanya membutuhkan huruf latin ditambah arab, maka sejak awal kita harus mengkonfigurasi Pidgin (atau aplikasi lain yang tidak mendukung font switch) untuk menggunakan font yang mendukung latin dan arab. Permasalahannya: huruf apa saja di komputer kita yang memenuhi kriteria tersebut?

baca selengkapnya…