“yowis… garapen ae. Aku gak familier Linux :(” demikian satu kalimat yang saya tuliskan untuk teman chatting saya malu aku…
Sebenarnya, pekerjaan yang dimaksud dalam percakapan tersebut adalah pekerjaan sederhana. Melakukan kompresi direktori di salah satu server web hosting, trus ditransfer di hosting lainnya. Tools yang disediakan cuman SSH (padahal, jarang-jarang hosting di Indonesia support SSH
).
yaH… gimana lagi. Belajar tanpa batasnya mbelgedes… cuman sistem operasi Linux sederhana aja ngga bisa.
Hmm, belajar… belajar… belajar… (niru gayanya Hetty Koes Endang di mamamia super seleb).
mungkinkah Linux menggantikan Windows? …
Beberapa bulan yang lalu saya diminta seorang teman, untuk menulis sebuah artikel tentang masa depan IT di Indonesia. Tetapi, saya tidak jadi menulis artikel tersebut karena pikiran negatif saya banyak mempengaruhi.
Susah untuk berpikir positif tentang masa depan IT di Indonesia. Bagaimana tidak, melihat mental bangsa kita seperti sekarang ini, apakah bisa masa depan IT kita secerah impian?
IT bukanlah satu-satunya dan bukan yang utama. Teknologi Informasi hanyalah sarana. Tetapi, tidak bisa disangkal bahwa IT dapat mempunyai peranan besar dalam perkembangan bangsa. Masalahnya, tidak bisa semudah itu bangsa Indonesia menerima kemajuan teknologi informasi. Mengapa?
baca selengkapnya…