Tentang Game

Jumat Wage, 12 Mei 2006 @ 7:13 pm Label:

Rabu minggu depan, si Ririn jadi pembicara dalam acara talk-show di salah satu radio swasta di Surabaya oey… Topiknya tentang Game.
Wah, enak nih, ada kesempatan untuk belajar “bicara” di media. Tapi, pesen saya: jangan sampai muncul jargon “Hi Rin™” :D :D :D

Kalau ngomongin istilah Game secara global, berarti tentang permainan. Namun, istilah ‘game’ ini sudah menyempit menjadi permainan melalui komputer. Atau, bila sedikit diperluas, adalah permainan yang diakses melalui console PS atau XBox, mesin ding-dong, game-watch, tamagotchi-like, dan sejenisnya.

Permainan yang semula ditujukan untuk mencari kesenangan, sekarang bisa menjadi pekerjaan, seperti game yang populer saat ini: Ragnarok atau Xian. Namun, ada juga pekerjaan yang menjadi game, seperti, jual beli index saham. Haha… kan bisa dibilang sebagai: multiplayer game, real time and real money :D

Game di Indonesia
Di Indonesia, jenis multiplayer game atau game-online sudah cukup menjamur. Terlepas dari apa jenis game yang dimainkan, tujuan dari bermain game tersebut adalah untuk bersenang-senang, mencari dunia lain.
Ciri-ciri game yang dapat diterima oleh gamer Indonesia pada umumnya adalah: Game tanpa mikir berat, game dengan grafis yang bagus, game dengan skenario yang menarik, atau bila ada, game yang erotis ;)
Padahal, dari sebuah game bisa diambil pelajaran. Atau, kita bisa belajar melalui game.

Jadinya, game-game logika seperti sudoku yang coba dipopulerkan oleh salah satu penggemarnya melalui media blog, saya pesimis untuk bisa populer di Indonesia.

Saya dan Game
Saya sendiri, mengaku sebagai game mania, tapi kalau ditanya game-game yang populer, saya tidak banyak tahu. Hehe… karena saya sudah cukup ketagihan dengan game-game kategori logika yang dapat dijalankan dalam komputer spesifikasi rendah, dan never-ending-story.
Namun, terkadang juga saya suka bermain game jenis adventure, dengan syarat: harus menyelesaikan permainan sampai tamat. Wah… karena perlu alokasi waktu yang cukup banyak, permainan seperti ini hanya bisa saya mainkan saat libur panjang saja.
baca selengkapnya…

General Manager

Jumat Wage, 12 Mei 2006 @ 7:48 am Label:

Dalam satu bulan terakhir ini saya bertemu dengan beberapa GM atau pimpinan perusahaan. Bila dilihat dari nilai assetnya, perusahaan-perusahaan ini dapat disebut sebagai perusahaan atau industri menengah. Tapi bukan masalah besar kecilnya perusahaan yang ingin saya tuliskan disini, melainkan tentang “how to be a leader”.

“seorang pimpinan harus bisa menjadi penengah yang bijak”

Saat melakukan rapat proyek antara konsultan dan staff perusahaan yang bersangkutan dengan proyek, dan kebetulan dihadiri oleh GMnya, saya bisa melihat peran seorang pemimpin yang pantas untuk menjadi pemimpin di perusahaan tersebut.

GM pertama yang saya temui, kebetulan menguasai permasalahan yang sedang kami bicarakan. Karena ide dasar pengembangan proyek berasal dari beliau. Jadi, saat saya sedang membicarakan sebuah topik dan kemudian terjadi diskusi yang “tidak nyambung”, beliau langsung meng-cut dan menjelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman dalam topik yang dibicarakan tadi. Bahwa topik A yang saya maksud, ternyata tidak sama dengan topik A yang ditanggapi oleh staff.

Saya memang belum menguasai secara mendalam kondisi perusahaan tersebut, dan ibu yang berdiskusi dengan saya tadi, mengarahkan pembicaraan ke hal-hal lain yang tidak saya ketahui, tanpa menjelaskan sebelumnya.
Dengan cermat, pimpinan dapat menangkap terjadinya kesalahpahaman. Dan akhirnya, kecerewetan ibu tadi bisa dihentikan. Entah karena takut pada pimpinannya, atau memang menyadari kesalahannya.
Hmmm, nyaman sekali berdiskusi dengan orang (leader) seperti ini.

GM yang kedua, di proyek lain, sebenarnya tidak begitu menguasai permasalahan. Karena orang ini baru masuk ke perusahaan setelah proyek berjalan.
baca selengkapnya…

Belajar dari Mahjong Tiles

Minggu Pon, 16 April 2006 @ 1:31 pm Label:

Manusia adalah makhluk pembelajar. Setiap manusia memiliki metode belajarnya sendiri-sendiri. Tidak harus mengikuti “kurikulum”. Berbeda dengan Artificial Intelligence yang terpola dengan jelas (meskipun rumit), manusia mempunyai pola yang unik dan tak terhingga.

Mahjong
Berawal dari tidak tahu sama sekali tentang permainan Mahjong Tiles, saya harus mencoba sampai ratusan kali sampai benar-benar mempunyai strategi untuk memenangkan permainan ini (sampai 15 kali berturut-turut).

Saya menggunakan metode belajar “Trial and Error”. Tanpa mempelajari how-to maupun membaca petunjuk permainan, serta tanpa melakukan analisa mendalam diawal-awal permainan.
Dan setelah ratusan kali mencoba, dengan sendirinya saya menemukan trik untuk memenangkan permainan ini. Perlu percobaan sampai ratusan kali.
Seandainya saya mau membaca petunjuk permainan ini, serta mau sedikit berpikir keras (analisa) diawal permainan, mungkin saya tidak perlu mencoba-coba sampai ratusan kali.
Kembali kepada manusianya masing-masing. Mau coba-coba, atau menggunakan pikirannya.
baca selengkapnya…

Proposal Tugas Akhir

Jumat Kliwon, 24 Maret 2006 @ 6:21 am Label:

Minggu ini saya disibukkan dengan permasalahan lama yang tak pernah berujung: TUGAS AKHIR. Apalagi, saat ini adalah telur diujung tanduk.

Seperti orang pada umumnya, kalau sudah kepepet, semua ilmunya akan keluar. Demikian juga saya. Ditengah-tengah usaha untuk menyusun proposal Tugas Akhir, saya malah semakin kreatif. Banyak hal yang dulu malas saya kerjakan, hampir sebagian besar bisa saya kerjakan dan selesai. Tapi, tidak dengan proposal Tugas Akhir saya… gak selesai selesai :D :D :D

Perkembangan terakhir, saya menemukan kesulitan saat menyusun dan memformat proposal TA. Ternyata semua template maupun proposal teman-teman saya, tidak menggunakan style (untuk kepentingan standarisasi dokumen). Akhirnya, dalam waktu yang mempet, saya menyempatkan diri untuk membuat template proposal TA yang memanfaatkan styles and formatting MS Word.

download: template-proposal-ta.doc

baca selengkapnya…

Lupa Tujuan

Sabtu Legi, 10 Desember 2005 @ 7:23 pm Label:

Saat berangkat ke warnet untuk cari informasi atau download sesuatu yang memang telah saya rencanakan, sampai disini, saya mempunyai tujuan. Sebut saja Tujuan A.

Lalu dimulai dari paman Google (misalnya). Nah… saat browsing-browsing itu, atau saat buka email, biasanya kita nemukan informasi yang menarik (diluar tujuan kita). Yang namanya sesuatu yang menarik, kalau ‘iman’ kita gak kuat, pasti tertarik juga, alias, kita ikuti link-link yang ada disitu.

Tak terasa, sudah satu jam saya browsing. Dan apa yang menjadi tujuan awal saya tadi belum saya kerjakan sama sekali. Padahal, sudah waktunya pulang. Duit untuk bayar warnet sudah habis. Nah lo…

baca selengkapnya…

19 queries. 0,368 seconds. Didukung oleh WordPress

Loading