Programmer: jadilah Seniman Otak Kiri

Kamis Pahing, 20 Nopember 2008 @ 9:38 am Label:

brain_revenge_1.jpgOtak kiri untuk kemampuan logis, otak kanan untuk kemampuan kreatif, dan kebanyakan orang dominan di salah satu sisi. “Seniman Otak Kiri”, sebuah istilah yang pernah muncul dari obrolan saya dan teman-teman programmer.

Seniman, bahasa Inggrisnya artist, adalah orang yang membuat karya seni. Dan jika dipersempit, adalah orang yang profesinya membuat karya seni. Para seniman biasanya dikategorikan dengan kemampuan otak kanan.

Menjadi programmer, atau pembuat program, diperlukan kemampuan logika yang lebih. Maka, kecenderungan para programmer memiliki kemampuan otak kiri yang lebih dominan.

Kedua hal tersebut, seniman dan programmer, bisa menjadi hal yang bertolak belakang. Programmer tidak bisa mejadi seniman, dan seniman tidak bisa menjadi programmer.
Itu dulu…

Dominannya salah satu sisi otak, bisa jadi bawaan dari lahir atau faktor keturunan. Namun bukan berarti orang tidak bisa meningkatkan kemampuan sisi otak lainnya yang kurang dominan.

Populernya teori-teori dengan embel-embel ‘quantum’, membuat kita menyadari bahwa segalanya mungkin terjadi. Sekarang, yang menjadi kata kunci bukan lagi kemampuan, melainkan kemauan.

Dan sudah bukan lagi otak kiri atau otak kanan yang dipermasalahkan, melainkan bagaimana kita dapat (mau untuk) menyeimbangkan kedua sisi tersebut. Hasilnya, kemampuan seseorang dikelompokkan menjadi bermacam-macam (tidak kiri/kanan saja): multiple intelligence.

Mau atau tidak: belajar, belajar dan belajar… untuk meningkatkan kemampuan yang dirasa kurang.
baca selengkapnya…

Bahasa Visual dan Multimedia

Kamis Pon, 5 Juli 2007 @ 2:38 am Label:

“Susah diungkapkan dengan kata-kata…”, sering kita dengar. Kalau tidak bisa diungkapkan dengan gaya “verbal”, emosi dapat dilampiaskan dengan gaya gerak (berantem, memukul, lari, lonjak-lonjak), musik (bernyanyi, mencipta lagu), atau visual (menggambar).

Merah Putih

Membaca Visual

Menyerap informasi dan menambah pengetahuan, tidak harus melulu melalui buku-buku (khususnya buku-buku ‘gaya lama’).

Saat ini dapat dengan mudah kita temukan buku-buku -bukan hanya buku cerita- yang banyak menampilkan gambar hampir disetiap halaman. Dari sekedar tulisan panjang lebar yang sering membuat kita bosan, kehadiran gambar dalam sebuah buku memberikan kenyamanan yang lebih, dan bahkan, kemampuan untuk memahami isi buku.
lanjut…

Junior Programmer

Senin Kliwon, 2 Juli 2007 @ 11:42 am Label:

When Q meet key

When Q Meet Key

Keyboard adalah mainan paling menarik yang pernah dijumpai Kiyu. Kalau mainan/benda lainnya bisa diambil seenaknya, dimasukkan ke mulut, kemudian dilempar… tidak demikian dengan keyboard. Walhasil, jadi tertantang!

Bukannya karena bapaknya seorang tukang komputer, lalu si anak dipaksakan untuk main komputer, namun, demikianlah adanya.
Dipikir, tombol-tombol keyboard yang cukup banyak, bisa dibuat mainan. Setiap melirik ke keyboard, susah untuk dialihkan perhatiannya. Harus bisa megang, dan kalau bisa, diambil tombol-tombolnya :)

hmm… bisa-bisa nanti kalau belajar mengenal huruf tidak dimulai dari A-B-C-D-E… dst, tapi: Q-W-E-R-T-Y!

Belajar Menulis

Jumat Pahing, 20 April 2007 @ 1:00 pm Label:

Menulis adalah hal yang gampang-gampang susah. Gampang, karena setiap hari kita berbicara dengan bahasa yang dapat juga disalin ulang dalam tulisan. Susah… karena kita merasa tulisan kita kurang pas! ada susunan kata yang gak enak dibaca :( bingung merangkai kata.

Padahal, kalau kita sedang berbicara dengan teman-teman, sungguh sangat “mengalir”, tanpa perlu menyusun kalimat dan tata bahasa. Kok bisa…
Nah, jika kita merasa mentok saat ingin menulis sesuatu, anggap saja Anda sedang berbicara.
Bicara dengan diri sendiri. Bicara melalui jari jemari. Apalagi kalau sudah bisa mengetik sepuluh jari. Pasti deh, gak susah untuk membuat beberapa paragrap.
baca selengkapnya…

Veteran Tukang Komputer

Sabtu Legi, 14 April 2007 @ 10:49 pm Label:

Kemarin habis jalan-jalan di THR a.k.a Hi-Tech Mall, beli printer dan TV tunner. Wah, ternyata saya sudah jadi “veteran”. Sama sekali tidak tahu merek printer-printer (termasuk serinya) yang terbaru. Mana yang enak dipake: Epson, Canon, HP, atau Lexmark. Untuk merek yang terakhir, saya baru tahu kemarin. Penjualan untuk merek tersebut ternyata gencar juga.
Itu baru printer, belum yang lainnya. Seandainya saya mau beli satu set PC, waH! gak tahu lagi harus pilih-pilih motherboard, prosesor, memori dan komponen lainnya dengan tepat :(
baca selengkapnya…

Freelance Jobs

20 queries. 0,314 seconds. Didukung oleh WordPress

Loading