Plugin Wordpress: Padanan Kata

Selasa Pon, 27 Maret 2007 @ 10:37 pm Label:


Jika Anda sudah lama bergabung dalam dunia teknologi informasi, rasanya susah sekali mengalih-bahasakan isitilah komputer yang selama ini kita gunakan, ke dalam istilah baku bahasa Indonesia. Penerjemahan istilah ini perlu diperhatikan oleh developer perangkat lunak atau pemrogram mengingat bahwa pengguna langsung adalah sasaran empuk penjajahan bahasa.
Mungkin, sebagai seorang pemrogram, kita sudah terbiasa dengan syntax bahasa pemrograman dan menu-menu yang tampil pada batang tugas atau toolbar. Akan menjadi aneh, bila menu-menu tersebut diubah menjadi berbahasa Indonesia.
Tapi tidak untuk pengguna langsung. Mereka akan menerima hasail desain antarmuka pengguna apa adanya dari aplikasi yang biasa dipesan secara sesuai seperti: sistem informasi, aplikasi meja, sistem pakar , atau bahkan sistem operasi .

Mempunyai halaman web dengan ranah .id belum tentu menjamin penghematan lebar pita ke luar negeri. Bandwidth keluar, yang dihitung berdasar besar trasfer data unggah maupun unduh, menurut lokasi Alamat PI dari peladen hosting halaman web tersebut.


Untuk materi Terhubung Jejaring dan virtual Jaringan, silahkan unduh tampil salindia sebesar 150 kilobita melalui protokol FTP pada pangkalan 21. pengguna = guest, sandi lewat = kosong. Atau dapat juga ramban secara langsung melalui peramban dan pilih tombol pratilik cetak.

Plugin Wordpress
Abaikan kebenaran informasi yang terdapat dalam paragrap-paragrap di atas. Saya hanya ingin memunculkan istilah-istilah asing (bahasa Inggris) yang dipadankan dengan istilah dalam bahasa Indonesia menurut “kamus”, menggunakan plugin wordpress ;).
Kamus yang saya peroleh dari http://vlsm.org/baku-0.txt, masih berisi kata-kata dasar dan banyak yang harus diturunkan. Seperti kata “browser” pada contoh diatas, belum dapat diubah menjadi “peramban”.

Virus Pendekar Blank

Minggu Legi, 25 Maret 2007 @ 5:25 pm

Virus anti-virus, kira-kira itulah maksudnya. Dari pesan yang disampaikan melalui dokumen teks, cukup santun ‘bicara’nya, tapi tetep aja, virus!!!

Saya bukan penggemar aplikasi anti-virus, karena saya anggap anti-virus menganggu kinerja komputer ;)
Sampai akhirnya, beberapa hari yang lalu laptop saya terkena infeksi virus ini. Kebetulan laptop saya dibawa ibunya Kiyu ke kampus. Ada temannya yang pinjam dan memasukkan flash disk, gak pake Guest lagi! benci aku! Akhirnya, kena deh…!

Pendekar Blank, bagi saya sangat menganggu karena terlihat “ramai” di Task Manager. Kurang canggih nih virus!

Mencegah sang Pendekar
Pertama, dengan Anti-Virus, tentunya. Tapi, kalau virusnya masih baru, atau kita jarang update database antivirus ya sama aja. Kedua, jangan pernah memasukkan “benda tak dikenal” yang bukan milik kita (umumnya flashdisk), kecuali dengan account guest.

Cara yang kedua ini yang sering saya gunakan untuk menyelamatkan kesucian :D. Kalau virusnya lebih canggih bisa menyebar tanpa hak admin, ya… bisa kebobolan.

Membunuh sang Pendekar
Ramainya Task Manager, karena virus membuat instance sampai dengan 5 file. Jika salah satu proses di Terminate, proses yang lain menghidupkan kembali. Task Manager tidak mempunyai kemampuan untuk membunuh proses secara bersamaan (atau, saya yang belum tahu).
Selain Task Manager, Windows XP juga menyediakan program kill yang dapat dijalankan melalui command prompt. Tapi, masih kalah cepat dengan kemampuan sang Pendekar menyelamatkan temannya. Pusing deh…
Cara paling gampang mengatasi virus ini dengan mengunakan program Systems Restore bawaan Windows. Dan jangan lagi-lagi memasukkan flashdisk yang terinfeksi sebelum punya anti-virusnya.

Membuat “Anti Virus”
Karena waktu itu saya tidak punya fasilitas untuk mengakses internet, akhirnya bikin program sendiri. Program sederhana yang dibuat dengan Delphi, sudah bisa membunuh sang pendekar.

Jika proses ini berhasil dibunuh, selanjutnya tinggal membersihkan sampah-sampah yang menyebar di flashdisk dan beberapa file yang bersembunyi. Cukup dengan command standardnya Windows atau disimpan dalam file .bat.

for /F "usebackq delims=]" %%i in (`dir %1\ /adrhs/b/s`) do attrib -r -h -s "%%i"
for /F "usebackq delims=]" %%i in (`dir %1\ /ad/b/s`) do del "%%i.exe"

Virus ini juga menulis di registry. Namun, selama file-file yang ada sudah terhapus, biyarin aja

Perisitilahan Perkomputeran

Minggu Legi, 25 Maret 2007 @ 4:11 pm Label:

Saya sedang mencari kamus padanan bahasa Indonesia untuk “peristilahan perkomputeran’. Dari Google, saya menemukan link peristilahan perkomputeran pada peringkat pertama.

Kamus tersebut rencananya akan saya gunakan sebagai referensi untuk sub domain baru di Internet. Dan… dari sekian padanan yang ada, ketemulah nama baru yang cocok: bita.belajar.net.
Sebelumnya saya memang mengenal istilah “bita”, melalui tulisan-tulisan Ikhlasul Amal, di blog #direktif. Tapi, saya ingin mencari istilah lain yang lebih unik, lucu, cantik. Dan ternyata, yang terpilih adalah bita.

Bita adalah padanan kata untuk byte. Dan mengutip saran Ikhlasul Amal, dari halaman yang saya temukan melalui mesin telusur Google:

jangan terlalu lama bingung atau merasa aneh. Ambil keputusan dan konsisten digunakan, toh nanti terbiasa.

me: jadi bandar togel?

Jumat Pahing, 16 Maret 2007 @ 1:31 am

Kalau Anda melakukan pencarian di Google menggunakan keyword rumus togel, maka situs ini tampil pada urutan teratas (menggunakan fitur Web Search-nya FireFox). Apakah ini berarti saya pakar togel? apakah blog ini banyak membahas tentang togel? atau, apakah saya suka membicarakan masalah togel? Ternyata, lagi-lagi banyak yang terjebak di situs ini.

Barusan, iseng-iseng saya membuka statistik sub-domain mbro.belajar.net, ternyata masih ada saja yang mengunjungi blog ini (meskipun banyak yang terjebak ;)). Padahal, sudah tujuh bulan saya tidak membuat posting.
Dari statistik, menggunakan AWStat bawaannya hosting, tercatat bulan Februari kemarin, situs/blog ini mempunyai hit tertinggi dalam sejarah (blog ini). Lebih dari tiga kali lipat rata-rata kunjungan setiap bulannya. Banyak pengunjung yang masuk melalui search engine (dengan 1461 kata berbeda dan 914 phrase).

Beberapa query yang ‘terjebak’ ke blog ini:

  • kerja gaji gede (» simple, mimpi…)
  • nafsu terlalu besar gimana solusinya (» mesum)
  • menghitung kecepatan kendaraan dengan delphi (» tugas kuliah? males!)
  • internet sebagai media pembelajaran tanpa batas (» gooodd)
  • hubungan perekonomian keluarga terhadap prestasi belajar siswa (» hmmm…)
  • landasan teori tentang pengaruh ekskul terhadap prestasi belajar (» tugas sekolah, tapi kekurangan bahan)
  • pemetaan pekerjaan pemerintah yang dianggap pekerjaan proyek dalam pendidikan (» panjang sekali query-nya :D)

Index Google
Search Engine memang bukan hanya Google, tapi banyak yang masuk dari mesin tersebut (1086 dari 1304 pencarian). Program peng-index-an Google memang cukup bagus. Kebetulan saya baru saja mencoba Google Desktop gara-gara permasalahan sebelumnya.
Namun, masih banyak yang harus dikembangkan oleh Google, atau lainnya. Bisakah sebuah aplikasi dapat memberikan hasil yang relevan, benar-benar sesuai dengan yang dimaksud oleh user/pencari? bukan sekedar membuat index dan melakukan perhitungan untuk membandingkan kata dan jarak antar kata (salah satu andalan Google).

Misalnya, ketika saya menuliskan kata “Sukarno”, mesin pintar langsung menampilkan profil mantan presiden Sukarno, biografi, sejarah politiknya, dan sebagainya. Hmmm… tugas akhir?

Data Mining: Analisa dan Manajemen Berkas

Rabu Kliwon, 14 Maret 2007 @ 1:21 am Label:

Latar Belakang
Kapasitas harddisk saat ini sudah dalam satuan Giga, bahkan Tera untuk beberapa komputer ‘besar’. Jika cara penyimpanan dokumen diatur dengan baik sejak awal, maka tidak akan muncul masalah dikemudian hari. Tapi bagaimana dengan kita, yang seenaknya create new folder (kadang-kadang nama foldernya: New Folder, New Folder (2), dst), bikin new file, untitled1.txt, untitled2.txt dan seterusnya.

Atau, ketika mendapat data dari hasil download di internet, atau mengopi file dari teman, biasanya ditampung dulu difolder backup, kemudian lupa untuk dipindahkan ke tempat semestinya.

Dan, penggunaan flashdisk, yang katanya untuk transfer sementara, malah jadi harddisk mobile, sehingga tidak mustahil banyak data kembar. Masalahnya, kita tidak mau tahu adanya data-data yang berulang/duplikat, tapi tidak juga mau menghapus. (Paling tidak, itu masalah yang saya alami).
Sehingga seberapa besar-pun kapasitas harddisk, tidak pernah cukup. Yang ternyata, data-data yang disimpan tidak pernah (jarang) dibuka lagi.

OK… setiap harddisk mempunyai usianya masing-masing. Dan ada yang berpendapat, sebaik apapun kita mengelola file tetap saja harddisknya rusak. Lalu bagaimana jika tiba-tiba tanpa kita sadari harddisk rusak… dan kita belum sempat backup data?! Data kuliah, Tugas Akhir, pekerjaan, dan data-data penting lainnya!!!!! itulah yang terjadi…

Permasalahannya…
Masalah sebenarnya, saya punya banyak file-file ’sampah’. Apakah file-file ini bisa dikelola? dengan harapan dapat menemukan berbagai ‘ide-ide sampah’ yang dulu pernah saya tuliskan.
Atau, mengoptimasikan harddisk, agar beberapa data yang kembar sama sekali dapat dideteksi dan hapus karena tidak diperlukan (karena kebiasaan save-as/duplikasi source saat develop).

Selain harddisk dapat dioptimasi, data/file dapat dimanage dengan baik, kalau perlu buat indexnya. Suatu saat saya memerlukan data, tinggal cari melalui index-index tersebut, tidak perlu pake langsung fasilitas ’search’-nya windows. Siapa tau… bisa nemukan ide, dokumen, source program, aplikasi atau file-file sampah lainnya.

Tujuan
Berdasarkan kepusingan diatas, bagaimana jika ada program yang dapat menganalisa file-file agar dapat:

  1. Menunjukkan file yang benar-benar sampah (tidak mungkin lagi diperlukan) untuk dihapus atau dipindahkan ke direktori/partisi/harddisk SAMPAH.
  2. Membuat index file, dengan mengelompokkan file-file berdasarkan kategori serta deskripsinya
  3. Menyarankan backup data, beserta daftar file yang harus dikelompokkan dalam satu ‘kelompok CD’ backup
  4. Membuat sistem most-recently-used (MRU) untuk mengawasi aktifitas file

Metode Penelitian
Untuk memecahkan kasus diatas, beberapa langkah yang akan dicoba adalah:

  1. Mencari produk-produk open source (agar bisa dimodifikasi) yang sesuai
    • dan… saya sudah menemukan beberapa, tapi masih terlalu ‘abstrak’ :(
  2. Mengembangkan produk open source tersebut (bila ada), atau membuat -sama sekali- baru.
    • mengumpulkan data file-file dalam setiap partisi dan direktori
    • membuat index untuk mempermudah proses pencarian file (pake punya’nya windows, lama buanget!)
    • menyusun kelompok/kategori dokumen (dokumen pribadi, multimedia, installer, referensi/download, dsb)
    • analisa index file terhadap kategori
    • perlukah dibackup? pake harddisk yang mana lagi????
    • migrasi struktur direktori/file yang lama berdasarkan hasil analisa
    • backup ke CD hasil migrasi tadi, trus… format harddisk!

Daftar Pustaka

  • Katalog Onlen, http://www.google.com/
  • Produk-produk Open Source, http://sourceforge.net/
  • Tools untuk Develop, http://java.sun.com/

19 queries. 0,456 seconds. Didukung oleh WordPress