Pak Harto Meninggal Dunia?!
“Pak Harto Meninggal Dunia”, demikian headline yang diharapkan oleh media massa.
Mendengar kabar pak Harto masuk rumah sakit, RSPP langsung dipenuhi wartawan cetak maupun elektronik. Apalagi setetelah mendapat keterangan dari dokter bahwa kondisi pak Harto mengkhawatirkan.
Namun penjagaan yang ketat di tempat pak Harto dirawat, membuat wartawan susah mendapat/mencari informasi tentang status terakhir kondisi pak Harto. Hanya beberapa wartawan yang memiliki akses ke dokter atau orang-orang dalam yang bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya.
Jadinya, sambil menunggu detik-detik kematian pak Harto yang tidak jelas dan belum pasti, wartawan bingung mencari bahan berita. Wartawan infotainment yang suka nge-gosip tiba-tiba nyeletuk, “mungkin pak Harto sudah meninggal”, atau, “pak Harto tidak bisa meninggal karena susuknya belum dicabut”. Ada yang lebih sinis, “pak Harto kuwalat, susah matinya…”.
itulah yang saya bayangkan di lokasi tempat wartawan ngumpul
breaking news: mengharap pak Harto wafat
“Relakan kepergian pak Harto”, demikian headline sebuah koran. Berita-berita di tivi mengajak pemirsa untuk menunggu detik-detik kematian pak Harto, bahkan sampai masuk ke breaking news.
Breaking News, berita mendadak yang tiba-tiba mengganti tayangan yang sedang asyik di tonton, seolah-olah ingin mengabarkan kondisi terakhir pak Harto. Ternyata yang dikabarkan adalah informasi yang tidak jelas, dan saking kurangnya bahan, wartawan mewawancarai wartawan lain yang sama-sama menunggu berita.
Akibatnya, sekelompok orang terbawa pengaruh bahwa sebentar lagi pak Harto meninggal dunia. Mulai dari menyiapkan makam, menjual bunga-bunga di sekitar lokasi makam, menyiapkan keamanan di tempat-tempat yang akan digunakan dalam proses mulai dari rumah sakit sampai di kuburan!
Kematian itu sudah jelas
Hanya satu yang tahu jadwal kematian, yaitu: Tuhan. Ojo ndishik-i kerso.
Saya tidak habis pikir, bagaimana nanti jika pak Harto ternyata sembuh, sehat, dan keluar dari RSSP dengan lambaian tangannya yang khas. Gluodak! mungkin para wartawan tidak jeprat-jepret kamera seperti biasanya, melainkan menjatuhkan badan seperti filem Bo Bo Ho
Sudah terlanjur membuat liputan makam pak Harto, menyiapkan makam, kembang, mengatur keamanan, dsb. Trus, pak Harto nonton tayangan tersebut, kasihan kan…
btw, pak Harto masih menunggu hari baik untuk meninggal dunia. 10 Suro, mungkin?



Walaupun dengan segala kekurangandan kekhilafan Pak Harto dimasa dulu, beliau juga tetap merupakan Pahlawan dan tokoh besar Bangsa ini. Gmanapun beliau juga telah banyak berjasa buat bangsa Indonesia. Jadi dengan segala kekurangan beliau dan kerendahan hati kita mari kita doakan beliau agar cepat sembuh dan jikapun ajal sudah menjemput beliau marilah kita doakan agar belia diterima di sisi ALLAH SWT
Komentar oleh d60pc — Januari 16, 2008 @ 6:58 pm
setuju!
amin… amin… amin…
Komentar oleh mbro — Januari 16, 2008 @ 7:02 pm
Biasanya orang yang akan meninggal suka meminta sesuatu kepada keluarganya. Sampai saat ini Jend. Pur. Suharto belum meminta maaf kepada korban-korban masa lalunya. Jadi barang kali masih lama untuk meninggalkan dunia fana. Kita doain aja agar beliau meminta maaf apa yang telah dijalankannya di massa lalu, kemudian dengan iklas para korban atau ahliwaris korban memaafkan kesalahan-kesalahan. Baru akan meninggal dengan tenang.
Komentar oleh ysugiri — Januari 24, 2008 @ 3:39 pm
selamat jalan bapak pembangunan.semoga segala amal ibadahmu diterima Allah SWT.kami akan selalu mengingat jasa-jasamu………..
dari:pengagum setiamu
Komentar oleh ade siswanto — Februari 2, 2008 @ 1:18 pm