“yowis… garapen ae. Aku gak familier Linux :(” demikian satu kalimat yang saya tuliskan untuk teman chatting saya malu aku…
Sebenarnya, pekerjaan yang dimaksud dalam percakapan tersebut adalah pekerjaan sederhana. Melakukan kompresi direktori di salah satu server web hosting, trus ditransfer di hosting lainnya. Tools yang disediakan cuman SSH (padahal, jarang-jarang hosting di Indonesia support SSH
).
yaH… gimana lagi. Belajar tanpa batasnya mbelgedes… cuman sistem operasi Linux sederhana aja ngga bisa.
Hmm, belajar… belajar… belajar… (niru gayanya Hetty Koes Endang di mamamia super seleb).
mungkinkah Linux menggantikan Windows? …
Punya keinginan/hasrat yang tak terlampiaskan? tulis “http://tolong.bikin.in/dong?!” di address bar Anda, maka… keinginan Anda belum tentu terkabulkan
URL minta.di.bikin.in/apa?sih! bukan boong’an. Anda bisa akses halaman ini dari browser.
Saya bikin situs ini sudah dua bulan yang lalu. Dan seperti biasa… mangkrak! pengennya nulis ini itu, dan penyakit seperti biasa… males!. Cuman iseng-iseng aja karena domainnya cantik
mumpung dapat harga domain murah lagi
Tertarik untuk meramaikan trafik bikin.in? bikin.in/traffic-ku-tinggi.dong?!
gara-gara ada strip-nya, ganti wordpress themes yang baru deh.
back to Classic. “Wordpress 80s” alias kuno…
dari sisi tampilan memang perubahannya sederhana, putih-hitam-dan biru.
Tidak sekedar mengganti tampilan, sekalian saya migrasi Wordpress ke versi 2.3 plus pake satu skrip wordpress untuk banyak blog. Jadi bisa lebih hemat space hosting
Theme ini bikin sendiri dengan memodifikasi Wordpress Classic, mengusung warna di theme lama, dan mengganti font dengan Century Gothic. Jadilah theme classic, beginer, dan tua. bosen liat blog yang aneh-aneh
semoga gak bikin sakit mata 

harga kedelai naik, tempe jadi barang mewah.
baca selengkapnya…