Jika Bayi Menangis
Menangis adalah cara berkomunikasi bayi. Pada umumnya, bayi akan menangis sesaat setelah lahir. Bahkan jika seorang bayi tidak menangis saat lahir, alias tidur, ada yang menepuk-nepuk sampai bangun dan menangis. Saya gak tahu apa maksudnya.
Jika bayi Anda menangis, ada beberapa kemungkinan penyebab atau sesuatu yang ingin disampaikan.
Pertama, bayi menangis karena lapar. Kalau sudah tahu bahwa bayi kita menangis karena lapar, segera bangunkan mamanya. Karena gak mungkin wanita akan menuntut persamaan kewajiban dalam hal menyusui, apalagi ASI Ekslusif. Ya, ASI Ekslusif sebaiknya diberikan kepada bayi selama 6 bulan pertama. Hanya Air Susu Ibu saja yang dikonsumsi bayi. Bukan air susu sapi, apalagi air susu bapak ![]()
Kedua, bayi menangis karena sakit. Jika sering mengamati tangisan bayi Anda, maka akan ketahuan, apakah bayi menangis karena lapar atau kesakitan. Menangis karena sakit bisa terjadi akibat bayi sedang demam atau hanya sekedar digigit semut.
Bayi saya termasuk yang jarang nangis dan sempat merasa senang (atau seharusnya kasihan), ketika tahu bayi saya menangis karena sakit. Yaitu saat mendapat suntikan imunisasi dan beberapa jam setelahnya. Menangisnya sampai keluar air mata dan dengan nada terbata-bata. Tapi mungkin setiap bayi mempunyai jenis tangisan yang berbeda-beda, ada yang tenor, ada yang sopran… jadi, amati bayi Anda masing-masing.
Dan ketiga, bayi menangis karena ada sesuatu yang membuat tidak nyaman. Tangisannya tidak terlalu frontal seperti saat lapar atau sakit. Tapi tetep aja, bikin risih
Ketika bayi menangis dan sudah diberi ASI, terus diperiksa badannya dan tidak panas, lalu diraba-raba dan tidak ada semut atau kecoa yang berkeliaran, waduH… kok nangis terus ya?!
Semaleman saya “ngobrol” dengan junior untuk membuat dia merasa nyaman. Sesekali tertawa dan sebentar kemudian pengen nangis. Tak pindahkan tempatnya, saat digendong senyum-senyum… tapi, gak lama kemudian terisak-isak ingin menangis. Mosok bapak’e serem kok sampe’ pengen nangis terus…
Ups lupa… ternyata bayi saya pipis!
Setelah tak raba-raba celananya, walaH, pipis tenan! Bayi saya memakai popok yang terbuat dari bahan selimut dan didalamnya diberi lapisan kain tipis untuk menampung eek, trus diluarnya diberi kain sejenis plastik. Jadilah diaper buatan. Baru kemudian diluarnya diberi celana panjang, biar gak digigit nyamuk
Kalau sudah gitu, susah untuk tahu si bayi sedang basah atau tidak. Harus dirogoh-rogoh dulu. Gak enaknya, celananya yang jadi tebel bikin si bayi susah bergerak.
Akhirnya, setelah celana tak gantikan, bayiku merasa nyaman dan pelan-pelan memejamkan mata. Itupun aku harus pasang muka ngantuk didepannya, biar nggak diajak “ngobrol”. Sleeeep… bobok manis ya nak, pak’e mau ngoding dulu…


waaaaaaaaaaaaaaaa, jadi gak sabar nunggu lahir nih….
Komentar oleh silent — April 26, 2007 @ 12:16 pm
Yang belajar ngurus bayi nih
Kapan ya?
Komentar oleh abud — April 28, 2007 @ 1:16 am
Waaahhhh….
Yang baru punya bayi. Omedetto!
Btw, kawanku bilang (dia juga baru punya bayi).
Sebetulnya bayi nangis itu ada polanya, tangis tertentu artinya laper, tangis lain lagi artinya pipis, dsb.
Dia nyebutin buku yang aku lupa judulnya. Coba aja googling.
Komentar oleh woodenlink — April 28, 2007 @ 7:53 am