Kartoni: Ketika Wa(nit|ri)a Menuntut Persamaan Hak
21 April, diperingati sebagai hari Kartini, semua orang tahu. Di sekolah atau kampus, ada satu hari atau minggu, para (maha)siswi diwajibkan berbusana feminim ;). Di kantor-kantor mungkin ada juga yang ikut berpartisipasi. Bahkan OM Farhan dan Empat Mata tidak mau ketinggalan.
Farhan mengundang tentara dan polisi wanita (Kowad, Kowal, Wara, dan Polwan) dalam acaranya semalam. Demikian juga Thukul, selain tetap wajib dengan artis-artisnya, mengundang seorang ojek wanita. Wanita dapat juga melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh pria. Kira-kira, demikian pesan yang ingin disampaikan dalam acara tersebut.
Namun, apakah demikian arti “emansipasi”? Tidak. Buktinya, peringatan hari Kartini yang ada di sekolah-sekolah (atau kampus). Pesan yang bisa ditangkap adalah, ingatlah hai wanita… kamu adalah wanita, maka, sekali-kali feminimlah! ![]()
Pada masa Kartini, kebebasan bagi seorang wanita dalam berkarya (selain di dapur) adalah hal yang tabu. Wanita itu: macak, masak, manak. Kartini hanya berjuang untuk membebaskan belenggu ketabuan tersebut. Bukan untuk menuntut yang lebih.
Sayang, Kartini tidak sempat menikmati masa-masa menjadi seorang Ibu. Mungkin akan lebih banyak pesan yang bisa diterima. Tidak hanya sebagai wanita saja, tetapi wanita sebagai seorang Istri dan Ibu.
Wanita adalah tetap wanita sebagaimana kodratnya. Dan saya yakin, tidak ada wanita yang menuntut persamaan hak untuk menggunakan toilet pria
Wanita di bidang Ilmu Komputer
Menurut sebuah posting yang sempat saya tangkap dari sindikasi Slashdot. Pada tahun 2003, wanita lulusan Ilmu Komputer (Computer Science) hanya 28% saja. Sisanya, ya tentu pria (mosok ‘yang lain’ juga dihitung). Jauh dibandingkan dengan tahun 1985 yang sebesar 38%.
Namun, sekarang, Wanita yang lulus jurusan Ilmu Komputer telah mencapai 40%. Eit… itu di Amerika, khususnya di Carnegie Mellon University (CMU) gak tahu di negara bagian sebelah mana. Bagaimana dengan Indonesia? adakah datanya?
Katanya sih, rendahnya Wanita yang mengambil studi Ilmu Komputer adalah faktor nerd. Ilmu Komputer itu ilmunya orang aneh. Tapi apakah tidak seaneh wanita yang jadi tentara atau ojek? lebih aneh mana?
Kartoni gak mau kalah
Ngomong-ngomong masalah pria dan wanita, bagaimana dengan yang satunya. Apakah mungkin nanti akan muncul seorang Kartoni yang menjadi pujaan. Hingga tercipta sebuah lagu:
Ibu kita Kartoni
Putra sejati
Putri Indonesia
Harmo namanya…
hahaha… garing!
BTW, selamat Hari Wanita!



I hate kartini day, not because the person (kartini) but that day always remembering me that my live is decrease alias umur-q berkurang 1 tahun tiap tanggal 21 april…. hiks….:(
Komentar oleh b_nny — April 21, 2007 @ 4:53 pm
halo kartoni!
Komentar oleh budiw — April 22, 2007 @ 8:51 pm
met ultah ben… ato dah ganti nama, Kartoni?
Komentar oleh mbro — April 23, 2007 @ 6:22 pm