Belajar Menulis
Menulis adalah hal yang gampang-gampang susah. Gampang, karena setiap hari kita berbicara dengan bahasa yang dapat juga disalin ulang dalam tulisan. Susah… karena kita merasa tulisan kita kurang pas! ada susunan kata yang gak enak dibaca
bingung merangkai kata.
Padahal, kalau kita sedang berbicara dengan teman-teman, sungguh sangat “mengalir”, tanpa perlu menyusun kalimat dan tata bahasa. Kok bisa…
Nah, jika kita merasa mentok saat ingin menulis sesuatu, anggap saja Anda sedang berbicara.
Bicara dengan diri sendiri. Bicara melalui jari jemari. Apalagi kalau sudah bisa mengetik sepuluh jari. Pasti deh, gak susah untuk membuat beberapa paragrap.
Bagaimana dengan tulisan yang layak baca? apakah dengan cara tersebut pasti menjadikan tulisan kita tulisan yang bagus. Enaknya ngomong, Ya! selama apa yang kita tulis bukan untuk jurnal ilmiah, atau liputan berita, dan meski memerlukan waktu yang sedikit agak lama.
Seperti halnya nge-BLOG. Blog banyak digunakan untuk “mencurahkan isi hati”. Bukan untuk membuat situs berita. Bukankah saat kita curhat, cukup mengalir omongan kita. Gak mikirin tata bahasa.
Begitulah trik menulis pertama kali. Pokoknya tulis dulu. Abaikan kosakata dan tata bahasa. Baru setelah tulisan itu selesai, bisa dibaca kembali dan perbaiki beberapa kesalahan tulis atau eja.
Tulisan yang mengalir
Bagi orang yang memiliki dasar kecerdasan linguistik yang kuat, mungkin tidak memerlukan waktu lama dalam belajar menulis. Atau mungkin sejak kecil keinginan untuk tulis-menulis sudah ada.
Namun, bagi orang yang tidak cerdas lingustik seperti saya (buktinya, saya hanya menguasai dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Jawa), belajar menulis perlu ketekunan. Seperti apa? ya menulis dan menulis. Pokoknya menulis!
Sudah lama saya belajar dan terapi menulis -sebagian saya publikasikan melalui blog- baru beberapa hari kemarin ada yang ngomong tulisan saya “runut dan mengalir”. WalaH… jadi Ge eR.
Tapi memang demikian adanya. Seperti pesan yang saya peroleh dari sebuah buku tulisan om Hernowo. Bab pertama yang disampaikan adalah tentang tulisan yang mengalir.
“untuk bisa membuat tulisan yang mengalir, adalah dengan kebiasaan menulis. Lepaskan masalah-masalah kualitas, hilangkan keraguan menulis, segera mulai menulis… setiap hari! apa saja! biarkan mengalir… seandainya suntuk dengan ide, buatlah tulisan macet-macet-macet berkali-kali…”
Kutipan diatas saya copy-paste dari tulisan saya sebelumnya tentang terapi menulis.
Setelah itu, bersiap-siaplah menjadi penulis yang baik, dengan sendirinya. Saya sendiri masih menunggu saat menjadi penulis yang baik
alias, masih dalam tahap belajar menulis
Rekor Menulis
Semalam saya telah memecahkan rekor saya sendiri dalam hal menulis. Besok Sabtu saya harus presentasi sistem yang saya buat ke klien. Saya menyiapkan tutorial dan materi presentasi dalam waktu semalam. (Ah… SKS!)
Sebelum mulai “bekerja”, saya mengawali membuat sebuah catatan kecil yang tidak ada hubungannya dengan “pekerjaan” saya. Kemudian mulai membuat materi presentasi, dan mengembangkan poin-poin tersebut dalam buku panduan.
Catatan rekor semalam:
- menulis satu posting untuk blog bita.belajar.net
- membuat 50 halaman tampil salindia (sebagian berisi gambar saja)
- membuat 12 halaman panduan installasi dan troubleshooting
- membuat 1 berkas notepad (gak tahu berapa halaman) untuk dokumentasi program
- membuat tambahan 6 halaman untuk buku panduan
ditambah lagi satu postingan ini
Menulis memang bukan untuk membuat rekor. Tapi menulis adalah hobi, terapi, atau pekerjaan.


OOT: hmm… sepertinya itu plugin masih tetep membandel deh.
Koq padanan katanya jadi em semua?
Komentar oleh silent — April 20, 2007 @ 2:52 pm
kalo masih em, berarti gak ada dikamus.
kalo ada tampilnya jadi tidak miring, tapi di ABBR.
Komentar oleh mbro — April 21, 2007 @ 2:59 am
oh iya… aku gak ngecek di ABBRnya. Kesalahan regex! harusnya $2 tapi tak tulis $1.
dah di-edit. Tengkyu buat koreksinya.
Komentar oleh mbro — April 21, 2007 @ 3:08 am
Yap … mampir ya
Komentar oleh Ersis Warmansyah Abbas — Agustus 22, 2007 @ 9:45 pm
Mampir
Komentar oleh Ersis Warmansyah Abbas — Februari 7, 2008 @ 10:35 pm
tulisan yg sgt membatu saya (sebagai seorang yg baru belajar menulis)… memang berul bagt unutk pertama menulis kita tidak usah memikirkan tata bhasanya.. yg penting mengalir.. sesuai berjalannya waktu dan sering menulis tulisan kita akan semakin bagus…
yups salam kenal mas
Komentar oleh Arif — Oktober 8, 2008 @ 10:29 pm
iya nih mas, masalah saya kalau lagi belajar nulis ya itu tiba2 kok pikiran ini jadi kosong gak ada yang mau di tulis, tapi sebelum menulis kayak banyak banget materi yang mau ditulis hahaha….. kacau kita kawan
oh iya salam kenal mas..
Komentar oleh rudi — Maret 19, 2009 @ 10:52 am