Mencari Sumber Informasi Terpercaya

Selasa Wage, 17 April 2007 @ 2:07 pm Label:

Internet adalah media belajar tanpa batas. Jutaan informasi tersedia dan dapat kita peroleh dengan mudah, salah satunya, melalui mesin pencari. Sayangnya, informasi-informasi tersebut belum tentu valid, tidak sedikit yang menyesatkan. Contohnya, blog saya ini. Coba cari di Google tentang “rumus togel”. Tidak sedikit membuka halaman web saya dari tautan yang tertera di halaman awal pencarian Google. Apakah saya membahas tentang rumus togel? tidak.

“Jangan terlalu percaya Wikipedia”, demikian pesan pak Soetam dalam komentar di tulisan saya tentang 7zip, 7z, dan LZMA. Terutama jika footnote-nya masih ditulis “memerlukan source yang lebih kredibel”.

Opini tentang menutup situs semacam Wikipedia untuk sekolah-sekolah juga diperbincangkan di Slashdot. Ada yang pro, ada yang kontra. Silahkan baca sendiri. Apakah Slashdot layak dipercaya?

Web of Trust

Untuk memahami tentang Web of Trust, bisa dianalogikan dengan kutipan berikut ini:

The physical world already offers a “Web of Trust”, as a kind of social network. I trust one of my friends; consequently, I also trust a person introduced by that friend. I trust a company because one of my companies is dealing with that company.
Junichiro Mori, 2005

Saya percaya dengan sebuah perusahaan, karena salah satu anak perusahaan saya telah bekerjasama dengan perusahaan tersebut. Atau, saya percaya dengan sebuah perusahaan, karena perusahaan rekanan saya percaya terhadap perusahaan tersebut. Daripada saya harus selidik-selidik lebih dulu…

Saya percaya dengan isi sebuah halaman web, karena sumber asal/asli/original/pembuat materi tersebut merujuk ke halaman tersebut.

Lalu bagaimana mempercayai “sesuatu” yang ada di web? di sebuah website secara umum, atau salah satu bagian/halaman dari website tersebut. Ada metode perhitungan Jaringan Kepercayaan yang dapat digunakan sebagai alat ukur apakah sebuah halaman web layak dipercaya, salah satunya adalah PageRank.

Google PageRank

Google menerapkan metode PageRank dalam menampilkan hasil pencarian di mesin pencarinya.

PageRank relies on the uniquely democratic nature of the web by using its vast link structure as an indicator of an individual page’s value. In essence, Google interprets a link from page A to page B as a vote, by page A, for page B. But, Google looks at more than the sheer volume of votes, or links a page receives; it also analyzes the page that casts the vote. Votes cast by pages that are themselves “important” weigh more heavily and help to make other pages “important.”

Tautan ke sebuah situs/halaman web dianggap sebagai pemberian suara (voting) ke situs tersebut. Semakin banyak situs diacu (melalui tautan) akan mempunyai nilai tinggi. Tapi tidak sebaliknya, sebanyak apapun kita menampilkan tautan ke berbagaimacam situs, tidak akan meningkatkan nilai jika tidak pernah diacu oleh situs lain. Size doesn’t matter. Dan, situs yang diacu oleh situs lain yang memiliki nilai tinggi, akan menambah skor PageRank.

Sebagai contoh, 7-zip mempunyai official site di http://www.7-zip.org/. Dan tentunya, semakin banyak orang menggunakan 7-zip serta menuliskan tentang 7-zip di blognya masing-masing, terutama memberikan tautan balik ke situs resmi tersebut, secara otomatis akan menaikkan nilai PageRank dari situs resmi ini.
Dan, jika ada situs lain yang diacu oleh situs resmi ini, maka nilai PageRank-nya akan bertambah juga.

Semakin tinggi nilai PageRank, maka halaman web tersebut layak dipercaya. Kecuali kalau kita tidak percaya dengan Google atau algoritma PageRank-nya. Apakah Google sebuah algoritma?

Celah yang dimanfaatkan SEO-er
Apakah benar PageRank seakurat itu dalam menilai sebuah situs/halaman web? Bagaimana dengan cerita saya diawal mengenai “rumus togel”. Bisa jadi karena tidak ada penanggung jawab resmi tentang materi “rumus togel”. Dan, Google merekomendasikan, salah satunya, halaman web dari blog saya.

Saat ini SEO cukup populer, khususnya, dijadikan strategi oleh webmaster agar situsnya tampil di halaman awal pencarian Google. Tapi, mengenai “rumus togel”, saya tidak menerapkan trik khusus. Google-lah yang bertanggung jawab, hehe…

Secara umum, PageRank menentukan tautan-tautan yang ditampilkan di halaman awal hasil pencarian. Namun, banyak webmaster berusaha (baca: memaksakan diri) agar situsnya tampil di halaman awal. Caranya, dengan menerapkan konsep Search Engine Optimizer (SEO). Lalu, apakah PageRank menjadi tidak akurat karena SEO ini? Wah, mungkin ini bisa dijelaskan oleh Cosa.

Kalau menurut saya sih, selama SEO tidak memberikan informasi menyesatkan untuk bot/crawler, masih layak dipercaya. Hanya masalah tampil di halaman pertama atau kedua.

Sumber Akar

Mau tidak mau, untuk mencari informasi resmi dari sebuah materi, sebaiknya merujuk ke sumber akar. Terutama, jika kita tidak percaya hasil pencarian Google. Tapi saya yakin, jika sebuah materi adalah bahasan populer di internet, Google akan mengarahkan dengan benar.

Google masih menjadi homepage saya.

Jangan percaya Wikipedia?

Untuk sebagian isinya, YA! Karena Wikipedia adalah halaman web yang bebas diubah oleh semua orang. Entah seberapa besar prosentase halaman-halaman web di Wikipedia yang berisi informasi menyesatkan. Namun, selama sebuah halaman Wikipedia diawasi oleh orang yang berkepentingan, validitasnya bisa dipertahankan. Bila ada isi yang tidak tepat(diisi dengan iklan, misalnya), akan segera diperbaiki. Semoga.

Bagaimana jika sebuah halaman web di Wikipedia direkomendasikan oleh sumber aslinya? dipercaya atau tidak?


UPDATE: maaf untuk ketidaknyamanan karena plugin Padanan Kata. Beberapa tulisan yang seharusnya tetap tampil dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh plugin tersebut. Belum sempat memperbaiki :(

Sudah diperbaiki. Hanya teks yang dicetak miring dan terdapat pada kamus akan dipadankan.

Post yang berhubungan:

7 Komentars »

  1. Mutakhir: maaf untuk ketidaknyamanan karena plugin Padanan Kata. Beberapa tulisan yang seharusnya tetap tampil dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh plugin tersebut. Belum sempat memperbaiki :(

    ah, gak seruuuu. aku kan baru mau protes :D

    Komentar oleh silent — April 17, 2007 @ 6:40 pm

  2. hehe… sudah diperbaiki. Tinggal ngganti:
    define("KHUSUS_CETAK_MIRING", true);

    Komentar oleh mbro — April 17, 2007 @ 10:38 pm

  3. Ya, menurutku juga nggak seru kalo cuman “debat kusir” lewat blog. Si Silent juga pernah mengalami ;-D. Lebih baik diskusi aja langsung, gimana ? Atau hari ini sekalian ngantar istrimu bimbingan ? Biar nggak simpang siur terus tentang sesuatu hal yang mungkin nggak terlalu penting (tapi kok ya ngganjel)….

    Komentar oleh Soetam Rizky — April 18, 2007 @ 7:54 am

  4. komentar silent maksudnya untuk plugin “Padanan Kata”. Bukan untuk tulisan saya. ***hehe… membela diri**

    Komentar oleh mbro — April 18, 2007 @ 3:00 pm

  5. […] menurutku juga nggak seru kalo cuman debat kusir lewat blog”, demikian komentar pak Soetam terhadap tulisan saya sebelumnya. Masalahnya, saya kurang paham dengan istilah debat […]

    Ping balik oleh Debat via Blog: Debat Kusir atau Debat Cerdas « belajar tanpa batas — April 18, 2007 @ 3:00 pm

  6. Ya, menurutku juga nggak seru kalo cuman “debat kusir” lewat blog. Si Silent juga pernah mengalami ;-D. Lebih baik diskusi aja langsung, gimana ? Atau hari ini sekalian ngantar istrimu bimbingan ? Biar nggak simpang siur terus tentang sesuatu hal yang mungkin nggak terlalu penting (tapi kok ya ngganjel)….

    hehehehehe, masih inget yang dulu toh pak.
    btw, itu yang ganjel yang mana? perasaan batu batanya sudah saya ambil dari bawah mobil kan? seharusnya sudah bisa jalan mulus :D.

    Komentar oleh silent — April 18, 2007 @ 3:20 pm

  7. Tadi pas blogwalking aku menemukan satu situs yg bisa exchange link utk meningkatkan pagerank kita -> http://www.ProsperityAchiever.com

    Komentar oleh Ali W. — Mei 8, 2007 @ 4:40 am

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

37 queries. 0,345 seconds. Didukung oleh WordPress