Seperti apa rata-rata air itu?

Jumat Pon, 4 Agustus 2006 @ 6:00 am Label:

Teringat kembali saat di sekolah dulu. Dalam latihan baris-berbaris, pada saat jalan ditempat, posisi paha harus mencapai rata-rata air.

Seorang tukang kayu menggunakan “waterpass”, alat pengukur rata-rata air, untuk memasang ubin atau membangun rumah. Meskipun rumah itu berada di daerah perbukitan yang tidak rata, katanya.

Seperti apakah rata-rata air itu? apakah relatif terhadap wadahnya, atau rata-rata terhadap gravitasi bumi? Lalu bagaimana kita dapat menentukan miring atau tidaknya posisi kita bila berada dalam sebuah pesawat, dengan memanfaatkan air dalam gelas plastik, bisakah?

Rata-rata air juga memancing pikiran untuk membuat sebuah kendaraan dengan memanfaatkan rata-rata air. Sebuah benda dalam bentuk bola, setengahnya diisi air, kemudian diatas air yang akan selalu mencapai posisi rata-rata air, diletakkan sebuah papan sebagai kemudi dan tempat duduk penumpang. Bisakah?
Diharapkan, penumpang selalu berada dalam posisi datar dan tidak merasa miring meski dalam jalan tanjakan. Mungkinkah? jika mungkin, apakah hal ini nyaman dan kondisi seperti ini disukai para penumpang?

seperti apakah rata-rata air itu? apakah relatif terhadap wadahnya atau relatif terhadap gravitasi bumi? Bagaimanapun juga, sebenarnya air tidak pernah rata bila kita percaya bahwa bumi itu bulat.

Tulisan ini disalin ulang dari catatan kecil dibalik tiket pesawat 17 Agustus tahun lalu yang terselip dalam buku “Aku berpikir maka aku tertawa

Post yang berhubungan:

3 Komentars »

  1. bukankan semua itu relatif?
    seperti teori relativitasnya einstein yah?

    –budiw

    Komentar oleh budiw — Agustus 4, 2006 @ 8:06 am

  2. jadi inget pepatah,

    ganteng itu relatif bung,
    jelek pasti absolut!

    –budiw

    Komentar oleh budiw — Agustus 4, 2006 @ 10:07 am

  3. =)) teori relativitas banyak dipake dalam banyak hal. Mungkin saja teori relativitas itu bukan asli dari Einstein >:(
    Karena sebagian besar permasalahan, “pasti” relatif :D

    Komentar oleh mbro — Agustus 7, 2006 @ 8:03 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

39 queries. 0,272 seconds. Didukung oleh WordPress