Anti Basbang

Jumat Pahing, 14 Juli 2006 @ 6:46 pm Label:

Seperti halnya virus yang ada anti-virusnya, tentu sebaiknya ada anti-basbang. Tips dan trik untuk menghindari “penyakit” basbang:

  • Sebelum menuliskan informasi yang dikhawatirkan basbang, sebaiknya konfirmasi dulu ke paman Google.
  • Kalau masih belum yakin, silahkan cari di aggregator warga id-gmail, bila tidak ada, 68% tulisan Anda tidak basbang.
  • Pastikan bahwa Anda berlangganan “koran aggregator” agar tidak basbang.
  • Tidak usah takut basbang bila ingin menulis diary atau log untuk Anda pribadi. Kecuali anda punya penyakit de javu.

Apa sih Basbang?
ngomongin basbang? basi banget ah… :D :D :D

Basbang merupakan istilah untuk menyatakan bahwa informasi yang disampaikan (melalui blog atau media lain, disebutkan Kompas dan Detik) adalah BASI BANGET.

Basbang adalah kosakata warga id-gmail yang, menurut saya, menjadi momok bagi (sebagian) blogger, yang ngerti dengan istilah ini, tentunya.

Kenapa menjadi momok? karena: “Hukuman bagi mereka yang BASBANG adalah: Malu kamu! Malu! MALU!” (diambil dari http://wiki.id-gmail.info/Basbang). Arif Bayu terpaksa harus mengawali dengan kata-kata seperti ini untuk membuat tulisan diblognya.

Maaf, kalau postingan kali ini terhitung sebagai postingan basbang, karena sudah dari senin saya pindah kerja.

Juga Priyadi, sama dengan Bayu, harus mengawali tulisannya dengan kata-kata seperti ini:

Biar BasBang, tapi BagBang, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :). Sayangnya saya belum tahu sewaktu mengorganisasikan aksi yang kemarin itu.

Basbang Tidak memalukan
Bosen juga rasanya mendengar joke yang sudah pernah diungkapkan, jadi garing. Jengkel juga mendengar orang bercerita dengan bangganya sebuah cerita yang sudah basi.
Tapi setiap hari pasti ada newbie. Tidak mungkin internet akan berisi orang-orang expert semua. Mungkin lebih baik bagi para newbie untuk DIAM! atau paling tidak, diam dari omongan yang gak penting.

Dunia internet adalah jaringan. Berita menyebar dari satu orang ke orang yang lain. Dari satu milis ke milis yang lain. Dari satu blog ke blog yang lain.
Situs berita semakin banyak, blog bertaburan. Orang yang kemarin baru belajar internet, jadi bingung mau mengakses situs/blog yang mana.
Kekhawatiran basbang membuat informasi jadi terhambat. Biyarin basbang, baru tahu itu sah-sah aja. Tapi jangan terlalu basbang, kalau terlalu basi perlu di”scan” dengan anti-basbang.
Bila mendapat informasi baru dan sudah ada yang pernah nulis, berikan referensi atau paling tidak quicklinks, agar teman-teman lain yang kuper, menjadi tahu melalui blog Anda.

Sebutan untuk ‘orang’ yang basbang apa ya?
Mas Bambang? Gaptek? Kuper? Gak Gaul? Basbang sebasbang-basbangnya?
Tidak setiap orang selalu update menerima informasi setiap hari dari berbagai macam situs (internet mahal men…). Padahal, telat satu hari saja, berita baru sudah terlewatkan dan diganti dengan berita yang lebih baru.

Sebuah berita mempunyai topik, kategori, atau tag. Dan tidak mungkin setiap hari saya membaca topik-topik tentang teknologi, infotainment, olahraga, politik, wordpress, java, piala dunia, atau pay pal (mungkin itu kesalahan saya, hingga akhirnya saya jadi basbang :D).

Saat saya memerlukan informasi tentang sesuatu, barulah saya mulai mencari. Dan gak ada salahnya kalau saya menulis tentang apa yang “baru saja terjadi”.

Contoh kasus Basbang
Gara-gara bermain imvu dan tertarik untuk ikutan jadi developernya, sampailah ke topik Pay Pal.
Untuk menjadi developer imvu, username/avatar yang telah kita daftarkan secara gratis, harus dibeli lebih dulu. Dan untuk membelinya, berbagaimacam pilihan media pembayaran disediakan, salah satunya Pay Pal (karena saya gak punya kartu kredit :().

De javu, teringat masa lalu. Sekitar tahun 2002-2003 saya pernah menjadi pengguna e-currency untuk beberapa “mata uang”. Dan sudah jelas waktu itu Pay Pal tidak mau menerima orang Indonesia!!! Karena masih penasaran dengan Pay Pal dan ingin tahu perkembangannya, saya tanya ke paman google.
paypal.gif

Dari hasil pencarian, saya tertarik dengan tulisan dari blog thegadget yang menulis tentang Tidak Ada Indonesia di PayPal, karena ditulis baru satu bulan yang lalu. Setelah saya baca, yah… basi!

Yang menarik adalah komentar-komentar untuk postingan tersebut. Komentator pertama menulis satu baris, “*gag tega mo nulis basbang… he he he*“. Kalau yang dimaksud basbang adalah tentang ‘tak ada Indonesia di PayPal’, memang basi bagi saya (belum tentu bagi orang lain, terutama thegadget). Tapi kalau yang dimaksud dengan petisi onlinenya, saya juga baru tahu.
basbang.gif
Semakin tahu karena komentator ke-2 dapat memberikan komentar yang bijak: “Petisi seperti itu sudah ada, Mas. Lihat saja di: hatetepe…”. Tidak sekedar ngomong basi, tapi mengarahkan ;)

Kalau posting seperti ini berada di halaman depan Google, bukankah setiap orang yang mencari informasi serupa akan terjerumus dalam kebasian? Tidak juga, berkat adanya komentar-komentar dalam postingan tersebut. Blog memang oye… apalagi kalo boleh kasih komen ;)

Berita lama bisa dibilang basi. Tapi bisa jadi berita lama akan menjadi koleksi sejarah dan harta karun.

Post yang berhubungan:

6 Komentars »

  1. Lho, kan, udah dijelasin di [theGadget!] kalau posting itu memang basbang. Saya tidak menghapusnya karena itung2 sebagai dokumentasi. Sebetulnya tidak ada masalah dengan basbang atau tidaknya, yang penting tergantung moment dan angle-nya.

    Btw, kenapa ini baru Anda tulis sekarang ( “This entry was posted on Friday, July 14th, 2006 at 6:46 pm” )… basbang juga kan?

    Komentar oleh Budi Putra — Juli 14, 2006 @ 6:57 pm

  2. hehe… maap kalau kurang berkenan. pisss……
    saya sendiri sebenarnya gak suka dengan istilah basbang (di tempat yang tidak tepat).

    Baru saya tulis sekarang karena nemu kata-kata basbang di komentar postingan Anda (saya nemu posting tsb dari hasil googling), jadi… pengen nulis tentang anti-basbang.

    Bukan bermaksud untuk membasbangi postingan Anda, tapi saya pake sebagai contoh adanya orang yang pake kata basbang ;)

    Sori kalo ada “trackback” ke postingan tersebut, peace ah…!!!

    Komentar oleh mbro — Juli 14, 2006 @ 9:39 pm

  3. Hahahahaaha… pak budi putra merasa dibasbangi…

    –budiw

    Komentar oleh budiw — Juli 15, 2006 @ 9:10 am

  4. huehehehehe….
    dia : MALU KAMU!!! MALU!!!™
    saya : Ape lu? ha??? Ha??? HA???™

    piss men :D

    Komentar oleh silent — Juli 15, 2006 @ 1:36 pm

  5. kalo di id-gmail mah dibilang basbang aku masih tetep lanjutttt, peduli amat, so what swgtl :P
    hihihihi…..

    Komentar oleh pika — Agustus 19, 2006 @ 6:01 pm

  6. tealt ato basbang gak pa=pa ya?
    lg hadapain hal yang sama, soalnya perlu banget(urgent) mo daftar di account pay pal
    so teach me pls
    and pisss mbro

    Komentar oleh bintangpilemindia — April 14, 2007 @ 11:18 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

37 queries. 0,370 seconds. Didukung oleh WordPress