Perasaan belum lama aku nulis posting tentang “ujian hosting servlet”. Eh, ternyata sudah dua minggu…
hm, waktu memang relativ…
btw, eniwe, baswey… keinginan untuk menyelesaikan TA membuat lupa segalanya. Termasuk lupa ngerjakannya… 

Nah… ini baru OK! biar gak sembarangan ndaptar, setiap anggota baru harus diuji dulu. Ujian itu berlaku bila ingin memperoleh account hosting servlet gratis di MyJavaServer.
Ujiannya lumayan juga
jadi teringat masa lalu. Kelihatannya sulit, tapi ternyata simple. Hanya perlu ketelitian yang lebih.
Pertama coba ngoding langsung dari textareanya, tapi ternyata eh ternyata… halaman (signup) secara otomatis meng-compile kode program bila terdapat perubahan dalam textarea.
Setelah 21 kali compile dan 9 execute akhirnya lolos juga ujian untuk mendapatkan hosting servlet gratis. Alhamdulillah.
baca selengkapnya…
Seperti halnya virus yang ada anti-virusnya, tentu sebaiknya ada anti-basbang. Tips dan trik untuk menghindari “penyakit” basbang:
- Sebelum menuliskan informasi yang dikhawatirkan basbang, sebaiknya konfirmasi dulu ke paman Google.
- Kalau masih belum yakin, silahkan cari di aggregator warga id-gmail, bila tidak ada, 68% tulisan Anda tidak basbang.
- Pastikan bahwa Anda berlangganan “koran aggregator” agar tidak basbang.
- Tidak usah takut basbang bila ingin menulis diary atau log untuk Anda pribadi. Kecuali anda punya penyakit de javu.
Apa sih Basbang?
ngomongin basbang? basi banget ah…
:D
Basbang merupakan istilah untuk menyatakan bahwa informasi yang disampaikan (melalui blog atau media lain, disebutkan Kompas dan Detik) adalah BASI BANGET.
baca selengkapnya…
Kamis Legi, 13 Juli 2006 @ 9:13 pm
barusan dikasitau ririn ada program imvu.

Kejadian itu membuat Bai jengkel, marah, putus asa, malu, dan tak ingin lagi berada di situ. Di rumah, di kampus, di warung-warung, bahkan di dunia maya.
Bai sudah tak ingin mengingat lagi kejadian itu, dan semua orang!!! Bai merasa putus asa, ingin mati… tapi tidak ada keberanian untuk mengakhiri hidupnya. Kalaupun ada alat atau obatnya, Bai ingin menghapus memorinya.
Jiwa yang labil membawanya pergi dari rumah. Berbekal tas ransel dengan beberapa potong baju, PDA, MP3 player, dan uang 75.000 yang masih tersisa di dompetnya. Hmmm… mau piknik apa minggat, ya…
baca selengkapnya…