Minggu Wage, 7 Mei 2006 @ 6:28 pm
Yang namanya internetan dari warnet, kita gak bisa pilih spek komputer sempurna sesuai dengan keinginan kita. Dan biasanya, karena sering gonta-ganti pasangan, komputer tersebut jadi mudah terkena penyakit.
Salah satu penyakit dari komputer yang sedang saya gunakan saat ini, mousenya gak enak, gak nyaman. Tombol klik kirinya udah lembut banget. Jadi gak manteb kalau di click. Tapi yang kanan masih ok, tuh!
Untungnya, satpam komputer ini tidak begitu galak. So, Buka kontrol panel, pilih Mouse, trus pilih opsi Left-Handed. Klik Apply dan atau OK.
Jadi deh, bisa ngeklik dengan nyaman. Cuman, buat sebagian orang yang sudah terbiasa dengan klik kiri sebagai tombol mouse utama, akan sedikit kesusahan. Hanya masalah kebiasaan. Demikian juga saya. Gak terbiasa mode left-handed.
Tapi, anggap saja ini GAME, untuk menguji konsentrasi dan kemampuan beradaptasi dengan hal diluar kebiasaan. Jadi, masalah mouse… gak masalah
:D 
Gunung berapi unjuk gigi. Mayangsari ingin pindah rumah. Wajah Lisa masih “belum jelas”. Wonosobo: markas teroris diserbu, dua orang meninggal dunia. Tuban: Markas bupati diserbu ;), bangunans dibakar. Ulang tahun extravaganza, semua orang menontonya. Ulang tahun buruh sedunia, demo buruh senusantara. Ulang tahun Ki Hajar Dewantoro, ada yang memperingatinya gak ya?
Mungkin sebagian orang beranggapan: buat apa merayakan hari pendidikan? Gak perlu deh, wong hasilnya aja gak jelas! Semboyan pendidikan yang semua orang tahu kata-katanya, tapi belum tahu maknanya, “Tut Wuri Handayani”, adalah penyebab ketidakmajuan pendidikan di republik BBM ini.
Bagaimana tidak, mereka melupakan rangkaian lengkap semboyan tersebut, dan hanya mengaplikasikan “Dibelakang, memberi dukungan”.
Semua orang berlomba-lomba memberi dukungan. Memberi dukungan dengan ngoceh saja ngoceh sini. Tidak ada yang memberi contoh melalui sebuah karya (ing madyo mangun karso sung tulodho). Jadinya, semua cuman bisa omong kosong doang. Buktinya, lebih banyak yang bisa ngomong kosong daripada yang berprestasi. Lebih banyak demo, daripada kejuaraan. Lebih banyak majalah porno, daripada majalah pendidikan!!!
Pandangan yang tidak objektif, ya? biyarin…
Selasa Wage, 2 Mei 2006 @ 12:07 pm
Hari ini, aku harus menyelesaikan desain sistem untuk salah satu clientku. Sebenarnya, desain ini untuk keperluan internal development, tapi manfaatnya lainnya, digunakan sebagai pelaporan kepada client, agar dapat mengetahui progressnya.
Membuat desain sistem tidaklah gampang. Mungkin, itulah alasannya mengapa harus ada analis dan programmer. Memang, secara teori software development, akan ada banyak pihak yang terlibat, seperti: customer, end-user, tester, programmer, documentator, analyst, dan lain sebagainya. Tapi kenyataannya, di republik BBM ini, masih banyak yang belum memahami perlunya peran masing-masing pihak tersebut. Akibatnya, semua tugas diatas dikerjakan oleh satu orang. Dan… itulah yang saya alami.
Inginnya membuat software yang ideal, tapi kenyataannya, tidak didukung dengan sumber daya yang ideal. Perusahaan (atau client) menginginkan software yang bagus, tapi tidak mau mengeluarkan banyak uang. Mereka belum mau memahami dan menghitung nilai manfaat, terutama yang intangible. Jadinya… “ya Allah, berikanlah kesabaran dan kekuatan iman kepada ku dan mereka semua”. Hehe, gak usah banyak ngomel, yang penting dikerjakan dulu. Bila mereka dapat terpuaskan dengan hasil kerja kita, barulah kita kasih “PENDIDIKAN” tentang software development
Yah… yang namanya pendidikan, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Bayangkan saja, mulai jaman Ki Hajar Dewantoro sampai sekarang, pendidikan di Indonesia masih belum matang. Perlu berpuluh-puluh tahun bahkan hampir satu abad!!! mana hasil dari “Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”???
Oh, iya… sekarang hari pendidikan ya. Selamat hari pendidikan… eh, mau ngucapkan ke siapa ya? gak jadi ah. Gak jadi selamat hari pendidikan.