General Manager

Jumat Wage, 12 Mei 2006 @ 7:48 am Label:

Dalam satu bulan terakhir ini saya bertemu dengan beberapa GM atau pimpinan perusahaan. Bila dilihat dari nilai assetnya, perusahaan-perusahaan ini dapat disebut sebagai perusahaan atau industri menengah. Tapi bukan masalah besar kecilnya perusahaan yang ingin saya tuliskan disini, melainkan tentang “how to be a leader”.

“seorang pimpinan harus bisa menjadi penengah yang bijak”

Saat melakukan rapat proyek antara konsultan dan staff perusahaan yang bersangkutan dengan proyek, dan kebetulan dihadiri oleh GMnya, saya bisa melihat peran seorang pemimpin yang pantas untuk menjadi pemimpin di perusahaan tersebut.

GM pertama yang saya temui, kebetulan menguasai permasalahan yang sedang kami bicarakan. Karena ide dasar pengembangan proyek berasal dari beliau. Jadi, saat saya sedang membicarakan sebuah topik dan kemudian terjadi diskusi yang “tidak nyambung”, beliau langsung meng-cut dan menjelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman dalam topik yang dibicarakan tadi. Bahwa topik A yang saya maksud, ternyata tidak sama dengan topik A yang ditanggapi oleh staff.

Saya memang belum menguasai secara mendalam kondisi perusahaan tersebut, dan ibu yang berdiskusi dengan saya tadi, mengarahkan pembicaraan ke hal-hal lain yang tidak saya ketahui, tanpa menjelaskan sebelumnya.
Dengan cermat, pimpinan dapat menangkap terjadinya kesalahpahaman. Dan akhirnya, kecerewetan ibu tadi bisa dihentikan. Entah karena takut pada pimpinannya, atau memang menyadari kesalahannya.
Hmmm, nyaman sekali berdiskusi dengan orang (leader) seperti ini.

GM yang kedua, di proyek lain, sebenarnya tidak begitu menguasai permasalahan. Karena orang ini baru masuk ke perusahaan setelah proyek berjalan.

Meski kontrak proyek telah dia pelajari, menurut saya, beliau belum memahami secara detil tahapan dan isi pengembangan proyek.
Namun, saat mengikuti diskusi untuk memutuskan Person-in-charge (PIC) yang akan dilibatkan dalam proyek, melalui pengamatannya, beliau dapat memutuskan person-in-charge dengan baik, diluar dari apa yang telah diusulkan oleh project manager saya, ataupun alternatif lain yang diusulkan oleh staff perusahaan tersebut.
Dan bukan karena posisinya yang lebih tinggi, memang setelah melakukan diskusi yang sedikit alot dan GM memberikan penjelasan (dengan cara yang santun), cukup masuk akal bila menggunakan PIC yang diusulkan oleh pimpinan tadi. Permasalahan selesai.
Saya mengamati, meski GM yang satu ini tidak menguasai secara detil permasalahan, namun dengan kemampuan analisanya, dapat memberikan solusi dengan cepat.
Meski masih muda, beliau dapat menjadi pimpinan yang bijak. Yang akhirnya, project manager saya mengalihkan lobi ke GM baru ini sebagai kendali keputusan proyek dari orang (staff) sebelumnya yang dikenal rewel.

Kode Etik Pimpinan
Entah apakah orang-orang ini (GM atau pimpinan) menggunakan kode etik sebagai seorang pemimpin (ada gak ya kode etiknya?), atau memang dari sifat dasar mereka masing-masing, sehingga sampai pada posisi Top Management.
Seorang Pimpinan, General Manager, ataupun Direktur Utama memang bukan satu-satunya pengambil keputusan. Masih ada komisaris atau pemilik perusahaan yang dapat mengendalikan mereka. Tapi, seorang pemimpin yang baik, adalah seorang yang bijak yang dapat mendengarkan suara dari staff maupun pihak lain, dan tidak semata-mata untuk “menyalurkan aspirasi” pemilik perusahaan, yang bisa saja menekan karyawannya. Terkadang, pemimpin seperti ini dipilih bukan karena murni kemampuan manajerial, tetapi lebih cenderung dapat dikendalikan oleh pemilik perusahaan (atau sebagian besar seperti ini ya???).
Saya pernah juga menemui perusahaan, yang salah satu visinya adalah “meningkatkan kesejahteraan pemegang saham”. Hmmm, mungkin sekilas tidak ada masalah, tapi, dalam item visi-misinya, saya tidak menemukan keseimbangan. Tidak ada statemen yang menyebut karyawan. Bukankah seharusnya “meningkatkan kesejahteraan pemegang saham dan karyawan?”. Wah-wah, kalau begini kasihan karyawannya dong… diplekotho oleh perusahaannya!!! Meski Direktur utamanya cukup bagus, dalam penilaian saya, visi-misi seperti ini menghilangkan respect terhadap perusahaan tersebut.

Pantaskah menjadi seorang pemimpin?
Masih ada lagi, Pimpinan yang ketiga. Kalau yang ini mungkin belum bisa disebut sebagai General Manager atau direktur utama, karena perusahaanya masih kecil. Tapi, rencananya dalam waktu dekat akan membentuk Perseroan Terbatas (PT).
Orang yang ketiga ini, saya rasa belum memiliki kemampuan seperti dua orang sebelumnya. Beliau tidak bisa mendengar suara dari bawah. Jangankan karyawan, orang yang bukan karyawannya pun, diperlakukan “semena-mena”. Memang sih tidak terlihat kasar, tapi dari caranya berbicara dengan orang lain, terlihat kurang menghargai.

Meskipun secara finansial mampu untuk mendirikan perusahaan, tapi bila tidak didukung dengan kemampuan “to be a leader”, saya rasa perusahaan tidak akan dapat berjalan dengan baik. Bisa survive saja sudah bagus. Orang yang bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh orang seperti ini adalah orang yang bekerja karena kebutuhan (terutama finansial), bukan karena loyalitas.

Yah… bagaimanapun, seorang pimpinan, direktur utama, atau general manajer mempunyai peran penting dalam perusahaannya. Besar tanggung jawabnya tidak terletak pada jumlah karyawan, melainkan besarnya aset yang harus dikelolanya. Untuk mengelola aset ini, diperlukan kemampuan manajerial dan pengambilan keputusan yang tepat. Bila tidak, kalaupun toh tidak bangkrut, perusahaan bisa eksis saja sudah bagus. Tidak bisa berkembang.

hmmm… kapan ya, saya jadi pimpinan? =))

Post yang berhubungan:

3 Komentars »

  1. loh kan sudah mbro…
    jadi pimpinan rumah tangga… :)

    –budiw

    Komentar oleh budiwijaya — Mei 12, 2006 @ 2:27 pm

  2. keluh kesah karyawan dan hubungannya dengan pimpinan

    Hm.. membaca postingannya mbro, jadi teringat sebuah email di milis kantorku.com. ini emailnya:
    ——————————————————–
    Selamat sore
    Teman-teman KANTORKU.COM, hari ini merupakan hari terakhir saya berkarya di KANTORKU.COM,

    Lacak balik oleh budiwijaya.or.id — Mei 12, 2006 @ 2:51 pm

  3. suatu pandangan yg bagus!!
    membuka pikiran para manager2 ato org2 yg ingin menjadi manager..

    nice…

    Komentar oleh daewante — Juli 14, 2007 @ 7:14 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

38 queries. 0,281 seconds. Didukung oleh WordPress