Pemanasan dengan menulis

Selasa Wage, 2 Mei 2006 @ 12:07 pm

Hari ini, aku harus menyelesaikan desain sistem untuk salah satu klienku. Sebenarnya, desain ini untuk keperluan internal development, tapi manfaatnya lainnya, digunakan sebagai pelaporan kepada client, agar dapat mengetahui progressnya.
Membuat desain sistem tidaklah gampang. Mungkin, itulah alasannya mengapa harus ada analis dan programmer. Memang, secara teori software development, akan ada banyak pihak yang terlibat, seperti: customer, end-user, tester, programmer, documentator, analyst, dan lain sebagainya. Tapi kenyataannya, di republik BBM ini, masih banyak yang belum memahami perlunya peran masing-masing pihak tersebut. Akibatnya, semua tugas diatas dikerjakan oleh satu orang. Dan… itulah yang saya alami.

Inginnya membuat software yang ideal, tapi kenyataannya, tidak didukung dengan sumber daya yang ideal. Perusahaan (atau client) menginginkan software yang bagus, tapi tidak mau mengeluarkan banyak uang. Mereka belum mau memahami dan menghitung nilai manfaat, terutama yang intangible. Jadinya… “ya Allah, berikanlah kesabaran dan kekuatan iman kepada ku dan mereka semua”. Hehe, gak usah banyak ngomel, yang penting dikerjakan dulu. Bila mereka dapat terpuaskan dengan hasil kerja kita, barulah kita kasih “PENDIDIKAN” tentang software development ;)

Yah… yang namanya pendidikan, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Bayangkan saja, mulai jaman Ki Hajar Dewantoro sampai sekarang, pendidikan di Indonesia masih belum matang. Perlu berpuluh-puluh tahun bahkan hampir satu abad!!! mana hasil dari “Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”???
Oh, iya… sekarang hari pendidikan ya. Selamat hari pendidikan… eh, mau ngucapkan ke siapa ya? gak jadi ah. Gak jadi selamat hari pendidikan.

Post yang berhubungan:

  • No Related Post

3 Komentars »

  1. Iyo tah mas saiki hari pendidikan? Kok nggak ada demo pelajar kayak hari buruh kemarin :p

    Komentar oleh dicky — Mei 2, 2006 @ 9:25 pm

  2. Masa iya gak ada yang ngerayain hari pendidikan? Pelajar-pelajar masih mengadakan upacara sampek ada yg pingsan-pingsan gitu :p. Di berita-berita TV aja sudah bolak-balik mengabarkan kondisi kritis mutu pendidikan tanah air sebagai ungkapan “mengingat” arti penting pendidikan. Bahkan ada partai tertentu yang memberikan berbagai penghargaan/hadiah kepada guru-guru, atau guru-guru bantu di hari pendidikan diakui sebagai guru tetap.

    Mungkin ritual di atas masih dianggap kurang bernilai.
    Tapi, anda masih punya teman untuk mengucapkan “Selamat Hari Pendidikan” bukan? :)

    Komentar oleh nikenike — Mei 4, 2006 @ 11:12 am

  3. #1 Jare sopo gak ono seng demo? Yang tugas dikumpulkan waktu UTS? Trus yang TA?

    Komentar oleh abud — Mei 5, 2006 @ 5:51 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

23 queries. 0,373 seconds. Didukung oleh WordPress

Loading