Gara-gara Tut Wuri Handayani
Gunung berapi unjuk gigi. Mayangsari ingin pindah rumah. Wajah Lisa masih “belum jelas”. Wonosobo: markas teroris diserbu, dua orang meninggal dunia. Tuban: Markas bupati diserbu ;), bangunans dibakar. Ulang tahun extravaganza, semua orang menontonya. Ulang tahun buruh sedunia, demo buruh senusantara. Ulang tahun Ki Hajar Dewantoro, ada yang memperingatinya gak ya?
Mungkin sebagian orang beranggapan: buat apa merayakan hari pendidikan? Gak perlu deh, wong hasilnya aja gak jelas! Semboyan pendidikan yang semua orang tahu kata-katanya, tapi belum tahu maknanya, “Tut Wuri Handayani”, adalah penyebab ketidakmajuan pendidikan di republik BBM ini.
Bagaimana tidak, mereka melupakan rangkaian lengkap semboyan tersebut, dan hanya mengaplikasikan “Dibelakang, memberi dukungan”.
Semua orang berlomba-lomba memberi dukungan. Memberi dukungan dengan ngoceh saja ngoceh sini. Tidak ada yang memberi contoh melalui sebuah karya (ing madyo mangun karso sung tulodho). Jadinya, semua cuman bisa omong kosong doang. Buktinya, lebih banyak yang bisa ngomong kosong daripada yang berprestasi. Lebih banyak demo, daripada kejuaraan. Lebih banyak majalah porno, daripada majalah pendidikan!!!
Pandangan yang tidak objektif, ya? biyarin…



Pendidikan gratis itu absurd…tapi paling cocok dijadikan pendulang suara waktu pilkada….
Komentar oleh windra — Juli 5, 2008 @ 1:04 pm