[Tombo Kangen] MBro Mind Games

Jumat Legi, 10 Maret 2006 @ 8:51 pm

Hoyle Word Games dan Hoyle Board Games, dua game “lawas” yang saya sukai, dan sering saya mainkan akhir-akhir ini. Word Yach dan Word Search di HWG dan Chess dan Master Match di HBG.
Nah… karena sudah capek alias bosen nge-game dan tiba-tiba pengen ngoding (problem-solving-type), alias kangen dengan masa lalu… aku bikin MBro Mind Games.

Semula pengen bikin program untuk memecahkan kombinasi warna saja, tapi karena sudah habis waktu saya untuk online di internet, tulisan ini mau saya lanjutkan nanti.
Coba-coba aja game buatanku. PASTI DEH!!! bingung… :D

I’m back…

Jumat Legi, 10 Maret 2006 @ 8:22 pm

lama dah gak posting. Selain karena males nulis dan repot yang lain, juga karena akses internet yang gak friendly. Tapi setelah lihat tulisans temans di sindikat, jadi agak sedikit semangat lagi untuk nulis. Sebagai pembuka, aku buat game pake JavaScript campur AJAX…

Sebuah Pengantar

Jumat Legi, 10 Maret 2006 @ 8:15 pm

Bekerja sebagai karyawan adalah sebuah pilihan. Bagi seorang yang memilih jalur ‘aman’, profesi sebagai karyawan adalah pilihan yang nyaman. Lain dengan seseorang yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang yang bebas! Bebas membuat keputusan atau bebas melakukan sesuatu (bekerja) tanpa adanya tekanan dari atasan. Bekerja sendiri (self-employee) dengan “menjual” skill maupun membangun kegiatan usaha, juga sebuah pilihan.

Namun, tidak semudah membalik telapak tangan untuk menjadi seorang wirausahawan. Diperlukan ketrampilan, pengetahuan, kemampuan finansial, pemasaran dan manajemen untuk menjadi seorang business-owner.

Dan, ada pilihan yang lainnya, menjadi seorang karyawan sekaligus wirausahawan. Karyawan yang memiliki bisnis sampingan (side job), atau seorang wirausahawan yang mempunyai ’sidejob’ sebagai karyawan :D

Mengapa seorang karyawan (yang telah mendapat penghasilan tetap dari perusahaannya) mempunyai bisnis sampingan? secara garis besar ada dua kemungkinan, yang pertama karena jiwa usaha dan kreatifitas yang dimiliki karyawan tersebut. Yang kedua, karena penghasilan yang diperoleh dari pekerjaannya, dirasa belum dapat mencukupi kebutuhan hidupnya (dan ini kelihatannya lebih dominan). Akhirnya, muncul banyak keinginan dan angan-angan untuk memiliki bisnis sendiri. Menjadi karyawan hanya sebagai batu loncatan.

Apakah cukup dengan keinginan, cita-cita, dan angan-angan? oh… tentunya tidak sesederhana itu :D Lalu, apa yang harus saya/kita/kami/Anda lakukan?

*) sebuah pengantar untuk “proposal” bisnis di salah satu komunitas saya :D

21 queries. 0,258 seconds. Didukung oleh WordPress