Tanggapan tentang: UML gak friendly!

Selasa Pahing, 21 Maret 2006 @ 9:50 pm

sebenarnya ingin memberikan komentar di blognya nike tentang UML gak friendly!. Tapi, karena terlalu panjang, akhirnya tak tulis di blog ini.


Cuman, desain yang asalnya ditujukan untuk menyeragamkan dokumentasi sistem ternyata membawa persepsi yang berbeda di lingkungan analis dan programmer :p

persepsi yang berbeda timbul karena belum seragam. Dan tujuan dari desain itu belum tercapai kalau masih timbul persepsi yang berbeda. Bagaimana kalau terus-terusan muncul persepsi yang berbeda? berarti semuanya gak ngerti UML yang sebenarnya? trus… ya gak usah pake UML!!! termasuk dosennya!!! jangan ngajari kalau belum ngerti “tujuan dari desain” UML :D :D :D

baca selengkapnya…

DIKW Model

Selasa Pahing, 21 Maret 2006 @ 8:52 pm Label:

Baru saja posting tulisan sebelum ini, eh, ternyata… ada DIKW Model. Seperti yang tertulis di wikipedia, DIKW adalah hirarki informasi dan setiap layer melengkapi (atau menambahkan attribut dari) layer sebelumnya.

Wah-wah… wikipedia… mungkin dikau akan menjadi pengganti paman Google ku :D :D :D Soale google itu emang banyak memberikan informasi, tapi kita masih kebingungan memilah-milah… dan masih harus memfilter sendiri informasi yang benar-benar kita perlukan :(

Data, Information, and Knowledge

Selasa Pahing, 21 Maret 2006 @ 8:11 pm Label:

Ketika saya mencoba mendefinisikan kembali arti ketiga kata tesebut:

Data adalah … ? ***bingung***
Informasi (information) adalah data yang telah diproses teori kuliah
Pengetahuan adalah ? ***bingung***

Dan ternyata, menurut wikipedia, penggunaan ketiga kata tersebut banyak yang ambigu. Jadi, memang lebih nyaman bila menjelaskan arti/definisi masing-masing kata tersebut melalui kalimat atau cerita.

Padahal, setelah data, informasi (information), dan pengetahuan (knowledge) masih ada satu lagi yaitu kebijakan (wisdom). Wah… makanan apalagi ini…
baca selengkapnya…

Mengapa harddisk bisa laku keras?

Jumat Pon, 17 Maret 2006 @ 2:59 pm

Orang lebih cenderung memperbesar kapasitas harddisk mereka daripada menghapus dokumen-dokumen sampah. Ya… dokumen sampah.
Saya sendiri mempunyai harddisk 40GB (dari beberapa harddisk yang gak dipake karena sebagian besar isinya sama, tapi masih berfungsi), yang menurut saya, hampir 75% data didalamnya tidak pernah saya buka lagi.

Usia harddisk, besarnya traffic baca tulis pada sebuah harddisk, serta kecelakaan elektronik, adalah beberapa faktor yang menyebabkan orang harus membeli harddisk baru. Tapi bukan itu saja, menurut saya, tetap saja orang akan membeli harddisk baru untuk memperbesar kapasitas harddisk, yang artinya, menambah tumpukan dokumen sampah di komputer mereka.

Hmmm… sebenarnya buat apa sih mengumpulkan dokumen-dokumen sampah itu? tapi kenapa juga saya tidak mau menghapusnya? kenapa saya harus beli harddisk baru jika memang banyak dokumen yang tidak saya perlukan bisa dihapus?

Tips mengelola isi harddisk

baca selengkapnya…

SJNku sayang, SJNku Ma?ang

Jumat Pon, 17 Maret 2006 @ 2:45 pm

yah! akhirnya ada sesuatu yang bisa aku tuliskan…

Dari ringkasan tulisan saya yang akan panjang lebar ini, intinya adalah, saya senang! :D :D :D Meski, judul yang belum lengkap diatas, bisa diisi dengan huruf T atau L. Tapi yang jelas, SJN masih ada!

Semalam saya melihat dan menghadiri kegiatan ‘rutin’ Kamis malam SJN. Dan mungkin, ini adalah kunjungan pertama semenjak saya tidak lagi bekerja di kampus. Jadi, hampir satu tahun saya beredar diluar orbit galaksi SJN.

Dalam selang waktu tersebut, saya mengamati SJN sempat ’sepi’ kegiatan. Tapi melihat planning dari aktivis-aktivis SJN yang masih berada di dalam orbit, semester ini SJN akan tetap eksis.

Bagaimana SJN bisa tetap eksis?
Keberadaan SJN disini bukan lagi masalah “seleksi alam”. Menurut saya, seleksi alam berlaku bagi anggota-anggota SJN yang baru. Sedangkan eksistensi SJN ditentukan oleh anggota SJN ‘lama’ (yang telah lolos seleksi alam) dan Tim Java (yang secara formal mengelola kegiatan SJN). Bila mampu bertahan dalam waktu lebih dari satu tahun, berarti mereka telah menerapkan (salah satunya) prinsip 3K: Komitmen, Kontribusi, dan Kontinyu.
Eh ternyata, kalau dulu saya sering ngomel-ngomel tentang 3K, didengarkan juga ya… hehehe…

Trik seperti ini mirip dengan iklan. Kalimat yang berulang-ulang. Tujuannya untuk memaksa otak si penerima, agar merekam kalimat tersebut. Namun, untuk SJN, tentunya tidak sekedar ingat 3Knya, tapi memahami apa yang dimaksud dalam 3K.
baca selengkapnya…

19 queries. 0,423 seconds. Didukung oleh WordPress

Loading