Data, Information, and Knowledge

Selasa Pahing, 21 Maret 2006 @ 8:11 pm Label:

Ketika saya mencoba mendefinisikan kembali arti ketiga kata tesebut:

Data adalah … ? ***bingung***
Informasi (information) adalah data yang telah diproses teori kuliah
Pengetahuan adalah ? ***bingung***

Dan ternyata, menurut wikipedia, penggunaan ketiga kata tersebut banyak yang ambigu. Jadi, memang lebih nyaman bila menjelaskan arti/definisi masing-masing kata tersebut melalui kalimat atau cerita.

Padahal, setelah data, informasi (information), dan pengetahuan (knowledge) masih ada satu lagi yaitu kebijakan (wisdom). Wah… makanan apalagi ini…

Dulu, program komputer hanya melakukan perhitungan numerik saja. Dan berdasarkan perjalanan waktu serta perkembangan komputer yang masih mengikuti Hukum Moore, komputer sudah semakin cerdas.

Komputer tidak hanya mengolah data menjadi informasi, tapi komputer telah memiliki pengetahuan. Komputer tidak hanya memberikan informasi, tapi komputer bisa bercerita. Seandainya Anda bilang “tahukah kamu siapa Sukarno?”, komputer akan menjawab, “Sukarno yang mana? Sukarno presiden RI pertama dan pendiri PNI, atau Sukarno penulis blog yang lebih banyak membicarakan masalah pendidikan?, atau Sukarno yang lain… tolong diperjelas!”.

Ya… kira-kira seperti itu. Knowledge atau pengetahuan. Seperti halnya kita mengetahui, atau belum mengetahui, tetapi pada suatu saat nanti siap menerima pengetahuan yang baru, begitulah komputer dapat menyimpan, menambah dan menyampaikan pengetahuannya (likes human do).

Lalu, apa itu kebijakan?
Saat ini adalah era Informasi, yang sebentar lagi akan beralih ke era Pengetahuan. Lalu, setelah itu semua adalah era Kebijakan!!!! (kira-kira setengah abad lagi, lah… :D)

sistem (komputer) tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi bagaimana sebuah sistem bisa membuat kebijakan. Contoh yang paling mudah adalah kasus bisnis. Bagaimana sebuah sistem dapat membuat kebijakan untuk menentukan pembelian atau penjualan saham, dengan memanfaatkan ‘pengetahuan’nya.
Atau, bagaimana sebuah sistem dapat dengan bijak menentukan upah karyawan diatas tarip UMR, dengan tetap memberikan keuntungan maksimal kepada (pemilik) perusahaan. Bisa saja komputer memberikan solusi berupa penekanan biaya bahan baku, atau memotong alur proses produksi dengan memanfaatkan bahan baku setengah jadi (karena setelah dianalisa, banyak terjadi cacat produksi, misalnya), dan berbagai pertimbangan lain.

Tapi sebijak apapun komputer, jabatan yang paling tinggi di perusahaan adalah Direktur pelaksana. Hmm… mungkinkah komputer menjadi komisaris? bisa saja kali ye…

Post yang berhubungan:

1 Komentar »

  1. […] belajar tanpa batas « Data, Information, and Knowledge […]

    Ping balik oleh belajar tanpa batas » Blog Archive » DIKW Model — Maret 21, 2006 @ 8:52 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

40 queries. 0,287 seconds. Didukung oleh WordPress