SJNku sayang, SJNku Ma?ang

Jumat Pon, 17 Maret 2006 @ 2:45 pm

Yang perlu dilakukan
Masih banyak hal yang belum dilakukan. Tapi perlu disadari memang, tidak semudah membalik tangan. Semua itu perlu proses. Eksistensi SJN selama ini cukup dijadikan alasan untuk memaklumi kekurangan-kekurangannya. Namun ada beberapa hal yang tetap perlu diingatkan.

Riset
Riset adalah salah satu kegiatan SJN. Bila SJN sebagai media belajar Java (meski Java sebenarnya hanya sebagai topeng), maka untuk membuktikan keberhasilan pembelajaran, tentunya perlu dibuktikan “dengan sesuatu”. Entah itu melalui tulisan-tulisan tentang Java atau bahkan membangun aplikasi (yang bukan sekedar “halo dunia!”).
Ada yang nyeletuk, risetnya SJN angkatan pertama adalah regenerasi, bagaimana SJN bisa tetap eksis. ***Hahaha… boleh… boleh…*** Tapi, regenerasi kan setiap tahun pasti ada, apakah semua generasi akan melakukan riset tentang regenerasi saja? :D

Belajar Memotivasi
Motivasi! susah juga memotivasi orang. Mungkin, keberadaan aktivis-aktivis di SJN yang sekarang ini bukan karena dimotivasi, tetapi karena kesadaran masing-masing untuk tetap terus belajar. Nah… yang susah, kalau sudah gak ada yang sadar! Bagaimana kita bisa mempertahankan SJN? jawabnya adalah dengan motivasi. “Tapi memotivasi orang kan susah?!”. Pokok’e belajarlah memotivasi hahaha… mekso

Motivasi itu kan melalui lisan (atau bisa juga tulisan, tapi kurang efektif, karena banyak yang malas membaca), jadi kuncinya bagaimana Anda bisa ngomong. Lalu, apa yang harus diomongkan? Terserah, apa saja, yang penting JUJUR dan BERPIKIR POSITIF. Ceritakan semua yang Anda tahu (tentunya relevan dengan hal-hal yang berkaitan, misalnya tentang Java, atau manfaat belajar). Jangan memotivasi dengan cara membanding-bandingkan, atau menjelek-jelekkan atau melebih-lebihkan sesuatu. Orang akan skeptis dengan Anda.
Kalau meniru keyword salah satu teori belajar-mengajar, gunakan kata kunci AMBAK (Apa Manfaatnya BAgiKu kalau gak salah). Bagiku… bukan bagimu… karena setiap orang memiliki keinginan yang berbed-beda, jangan memaksakan atau mengarahkan orang lain untuk mengikuti keinginan Anda.
Lebih baik lagi kalau Anda bisa mengerti kemauan/keinginan dari orang yang Anda motivasi. Jangan diatur, tapi diarahkan. Beri dukungan, jangan dibelokkan. Kalau orangnya mbelok, ya diluruskan. Pokok’e ngoceh ae dengan PD!

akhirnya…
Komunitas seperti inilah yang saya jadikan alasan untuk menolak bekerja diluar kota ;)
Memang saya termasuk salah satu orang “yang kurang kerjaan” dengan SJN. Tetapi SJN bukan saya, dan saya tidak bisa menentukan kelangsungan hidup SJN. Saya hanya mentrigger mahasiswa untuk beraktivitas. Selebihnya dikembalikan lagi: bagaimana generasi-generasi SJN bisa ‘menafkahi’ diri sendiri, dan membesarkan ‘anak-anak’nya.

Namun, bukan juga berarti saya akan lepas tangan dengan SJN yang sekarang ini. Selama darah masih mengalir… kau tetap Indonesiaku! MERDEKA!!! loH kok…

Terima kasih buat teman-teman yang semalam telah hadir. Kalau gak salah, yang hadir: Dicky, Ririn, Indra, Jo, Aryo, Tape, Abdu, Khariz, Afif sori kalau belum ada yang disebut. Eh… yang lain sudah punya blog belum, ya?, juga buat pendatang baru: “tunggu seleksi alam!”.
Bagi teman-teman yang tidak hadir tadi malam, tetap semangat men!!!

Post yang berhubungan:

  • No Related Post

1 Komentar »

  1. Semangat!!! MERDEKA SJN!!!

    Komentar oleh Ririn — Maret 21, 2006 @ 7:04 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

33 queries. 0,262 seconds. Didukung oleh WordPress