Mengapa harddisk bisa laku keras?
Orang lebih cenderung memperbesar kapasitas harddisk mereka daripada menghapus dokumen-dokumen sampah. Ya… dokumen sampah.
Saya sendiri mempunyai harddisk 40GB (dari beberapa harddisk yang gak dipake karena sebagian besar isinya sama, tapi masih berfungsi), yang menurut saya, hampir 75% data didalamnya tidak pernah saya buka lagi.
Usia harddisk, besarnya traffic baca tulis pada sebuah harddisk, serta kecelakaan elektronik, adalah beberapa faktor yang menyebabkan orang harus membeli harddisk baru. Tapi bukan itu saja, menurut saya, tetap saja orang akan membeli harddisk baru untuk memperbesar kapasitas harddisk, yang artinya, menambah tumpukan dokumen sampah di komputer mereka.
Hmmm… sebenarnya buat apa sih mengumpulkan dokumen-dokumen sampah itu? tapi kenapa juga saya tidak mau menghapusnya? kenapa saya harus beli harddisk baru jika memang banyak dokumen yang tidak saya perlukan bisa dihapus?
Tips mengelola isi harddisk
1. Buat partisi khusus sistem operasi.
Yang paling pokok adalah partisi khusus untuk sistem operasi. Minimal ada dua partisi, yaitu untuk sistem operasi dan data. Bila menggunakan dua sistem operasi (seperti linux dan windows), maka harddisk sebaiknya dipartisi menjadi tiga bagian.
Salah satu manfaat menginstall sistem operasi pada partisi yang terpisah adalah bila suatu saat ingin memperbarui atau menginstall ulang sistem operasi, Anda tidak perlu repot-repot memilah-milah data yang tidak boleh terhapus.
Lebih mudah lagi bila Anda memanfaatkan aplikasi seperti Norton Ghost yang dapat menciptakan image dari disk/drive Anda. Caranya, setelah menginstall sistem operasi baru beserta aplikasi-aplikasi pokok yang sering digunakan, buat image dari drive sistem operasi Anda.
Dengan demikian, bila suatu saat ingin menginstall ulang (karena beberapa alasan, seperti manajemen memori yang sudah terlanjut kacau akibat banyak file yang terinstall dan tidak memungkinkan untuk uninstall satu persatu), Anda cukup melakukan restore dari image yang telah dibuat. Ini akan menghemat waktu installasi sistem operasi yang baru, karena selain menginstall sistem operasi, beberapa aplikasi default yang sering Anda gunakan sudah otomatis “terinstall”.
2. Partisi berdasarkan kategori file
Untuk data-data yang sudah terlalu besar sebaiknya perlu dikategorikan lagi dan perlu dibuat partisi tambahan seperti untuk: installer, program files/aplikasi, data, multimedia, games, dan lain-lain tergantung jenis file yang banyak Anda gunakan.
3. Hapus dokumen kembar
Mungkin Anda tidak menyadari, banyak dokumen kembar terdapat dalam tumpukan dokumen sampah di harddisk Anda. Dokumen kembar ini bisa saja terjadi bila kita sering menggunakan dokumen ini di satu komputer atau lebih. Dan suatu saat menyimpan kembali di komputer kita, namun disimpan dalam folder yang berbeda (bisa saja lupa tempat sebelumnya karena dokumen-dokumen kita tidak disusun dengan rapi).
Atau yang sering juga terjadi, bagi seorang programmer, terkadang lebih suka menyimpan kode program terbarunya dengan nama lain, karena alasan backup (agar program lama yang sudah jadi bisa dilihat kembali bila ada permasalahan di source code yang terakhir dikerjakan).
Sebenarnya permasalahan seperti ini bisa diatasi dengan CVS.
Selain karena nama file dan isi file yang kemungkinan sama, yang bisa dimaksud dengan dokumen kembar adalah installer aplikasi dengan versi yang berbeda. Sebagai contoh, Anda menyimpan installer Firefox versi 1.0.4 dan baru saja mendownload Firefox 1.5. Kemungkinan besar, Firefox versi 1.0.4 ini tidak akan digunakan lagi. Kenapa tidak dihapus saja?
Alasan menyimpan versi lama adalah bila kita belum merasa yakin dengan versi baru dan suatu saat ingin kembali ke versi lama. Namun, bila versi terbaru telah kita gunakan selama 2-3 bulan, bukankah waktu yang cukup untuk mempertimbangkan untuk menghapus versi yang lama? hhmmm… HAPUSLAH!!!
4. Flashdisk adalah harddisk kedua
Sudah punya desktop, sudah punya laptop, tapi masih saja pengen punya flashdisk. Flashdisk memang cukup menggiurkan untuk dimiliki.
Berdasarkan manfaatnya, fungsi flashdisk dibagi menjadi dua, yaitu: flashdisk yang difungsikan sebagai tempat data sementara dan flashdisk sebagai media penyimpan data utama (terutama bagi yang tidak mempunyai komputer).
Flashdisk yang portable yang dijual bak kacang goreng, adalah salah satu penyebab banyaknya data ganda, terutama untuk flashdisk yang difungsikan sebagai tempat data sementara. Kita malas untuk segera memindah ke harddisk (sebagai mendia penyimpan utama), apapun alasannya. Dan akhirnya, seperti permasalahan harddisk, kita ingin menambah kapasitas flashdisk.
So… kenapa tidak dipindah ke harddisk dan menghapus datanya?
5. Backup ke CD
Salah satu alasan mempertahankan dokumen sampah adalah karena kita berpikir bahwa suatu saat nanti kita akan memerlukan dokumen ini. Meskipun kita tidak bisa menentukan kapan waktunya.
Perlu dipertimbangkan apakah dokumen-dokumen tersebut (yang ukurannya bisa mencapai ratusan mega, bahkan giga) masih diperlukan dalam waktu dekat. Bila tidak, sebaiknya dokumen-dokumen sampah dipindah/backup ke CD.
Namun perlu diperhatikan juga alasan sebagian orang tidak mau menyimpan data secara permanen didalam CD. CD tidak dapat menjamin keselamatan data. CD mudah rusak bila tidak dirawat dengan baik. Masih lebih aman menyimpan data di dalam harddisk.
Untuk itu perlu dipertimbangkan jenis dan kualitas CD yang akan digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen sampah ini, apalagi bila dokumen tersebut termasuk dokumen yang amat sangat penting sekali
Satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyikapi permasalahan seperti ini: apapun media penyimpan datanya, seperti harddisk, CD, atau flashdisk, tetap saja memiliki kemungkinan untuk bisa rusak. Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Anggap saja sedang sial bila suatu saat dokumen yang paling penting bagi Anda tiba-tiba hilang musnah tak terselamatkan… hehe…
6. Defrag
Entah seberapa bermanfaat fungsi defrag ini, dan berapa banyak orang yang menggunakannya. Tapi, melihat tujuan dari adanya fasilitas defrag, tidak ada salahnya kalau merawat harddisk dengan cara mendefrag.
Secara fisik dokumen/file disimpan dalam track-track dan sektors harddisk. Satu file bisa saja diletakkan secara tidak berurutan (track dan sektornya). File akan dipilah-pilah untuk memenuhi sektor-sektor yang kosong agar dapat memanfaatkan space harddisk semaksimal mungkin.
Menapa ada sektor yang kosong ditengah-tengah? karena ada kemungkinan file yang telah ada sebelumnya dihapus. Bila file dihapus, maka posisi yang ditempati file tersebut akan kosong. Bila ada file baru yang akan disimpan, dan mempunyai ukuran yang lebih besar dari file sebelumnya (yang terhapus), maka file baru tersebut akan dipotong sebagian, agar dapat menempati space kosong, dan sisanya diletakkan di sektor-sektor lainnya.
Tujuan defrag adalah menyusun ulang susunan file-file yang terpecah-pecah karena kasus seperti ini. Dan diharapkan dapat memberikan space yang lebih besar setelah dilakukan proses defrag.
hmmm… mbulet, ya?
7. Kerja bakti
Akhirnya, untuk melakukan itu semua kita perlu kerja bakti. Menyusun ulang dokumen-dokumen sampah, melakukan pengkategorian, menghapus dokumen kembar, dan melakukan defrag harddisk kita.
8. Aplikasi
ini adalah solusi yang paling mudah! adakah aplikasi yang bisa memenuhi keinginan saya diatas? Atau, haruskah saya bikin programnya sendiri?! hmmm… gimana ya… males… enggak… males…. enggak…. males… enggak….
akhirnya saya cuma mikir saja, jadi apa enggak ya, bikin programnya? apa saya cuman bisa ngoceh-ngoceh melalui tulisan? hehehe…
mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil-kecil, dan mulai sekarang juga!!!


is there any one who knows any source about this subject in other languages?
Komentar oleh Yaz Okulu — Maret 7, 2008 @ 7:12 pm
salam
bpk artikel di atas sangat berguna sekali bagi saya tp saya masih belum bisa bagaimana seh mendefrag hardisk mohon kasih pencerahan tutorial ato cara mendefrag sebuah hardisk …. mohon kirim ke email saya bapak…… !!!~
awing.iwawan21@gmail.com
Komentar oleh awing — September 16, 2008 @ 12:46 am