Terapi Menulis
Sekitar bulan april yang lalu, saya membeli sebuah buku yang berjudul “Membuat Buku itu Mudah”, karangan om Hernowo, Mizan, 2004. Hampir setiap hari buku ini menemani saya dalam perjalanan muter-muter Jawa hampir satu bulan lamanya.
Masa’ sih, baca buku sampe satu bulan?! gak tau juga… tapi saya merasa enjoy membaca buku ini, meski tidak langsung tuntas.
Setelah selesai (atao belum, ya? saya lupa tuh… tapi yang jelas, ini adalah buku yang paling lusuh yang saya miliki diantara sedikit koleksi buku saya yang kebanyakan rapi-rapi, alias jarang dibaca
), buku itupun masuk kandang.
Sampai pada hari Minggu kemarin, ketika memasukkan stok buku baru, tanpa sengaja ‘menemukan’ buku ini lagi. Dari sekilas membaca isi bukunya, saya baru sadar, ternyata salah satu motivasi kuat untuk ngeblog seperti ini berasal dari tulisan-tulisan yang ada di buku itu.
Entah kenapa, selama enam bulan lebih saya tidak menyadari bahwa saya sedang dalam masa TERAPI MENULIS. Hernowo menulis, “untuk bisa membuat tulisan yang mengalir, adalah dengan kebiasaan menulis. Lepaskan masalah-masalah kualitas, hilangkan keraguan menulis, segera mulai menulis… setiap hari! apa saja! biarkan mengalir… seandainya suntuk dengan ide, buatlah tulisan macet-macet-macet berkali-kali…”, dan seterusnya.
Tapi kenapa saya bisa tidak menyadari sama sekali. Mungkin, –selain sifat saya yang mudah lupa dengan domain-domain sederhana, seperti nama orang, judul buku, definisi teoritis, syntax pemrograman, dan hal-hal sejenisnya, melainkan cukup dengan memahami makna yang terkandung didalamnya dan kemudian melebur ke dalam otak dan pemahaman saya– ketidaksadaran ini adalah hal yang wajar dimiliki setiap orang. Kita mudah terlena dan lupa tujuan semula, bila apa yang kita kerjakan sekarang terlanjur mengasyikkan.
Sebuah filem thriller terbaik sepanjang masa
Saya jadi teringat sebuah film yang SANGAT MENARIK. Salah satu film (boleh dibilang) thriller, yang dari awal sampai akhir tidak ada jeda untuk tidak berpikir. Selain tampilan visualnya yang menarik untuk diperhatikan, teka-teki didalamnya mengajak kita untuk menebak dan menduga-duga. Jawabanpun baru ditemukan diakhir cerita, dan ternyata melenceng dari semua alternatif-alternatif pemecahan saya.
Apa judulnya? sekali lagi, saya mudah lupa dengan yang namanya judul atau nama orang. Artisnya siapa, saya juga kurang ingat. Tapi alur ceritanya kira-kira begini:


