Kamis Pon, 22 Desember 2005 @ 5:03 am
Ibu
Iwan Fals
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang, untuk aku anakmu
ibuku sayang, masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
seperti udara, kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas… ibu, ibu…
ingin kudekap, dan menangis dipelukanmu
sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
lalu doa-doa, basuhi sekujur tubuhku
dengan apa ku membalas… ibu, ibu…
Kasih Ibu
ATT
Kasih ibu, kepada beta…
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi, tak harap kembali,
bagaikan surya menyinari dunia…
baca selengkapnya…
Aku punya desktop blog yang tak kasih title PLOG. Saat baca-baca tulisanku yang dulu-dulu, aku sempat kaget banget. Teks dihalaman blog tersebut terdapat shadownya. Padahal seingatku, CSS theme wordpress default tidak menyetting shadow untuk teksnya. Dan di Firefox ataupun IE belum mendukung fitur shadow ini.
Eh… ternyata setelah tak cermati (mendelik) shadow tersebut hilang dengan sendirinya. Dan ternyata… mata saya yang lelah, alias sudah capek ibnu ngantuk banget…. hehehe… kesalahan bukan pada layar monitor Anda, tapi pada MATAMU!
Sabtu Legi, 10 Desember 2005 @ 7:46 pm
Potongan syair sebuah lagu rap:
Nyamuk… nyamuk… membuatku tak bisa gemuk
nyamuk-nyamuk tak pernah mau peduli
padahal aku sudah tak tidur dua hari
aduh gimana dong, musti gimana, hey…
losion penolak nyamuk, subtitle sebuah produk anti nyamuk.
Saat berangkat ke warnet untuk cari informasi atau download sesuatu yang memang telah saya rencanakan, sampai disini, saya mempunyai tujuan. Sebut saja Tujuan A.
Lalu dimulai dari paman Google (misalnya). Nah… saat browsing-browsing itu, atau saat buka email, biasanya kita nemukan informasi yang menarik (diluar tujuan kita). Yang namanya sesuatu yang menarik, kalau ‘iman’ kita gak kuat, pasti tertarik juga, alias, kita ikuti link-link yang ada disitu.
Tak terasa, sudah satu jam saya browsing. Dan apa yang menjadi tujuan awal saya tadi belum saya kerjakan sama sekali. Padahal, sudah waktunya pulang. Duit untuk bayar warnet sudah habis. Nah lo…
baca selengkapnya…
Saat melakukan “perjalanan jauh”, saya melihat dua orang yang sedang berboncengan, mengenakan jaket yang sama. Dibelakang jaket itu ada tulisan nama persatuan sepak bola (kira-kira baru di divisi satu). Kelihatannya, mereka sedang melakukan perjalanan jauh juga. Dari satu kota ke kota lainnya. Usianya mungkin sudah tidak remaja lagi, perkiraan, diatas 25 tahun. Tapi, kenapa mereka masih bersemangat dengan “sepak bola”nya? Meski profesi sebagai pemain sepak bola di Indonesia bukan profesi yang menjanjikan, mungkin mereka mempunyai tujuan lain dan cita-cita yang tidak kita ketahui.
Sesemangat itukah mereka? ngoyo-ngoyo melakukan perjalanan jauh… atau sudah berputus asa dengan lowongan pekerjaan lain yang tak kunjung diperolehnya?
Saya tidak ingin ngrasani para pemain sepak bola, tapi ingin menulis tentang cita-cita, yang serupa tapi tak sama.
Ada tiga anak kecil, sama-sama penggemar sepak bola. Ketika ditanya “apa cita-citamu nak?”, anak yang pertama menjawab, “saya ingin jadi pemain sepak bola”. Dua anak lainnya hampir bersamaan menjawab, “Saya juga!!!”.
Lalu, ketika pertanyaan itu dilanjutkan, baca selengkapnya…