<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Kematian</title>
	<link>http://mbro.belajar.net/2005/11/17/kematian/</link>
	<description>untuk kesekian kalinya</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 21:16:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
		<item>
		<title>Oleh: BU FAADJAR</title>
		<link>http://mbro.belajar.net/2005/11/17/kematian/#comment-14876</link>
		<dc:creator>BU FAADJAR</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 13:06:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://mbro.belajar.net/2005/11/17/kematian/#comment-14876</guid>
		<description>kematian memang selalu ada. dimana dan siapapun.gak pandang bulu, baik orang miskin, kaya, kecil, dewasa, tua, muda,dll.kita harus sanggup mengahadapi.memang sulit melupakan orang yang kita sayangi meninggalkan kita begitu cepat.bagaimanapun kita harus ikhlas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kematian memang selalu ada. dimana dan siapapun.gak pandang bulu, baik orang miskin, kaya, kecil, dewasa, tua, muda,dll.kita harus sanggup mengahadapi.memang sulit melupakan orang yang kita sayangi meninggalkan kita begitu cepat.bagaimanapun kita harus ikhlas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: BlackManta</title>
		<link>http://mbro.belajar.net/2005/11/17/kematian/#comment-380</link>
		<dc:creator>BlackManta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2005 08:24:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://mbro.belajar.net/2005/11/17/kematian/#comment-380</guid>
		<description>Tidak usah sedih, make yourself prepared. Seharusnya kita bahagia disaat Dia memanggil kita untuk menghadap-Nya. Begitupun apabila kerabat kita dipanggil, kita harus sadar bahwa beliau lebih cinta &#38; rindu pada-Nya daripada sama kita. Aku juga baru sadar waktu kehilangan seorang teladan dalam keluarga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak usah sedih, make yourself prepared. Seharusnya kita bahagia disaat Dia memanggil kita untuk menghadap-Nya. Begitupun apabila kerabat kita dipanggil, kita harus sadar bahwa beliau lebih cinta &amp; rindu pada-Nya daripada sama kita. Aku juga baru sadar waktu kehilangan seorang teladan dalam keluarga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
