Kematian
Seorang bayi tanpa dosa, meninggal dunia saat persalinan. Anak balita yang sedang lucu-lucunya, meninggal dunia karena flu burung. Seorang pemuda gagah perkasa, meninggal dunia karena kecelakaan. Seorang bapak usia sebaya, meninggal dunia dengan tenang selesai sholat subuh. Seorang nenek usia senja, meninggal dunia setelah menderita sakit selama berpuluh-puluh tahun.
Kematian datang tanpa kompromi, tidak mengenal usia. Tidak diukur berdasarkan waktu, seperti halnya baterai handphone yang bisa habis setelah 4 jam bicara. Bisa saja saya yang masih sehat wal’afiat saat posting tulisan ini, lalu dipanggil untuk menghadapNya.
Apa yang sudah saya siapkan? amalan apa saja yang telah saya lakukan? tanggung jawab apa saja yang belum saya kerjakan? ada apa setelah kematian?



Tidak usah sedih, make yourself prepared. Seharusnya kita bahagia disaat Dia memanggil kita untuk menghadap-Nya. Begitupun apabila kerabat kita dipanggil, kita harus sadar bahwa beliau lebih cinta & rindu pada-Nya daripada sama kita. Aku juga baru sadar waktu kehilangan seorang teladan dalam keluarga
Komentar oleh BlackManta — Nopember 21, 2005 @ 3:24 pm
kematian memang selalu ada. dimana dan siapapun.gak pandang bulu, baik orang miskin, kaya, kecil, dewasa, tua, muda,dll.kita harus sanggup mengahadapi.memang sulit melupakan orang yang kita sayangi meninggalkan kita begitu cepat.bagaimanapun kita harus ikhlas.
Komentar oleh BU FAADJAR — Januari 12, 2008 @ 8:06 pm