Belajar dari Pengalaman

Kamis Pon, 17 Nopember 2005 @ 12:29 pm Label:

Orang yang pandai dan bijaksana akan belajar dari pengalaman orang lain. Orang yang pandir dan dungu mengira hanya bisa belajar dari pengalamannya sendiri.

Otto V. Bissmark

Pengalaman itu mahal harganya, kalau mau pengalaman yang murah, belajarlah dari pengalaman orang lain.

Otto Van MBro ;)

Di usia 15 tahun, pikiran saya sudah condong kepada pembelajaran. Ketika usia saya sudah 30 tahun, saya capai hasil-hasil yang tak seberapa. Baru diusia 40 tahun lah keraguan saya hilang. Di usia 50 saya dapatkan pemahaman tentang operasi dan transformasi ruang dan waktu. Di usia 60, pengetahuan bisa keluar masuk kepala saya tanpa hambatan. Diusia 70, akhirnya saya capai suatu kondisi di mana pikiran dan tubuh saya benar-benar sejalan, ketika apa yang saya lakukan secara spontan tidak melanggar aturan, dan saya tidak berbuat salah

Confusius, pendidik terbesar di Tiongkok

Entah kenapa, (kebanyakan) orang bisa berkata bijak dan berpikir arif ketika usia senja. Apakah memang harus memakan waktu berpuluh-puluh tahun untuk bisa menemukan ‘jati diri’ dan kebenaran? Apakah harus menunggu usia senja agar dapat berpikir ‘dewasa’?

Seandainya saja generasi muda sekarang ini mau belajar dari ‘orang-orang terdahulu’. Bayangkan apa jadinya dunia ini?

Sebagai contoh, meski Confusius butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk belajar (belajar tanpa batas usia), bukan berarti kita juga memerlukan waktu yang sama untuk mempelajari dan memahami apa yang telah di’cari’ Confusius.
Dengan demikian, satu orang yang belajar dari sepuluh kepala, minimal akan memiliki sebelas pengetahuan baru.

رَبِّ زِدْنِـى عِلْمًا

“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

QS 20:114

Post yang berhubungan:

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

37 queries. 0,276 seconds. Didukung oleh WordPress