Malas bekerja
Ada teman yang minta dimotivasi agar giat bekerja, karena selama ini dia sering menyalahgunakan jam kerjanya. Wah, saya aja susah memotivasi diri sendiri, apalagi orang lain… jadi malu aku!!! Saat ini pun saya sedang belajar tentang:
“Bagaimana bisa memimpin orang lain kalau tidak bisa memimpin diri sendiri?!”
Jadi, tulisan berikut ini tak tulis untuk memotivasi diri, khususnya, saya pribadi dan mudah-mudahan bermanfaat bagi orang lain (ingat: lakukan, rasakan, bicarakan).
Kenapa kita malas bekerja?
Malas bekerja terkadang bukan karena alasan: imbalan gaji yang tidak mencukupi, beban kerja yang berlebihan, kebijakan perusahaan yang tidak menguntungkan, atau reward-punishment yang tidak sesuai. Tetapi, mungkin ada benarnya juga ya… kita malas bekerja karena alasan-alasan tersebut. Hehe… ![]()
OK, alasan-alasan itu mungkin berlaku bagi yang bekerja sebagai karyawan. Kira-kira, alasan apa yang membuat orang malas bekerja seandainya dia self-employee?
***minta bantuannya dong***
Syukur
Salah satu alasan utama mengapa kita menjadi orang yang malas bekerja (tidak giat bekerja) adalah karena kurangnya rasa syukur. Dan ikhlas. Kalau kita mau cari-cari alasan, masih banyak orang-orang yang mempunyai skill seperti kita atau bahkan lebih baik dari kita, ternyata belum mendapatkan pekerjaan, atau bekerja tidak sesuai dengan kemampuannya.
Kita selalu merasa kurang dan terus menuntut, tanpa diikuti rasa syukur. Tidak puas dengan pekerjaan, itu sah-sah aja, karena bisa memacu kita untuk bekerja (mencari atau melakukan hal yang) lebih baik. Lalu, bagaimana caranya mensyukuri pekerjaan kita?
Tanggung Jawab
Satu dari empat sifat nubuwah, yaitu: amanah, dapat dipercaya. Kita harus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Kemampuan untuk menjadi orang yang dapat dipercaya dengan mengerjakan tugas penuh tanggung jawab, manfaatnya, membuktikan kredibilitas kita sebagai pekerja.
Kebiasaan amanah ini tidak hanya berlaku di pekerjaan saja. Bila kita telah merasa menjadi orang yang amanah, maka buktikan dipekerjaan! Bila kita membiasakan diri dan belajar amanah melalui pekerjaan, maka akan terbawa ke watak dan kehidupan kita sehari-hari. Enak, kan… belajar mensyukuri dan mensyukuri belajar.
Waktu Luang
Kalau sudah menyelesaikan tugas kita, terkadang masih ada waktu luang, sampai jam pulang kerja. Nah… ini susahnya kalau kerja pake JAM!!! Kalau kerjaan udah selesai sebelum waktunya, kita tidak boleh pulang, tapi kalau kerjaan belum selesai sampai jam pulang, juga tidak boleh pulang, trus gimana nih…??? sabar, ru…
Menurut saya pribadi, tidak ada salahnya kita mengerjakan kegiatan lain diluar pekerjaan kita selama ‘jam kerja’, DENGAN CATATAN: kita telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kita. Tapi juga tidak semudah itu, apakah benar kita telah menyelesaikan pekerjaan, apa tidak ada yang ketinggalan? Jangan suka meremehkan… terkadang hal-hal kecil sering tertinggal. Kalau sudah di cek-dan-ricek, ya… have a nice day!!!
Bagaimana bila perusahaan tidak menghargai hasil kerja kita?
Hmmm, siapa yang salah? bisa saja perusahaannya yang terlalu arogan, atau malah diri kita sendiri yang sebenarnya terlalu banyak menuntut. Wah… gak usah saling menyalahkan dah… introspeksi diri, dan berdoa!!! Semoga kita dan perusahaan mendapat hidayah
Ikhlas marang singwis kelakon
ora ngresulo lan ora nyalahake wong liyo
trimah marang opo sing saiki dilakoni
dadi manungso ojo song ambegsio
seneng gawe rahayuning liyan,
nyeneng ake poro kadangIkhlas terhadap yang sudah terjadi
tidak sedih dan menyalahkan orang lain
mensyukuri apa yang sudah didapat
jadi manusia jangan menang sendiri
senang membahagiakan orang lain,
menyenangkan teman-teman
Kalau emang masih ngotot bahwa diri kita sudah benar, dalam artian telah menjalankan tugas dan kewajiban, bekerja sesuai perintah, dan tidak pernah melakukan pelanggaran, tetapi perusahaan masih saja tidak ‘menganggap’ diri kita… YA KELUAR AJA!!! hayoo… pasti mikir seribu kali
![]()

