Hasrat Untuk Berubah

Rabu Kliwon, 9 Nopember 2005 @ 4:38 pm Label:

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
Aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa
dunia tidak kunjung berubah.
Maka cita-cita itupun agak ku persempit,
lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.
Namun tampaknya,
hasrat itupun tiada hasil.
Ketika usiaku semakin senja,
dengan semangatku yang masih tersisa
kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
orang-orang yang paling dekat denganku.
Tetapi celakanya, mereka pun tidak mau diubah.
Dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
tiba-tiba kusadari
“Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku”
Maka dengan menjadikan diriku sebagai teladan,
mungkin aku bisa mengubah keluargaku.
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku
kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia.

An Anglian Bishop, 1100 AD, as written in the Cyrpts of Westminster Abbey

Post yang berhubungan:

Tidak ada Komentar »

  1. wah, kereeennn….

    Komentar oleh nikenike — Nopember 10, 2005 @ 7:54 am

  2. wah, koyoke lakune uripmu kih kudu diwalik ru .. :D
    lahir ceprot langsung dadi tuwo terus sansoyo suwe dadi enom ….hehehe
    lha jebule kok yo sik ono gunane ngrungoake pituture wung tuwo, sak ora-orane sing aweh pitutur wis tau dadi enom …. hehehehe

    Komentar oleh watonist — Nopember 12, 2005 @ 3:57 pm

  3. Wahaha, lak lucu… Nduwe anak dishik, baru pacaran :D ono unen2: ojo koyo blangkon, mbendol mburi. Penyesalan selalu datang dibelakang. Kenapa kita tidak menyesal saja di depan? Kenapa orang baru bisa bertutur bijak kalau sudah uzur? Kenapa kita tidak mau belajar dari pengalaman orang lain?

    Komentar oleh MBro — Nopember 13, 2005 @ 10:38 am


  4. Komentar oleh MBro — Nopember 13, 2005 @ 10:38 am


  5. Komentar oleh MBro — Nopember 13, 2005 @ 10:39 am

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

40 queries. 0,284 seconds. Didukung oleh WordPress