Cinta Apa?

Selasa Kliwon, 25 Oktober 2005 @ 12:11 pm Label:

Kenapa kebanyakan puisi atau lagu itu bertemakan cinta? dan lebih banyak yang ngomongin kesedihan cinta? apakah kreatifitas dan kemampuan seni baru muncul kala hati berduka? apakah manusia akan kembali kepada hatinya tatkala bersedih? Apakah manusia baru mengingat Tuhan ketika tertimpa musibah? Dan apakah kita tergolong orang-orang seperti itu?

Setiap orang mempunyai jawabannya sendiri… bergantung pikir dan nuraninya.

Ilmu Ikhlas

Senin Wage, 24 Oktober 2005 @ 7:32 am

Cukupkan dirimu dengan ridha Allah. Bila Dia menjadi kekasihmu, maka semua akan menjadi kekasihmu.

Godaan Onlen

Senin Wage, 24 Oktober 2005 @ 7:28 am Label:

Sapa bilang orang yang lagi puasa gak bisa tergoda dari website (ups… gak ngomong situs ex-ex-ex loh…) tapi situs yang seperti ini.
Hehehe… aku ditantang teman, katanya “siapa yang berani dan bermental baja… silahkan klik”. Hmm, jadi nafsu dan tergoda gak, ya?!

Berpikir Sederhana

Senin Wage, 24 Oktober 2005 @ 7:18 am

Berpikir Sederhana: judul sebuah tulisan pendek dari seorang teman di milis Pandawa5. Hmmm, jadi sedikit tersinggung masalah idealisme. Selain daripada itu ) beberapa hari yang lalu, si aryowis juga mengritik saya, “Kamu itu berpikirnya terlalu njlimet dan sistematis… kalau begini caranya, ya gak bakal jalan-jalan, kelama’en mikir-e…”. Yah… saya mendapat pelajaran baru, belajar untuk berpikir sederhana ;)
Berikut ini tulisan lengkapnya, dari hasil kopi-paste:


Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?”

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah… kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

Kehujanan

Sabtu Pahing, 22 Oktober 2005 @ 5:39 am Label:

Kehujanan Emang enak, kehujanan?! ini foto diambil desember tahun lalu, sekitar waktu penyelenggaraan KAPS 2004.
Biasalah, sudah bosen beli jas hujan. Karena satu jas hujan biasanya hanya kepake untuk satu musim hujan saja. Dan itupun hanya dipake beberapa kali. Nah, akibatnya, gak sedia payung sebelum hujan…

Aku ingat betul waktu itu sekitar jam dua. Kalau jam dua kan sudah harus masuk kantor (shift siang), tapi tenang aja… gak takut absen, soalnya pagi-pagi sudah masuk ‘kantor’, sekalian absen. Karena ada urusan penting, terpaksa harus keluar kantor, dan bisanya setelah makan siang D Nah, setelah urusan selesai, kok ya ndilalah hujan tanpa kompromi langsung turun deras.
Daripada baju seragam kerja basah kehujanan, mending berteduh ) . Sekitar setengah jam hujan gak mau berhenti. Pas si hujan agak sedikit kecape’an… alias hujan rintik-rintik, terpaksa deh memberanikan diri. Eh, baru jalan 500 meter, si hujan gak mau ditipu. Mak byur… bresss… kembali si hujan turun deras. Ngiyup lagi dah… (
Nah, foto ini diambil pas ngiyup yang kedua. Lihat aja, airnya menggenang. Waktu nunggu yang cukup lama bikin bosen juga. Nge-game pake HP dah cape’, trus ngapain? ya dicapture aja tuh hujan! biar dia malu kalau diberitakan, hahaha… ***konyol***

18 queries. 0,275 seconds. Didukung oleh WordPress