Nice Trip

Jumat Legi, 21 Oktober 2005 @ 5:01 pm Label:

Sebuah perjalanan tidak bisa hanya dinilai dari jarak dan waktu tempuh. Meskipun itu panjang dan lama, terkadang tidak artinya. Namun, perjalanan pendek dan singkat, terkadang penuh makna. Pulang kampung, menempuh jarak 190km dengan waktu kurang lebih 3,5 jam, siang hari dibulan puasa. Catatan perjalanan pulang kampung, 11/10/2005.


Siang hari sekitar pukul setengah dua, saya mulai tour de east java ;) malemnya udah di-prepare, jadi tinggal berangkat aja.
Baru saja mulai ’start’ untuk menempuh perjalanan panjang, eh… di daerah bungurasih dekat pintu tol, diuji dengan kemacetan dan bonus panas terik ( (. Jangankan mobil yang mau coba nerobos… sepeda motor-pun gak bisa bergerak. Wah… kalau begini caranya, sama aja dengan naik mobil. Malah lebih nyaman karena gak terkena sinar matahari langsung (
Tapi enaknya naik sepeda motor, masih bisa berjalan disela-sela mobil yang jaraknya kira-kira setengah meteran. Itupun harus nunggu kesempatan mobil didepannya bergerak dulu, baru kita potong mobil yang ada dibelakangnya (ih, nakal gak ya, pengendara sepeda motor seperti ini?).
Dengan sedikit kesabaran menunggu, dan tetap ikhtiar mencari jalan longgar, akhirnya bisa terbebas dari kemacetan yang mencapai 2 km tadi.

Setelah terbebas dari kemacetan, jalanan didepan cukup longgar. Bayanganku, bisa tancap gas dengan lancar. Ternyata, bukan karena kepadatan arus, tapi sekarang tantangannya, jalan-jalan yang tidak rapi dan sedikit berlubang. Sabar… masih belum bisa jalan cepat. Terlihat aspal dikeruk sebagian untuk diperbaiki. Jadinya, harus belak-belok untuk mencari jalan yang halus mulai keluar dari Bungurasih sampai mendekati Krian.

Berusaha untuk gas pol, tapi tetap mikirin keselamatan. Biar cepat asal selamat. Sampai akhirnya, aku menemukan kesenangan. Bagaimana tidak, perjalanan mulai dari Mojokerto, Mojoagung, sampai masuk kota Jombang, bisa jalan dengan kecepatan rata-rata 100km/jam. Jalanan gak begitu rame kalau untuk seukuran jalan propinsi. Sekaligus nguji top speed-nya sepeda motorku, 115km/jam, bo… sepanjang 5 km. Wuih… senangnya hatiku, bisa jalan cepat kaya gini. Mungkin bagi pemerhati otomotif, biasa-biasa aja. Tapi bagiku… wis pokok’e uueenakkk tenannnn.

Istirahat sejenak di mesjid pinggir jalan di Perak, Jombang. Sambil bikin sedikit catatan ;) Lalu perjalanan dilanjutkan. Ternyata, perjalanan siang hari, gak begitu panas-panas amat. Hanya di sekitar Surabaya aja yang memang terasa menyengat. Atau mungkin karena mendung, ya?
Kertosono sampai Nganjuk, bisa ngebut lagi. Tapi gak bisa top-speed karena kalah sama angin. Sepedaku agak terseok-seok tertiup angin. Tetep aja, biar cepat asal selamat. Oh, iya… ngisi bensin lagi di SPBU mendekati kota Nganjuk. Padahal tadi waktu berangkat udah diisi penuh, sekarang sudah habis lagi. Jadinya, ongkos untuk pulang habis 20ribu… lebih mahal dari ongkos bis (

Masuk wilayah Madiun, alas Wilangan, gak bisa jalan cepat. Biasalah… truk-truk bermuatan, jalannya melambat karena jalan sedikit menanjak. Sambil mencuri-curi kesempatan, berusaha melewati marka panjang, lolos juga dari jebakan kura-kura.
Menjelang masuk kota Madiun, cuaca cukup sejuk karena habis hujan. Alhamdulillah, untung hujannya dah selesai. Jalan yang basah, tapi gak licin, dan udara yang lembab… tancap-gas!

Nyampe rumah dah… dan ternyata belum waktunya buka!!!! Hmmm… setelah melepas semua asesori perjalanan, leyeh-leyeh sejenak melepaskan lelah karena menggendong tas ransel dengan beban sekitar 10kg. Puih…

Next: Pelajaran dari perjalanan

Post yang berhubungan:

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

38 queries. 0,495 seconds. Didukung oleh WordPress