Islam Liberal, kenapa tidak?
Pas lagi duduk nyantai-nyantai, ada koran Kompas bekas. Tertarik judulnya aku coba baca, dan… jadi pengen berkomentar soal ini dah. Tulisan ini juga ada di situsnya kompas.
Ahmadiyah, yang baru-baru ini lagi jadi sorotan publik, dan Muhammad Yusman Roy dengan sholat dwi-bahasanya, yang baru saja pudar dari media massa, adalah contoh kecil dari hasil pemikiran liberal.
Untuk menyampaikan ‘ajaran’nya, dibuatlah pembenaran yang sedemikian rupa, sehingga dapat menarik sejumlah massa.
Mungkin, dari kalangan ortodoks, fanatik, dan … yang kontra terhadap pemikiran liberal, sudah menghukum final bahwa ajaran-ajaran tersebut adalah sesat, seperti fatwa yang dikeluarkan MUI.
Tapi bagaimana dengan yang pro-Islam Liberal?
Ajaran yang dhoif
Sumber hukum Islam ada 3, yaitu: Al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad (ijma’ dan qiyash). Al-Qur’an sendiri telah terjaga dan dijamin kebenaran dan keasliannya sampai hari akhir. Sedangkan hadits, sejauh yang saya tahu, belum ada ‘jaminan’nya. Jaminan kebenaran hadits ditentukan melalui sebuah prosedur penilaian, sehingga muncul istilah mulai hadits shahih (sah/benar) sampai hadits dhoif (lemah).
Sedangkan Ijma’ dan qiyash ini yang lebih tidak jelas lagi jaminannya. Sehingga orang awampun berprinsip, “saya mengikuti saja hasil pemikiran para orang-orang yang berilmu (ulama). Toh mereka sebagai pemimpin kan, harus bertanggung jawab terhadap orang-orang yang dipimpinnya?”.
Lalu, bagaimana kita bisa menerima ‘pemikiran liberal?’
Menurut saya, kenapa tidak kita tiru saja sistem untuk menilai hadits (Mustholah hadits). Ajaran yang mungkin terlihat nyleneh bagi kita, bisa jadi ada benarnya. Kita lihat saja siapa perawinya (minjem istilah hadits).
Apakah orang yang menyampaikan ajaran tersebut baik akhlaknya, halus budi pekertinya, dilindungi/terjaga sejak masih kecil, wara’, tekun beribadah, istiqomah, de es te.
Seandainya saya menjadi penyampai ajaran, mungkin saya termasuk yang dhoif
Jangan (hanya bisa) menyalahkan pemikiran liberal
Pemikiran liberal yang terlalu ekstrim, memang bisa menyesatkan. Tapi, kita tidak bisa menyalahkan begitu saja. Kita sendiri, sadar atau tidak, telah mengikuti arus/aliran/ajaran dari orang-orang yang berpikir (dan mungkin, bisa jadi liberal juga
)
Ormas Islam yang ada di Indonesia, yang katanya hanya sekedar organisasi masyarakat, juga mempunyai perbedaan (terutama dalam hal) syariat. Belum lagi adanya bermacam-macam ajaran Thoriqoh. Apa ‘ajaran-ajaran’ tersebut tidak liberal?
Apakah semua itu harus dilarang? apakah hanya ajaran saya saja yang paling ‘valid’? apakah saya benar-benar mengikuti ajaran dari satu golongan yang selamat diantara 71 golongan lainnya?
Orang kalau sudah merasa dirinya paling benar… wah…
Ajaran Syeh Siti Jenar
Setahu saya, ada banyak ajaran (yang pada dasarnya) mirip-mirip dengan apa yang (seharusnya) disampaikan oleh Syeh Siti Jenar. Lalu kenapa ajarans itu tidak di’eliminasi’? Kuncinya terletak pada cara penyampaian. Cara penyampaian yang kurang tepat, mengakibatkan ajarannya sesat. Dan orang yang sedang ‘mengaji’ ajaran tersebut pun, seharusnya benar-benar mempunyai landasan yang kuat. Jangan orang yang baru bisa mengucapkan syahadat, lalu menerima ajaran-ajaran tauhid yang aneh-aneh. Bisa sesat juga tuh orang… karena apa yang ingin disampaikan oleh penyampai ajaran (ada yang menyebut, Mursyid) diterima/dipahami dengan tidak benar.
Jangan terlalu fanatik, jangan mudah mengikuti trend, berpikir dengan akal sehat, berserah diri kepada-Nya. Audzubillahiminasy syaithoonirrajiem



salam kenal
Komentar oleh dini — Agustus 21, 2005 @ 2:07 pm
salam kenal buat Dini…
Komentar oleh MBro — Agustus 24, 2005 @ 1:22 am
“Jangan (hanya bisa) menyalahkan pemikiran liberal”mau ikut komen ru, tapi sebelumnya biar nggak salah pengertian, gw minta definisi untuk istilah-istilah ini :
1. pemikiran ?
2. liberal ?
3. pemikiran liberal ?
dan satu lagi, istilah
4. menyalahkan ? apa ini berarti kebalikan dari “membenarkan”, sehingga pernyataannya menjadi “be* membenarkan pemikiran liberal” atau berada pada posisi netral, “tidak menyalahkan, juga tidak membenarkan”.
* yang ini aku nggak tau istilah penggantinya
sori kalo aku minta penjelasan soal “definisi”nya dulu, soal lagi ngefans sama yang namanya definisi heheheh…. (nggak kok, cuman dari pengalaman gw istilah pun bisa menyesatkan, in case kebetulan dan kebenaran aja bisa mempunyai arti beda walaupun kata dasarnya bisa dibilang punya arti yang sama)
Komentar oleh watonist — September 3, 2005 @ 5:41 am
ups, sori….
pertanyaan ke 4 nggak jadi, ada kata “hanya bisa” ternyata, hehehhee….
ilang kemana mata gw tadi yah, kok bisa-bisanya nggak kebaca, atau utek-e wis noisy be’e yo ?
perlu istirahat dulu kayaknya nih…
Komentar oleh watonist — September 3, 2005 @ 5:47 am
#3:
1. Pemikiran itu kan hasil berpikir
2. Liberal sama dengan kebebasan
3. Pemikiran liberal, saya lebih suka dengan analogi: jangan mau di kotak-kotakkan.
masalah definisi yang lebih ‘intelek’ bisa merujuk ke tulisan Teologi Liberal untuk Islam Liberal.
Komentar oleh MBro — September 5, 2005 @ 8:10 pm
Mursyid…?
emang gampang ketemu Mursyid….. emang kalau pakai sorban, ngomongnya pakai logat keseret seret gitu sudah disebut Musyid.
Seorang Mursyid sejati mengenal muridnya melebihi si murid itu sendiri
Sesat…?
emang yang itu sudah benar hingga bisa menyebut yang ini sesat
he he he he…..however Sorry
just a comment
Komentar oleh yanto — Oktober 5, 2005 @ 5:44 pm
yanto:
hehe…
nah itu masalahnya… orang mudah ngaku-ngaku jadi nabi, jadi wali, jadi mursyid, jadi kyai, jadi ustad, dan title-title lainnya. Toh, kalau saya nulis nama saya dengan Prof. Dr. H. Mbro M.M., mungkin bagi orang yang gak kenal saya… ya percaya aja
Komentar oleh MBro — Oktober 6, 2005 @ 7:56 pm
Asslamualaikum Wr. Wb.
Menurut saya, Islam adalah agama yg sudah terdogmatis, tetapi fleksibel teratur dalam pelaksanaannya. Sbg contoh yg mudah saja, dalam pelaksanaan shalat gerakan2nya telah diatur, bagi yg sehat, yg sakit, dan bagi yg sudah tidak mampu lagi wajib untuk dishalatkan, tetapi bacaan tetap dalam bahasa arab. Bisa dibayangkan jika shalat diperbolehkan dalam bahasa yg lain, misalnya shalat dlm bahasa indonesia takbir “Alllahu Akbar” berati “Allah Maha Besar”…lha kalau dibenarkan berarti boleh kan pake bahasa betawi jadinya “Allah Guede Buanget” atau dalam bahasa jawa menjadi “Gusti Allah ageng sanget” dll….bagaimana jadinya kalau shalat berjamaah di masjidil haram imamnya gak ngerti bahasa arab dan berasal dari betawi yg gak ngerti shalat dengan bacaan arab (karena boleh pake bahasa yg lain), apa yg terjadi? apa para ma’mumnya apa tau aba2nya…bisa kacau nanti shalatnya saran saya yg sudah jelas jangan dibuat kabur, yg tidak jelas sebaiknya ditinggalkan…Aman dunia & akhirat
Wasslamu’alaikum wr. wb.
Komentar oleh akhmad saebani — Januari 8, 2008 @ 3:21 pm
Dalam agama Islam, ada dua sumber hukum utama yang diakui, yaitu Al-Quran dan Hadits Nabawi. Sedangkan di dalam agama Ahmadiyah, sumber kedua bukan hadits nabi melainkan menggunakan logika, atau lebih tepatnya akal-akalan semata. Mereka tidak mau percayakepada hadits nabi yang kita kenal itu.
Tidak dipakainya hadits nabi Muhammad SAWoleh Ahmadiyah sudah cukup menjelaskan perbedaan kedua agama ini. Jadi agama Ahmadiyah memang 100% bukan agama IslamHadits-hadits Tentang Muhammad SAW Sebagai Nabi Akhir Zaman
Dalil-dalil ini harus kita akui sebelumnya, bahwa tidak akan ada gunanya untuk disodorkan kepada para pemeluk agamaAhmadiyah, karena agama Ahmadiyah memang bukan agama Islam, jadi mereka tidak akan percaya hadits nabi, seberapa pun shahih dan banyaknya.
Bahkan sebenarnya mereka juga tidak percaya kepada Al-Quran sebagaimana kita mempercayainya, karena Al-Quran yang mereka yakini bukanlah sebagaimana yang kita yakini. Mereka hanya meyakini bunyi dan teks ayatnya saja, tapi makna dan pengertiannya pun mereka ingkari. Dan mereka bikin sendiri makna ayat itu seenak perutnya, meski tidak ada seorang ahli tafsir pun yang membenarkannya.
Jadi tidak ada gunanya kita jadikan hujjah di depan mereka. Sama saja percuma berdebatdengan orang Atheis menggunakan ayat Al-Quran, sebab sejak awal mereka memangtidak percaya kepada Al-Quran.
Tapi hadits-hadits berikut ini akan berguna buat kita umat Islam, yang masih percaya kepada Al-Quran dan hadits shahih.
Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu dengankuseperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku.” (Bukhari dan Muslim).
Nabi SAW bersabda, “Kaum Israel dipimpim oleh beberapa nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku, melainkan hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (HR Bukhari)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “”Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan merekaheran lalu berkata: ‘Kenapa kamu tidak letakkan satu batu ini.?’ Nabi menjawab: Aku adalahbatu itu dan Aku penutup Nabi-nabi” (HR Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Silsilah kerasulan dan kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku.” (Hr. At-Tirmizy, Ahmad)
Dari Jubair bin Mut’im radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Aku punya beberapanama, Aku adalah Muhammad, AKu adalah Ahmad, Aku adalah Al-Mahi di mana Allah menghapuskan kekafiran karena Aku, Aku adalahAl-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kakiku. Aku adalahAl-’Aqib yang tidak ada Nabi setelahku” (HR Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah memberiku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: [1] Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. [2] Aku diberi kemenangan kare musuh gentar menghadapiku[3] Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. [4] Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. -[5] Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia.[6] Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (HR.Muslim, At-Tirmizy, Ibnu Majah)
Rasulullah SAW berkata, “Seandainya benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab.” (HR At-Tirmizy)
Masih ada banyak lagi hadits yang secara tegas menyebutkan bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir. Tetapi cukup sampai di sini saja, karena memang tidak akan ada gunanya kalau disodorkan kepada pemeluk Agama Ahmadiyah, karena mereka memang tidak percaya hadits. Dan mereka juga termasuk penyeleweng dari ajaran Al-Quran yang paling sesat karena menggunakan tafsir ‘dengkul’.)*
*) Tafsir Dengkul = tafsir yang dibuat seenak dengkul sendiri
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Komentar oleh Deden — Januari 22, 2008 @ 9:19 am
FANATIK KEPADA AQIDAH YG BENAR ITU WAJIB
ASAL JANGAN KUPER AJA DAN MAIN PUKUL MAIN HANTAM ITU YG KELIRU
SEHARUSNYA BERDISKUSI DGN CARA YG SEHAT “WAJADILHUM BILLATI HIYA AHSAN”
KALO TERBUKTI SALAH…YA…HARUS NGALAH DONG..JANGAN NGOTOT JUGA
“AHMADIYAH ITU AGAMA PENINGGALAN INGGRIS”
Komentar oleh Mr. Q — Mei 4, 2008 @ 9:17 pm
ALLAHU AKBAR…
ALLAHU AKBAR…
PEMIKIRAN LIBERAL ADALAH PEMIKIRAN DG OTAK MANUSIA YANG SUDAH TERKONTAMINASI DG PEMIKIRAN2 DUNIA, YANG BIASANYA MEMUDAHKAN SESUATU.
DARI 72 GOLONGAN DIDUNIA ADA SATU GOLONGAN YANG BENAR, YAITU YANG KEMBALI KEPADA AL-QURAN DAN SUNAH ROSUL.GOLONGAN INILAH YANG AKAN MEMENANGKAN PERANG NANTINYA. YAITU YANG AKAN MEMPERSATUKAN ISLAM. UNTUK ITULAH NANTI SEBELUM AKHIR ZAMAN AKAN TURUN IMAM MAHDI, BELIAU YANG AKAN MEMPERSATUKAN ISLAM DAN MEMENANGKAN PERANG DENGAN ORANG2 KAFIR.
SAUDARA2KU SEIMAN DAN SEPERJUANGAN…
TIDAKKAH KITA MERASA KALAU DUNIA SAAT INI DIKUASAI OLEH ORANG2 KAFIR..
DARI BAHSA YANG DIGUNAKAN YAITU BHS INTERNASIONAL BUKANLAH BHS ARAB YANG BHS INIADALAH BHS AL-QURAN..
DARI MEDIA MASA, BKNKAH SAAT INI AMERIKA ADALAH PUSAT DUNIA YANG DG GAMPANGNYA MEMBUAT BERITA DG PEMIKIRAN MEREKA, INI PULALAH YANG MENJADI SATU FAKTOR BANYAKNYA PEMIKIRAN LIBERAL DIANTARA KITA..
DARI PEREKONOMIAN, PUSAT PEREKONOMIAN DIDUNIA JG DI AMERIKA..
SAUDARA2KU..
TIDAKKAH KITA SADAR DG SMUA INI..??
KITA DIPERBOLEHKAN BERDEBAT DG SESAMA MUSLIM, TP DG CARA YANG SEBAIK2NYA, JGN KITA ANGGAP SAUDARA MUSLIM KITA SEPERTI ORG2 KAFIR..
YAKINLAH..
SAUDARA2KU..
BAHWA ISLAM AKAN BERJAYA DIMUKA BUMI INI..
ITU ADALAH JANJI ALLAH YANG TDK MUNGKIN ALLAH MENGINGKARI..
ALLAHU AKBAR…
WAALLAHU ‘ALAM BISHOAB…
Komentar oleh irfan adhitya — Juli 16, 2008 @ 5:43 pm