Aku berpikir maka aku tertawa
Demikian judul sebuah buku karangan John Allen Paulos. Buku kategori filsafat ini menyajikan kelucuan dan (terkadang) hal-hal yang tidak masuk akal dari cara berpikir. Dan ternyata, filsafat yang notabene identik dengan pemikiran njlimet, bisa membuat tertawa juga.
Berikut ini salah satu isi bukunya:
Seorang lelaki dan rekan kerjanya sedang jalan-jalan pada suatu siang. Lelaki itu melihat istrinya dan kekasih gelapnya sedang bercakap-cakap di suatu kafe dan dengan santai ia berkata, “Bayangkan,ada seorang kekasih gelap yang menghabiskan waktu paginya dengan kekasihnya dankemudian pada siang harinya mengobrol dengan akrab bersama istri kekasih gelapnya itu.” Tiba-tiba sang rekan kerja ini mukanya pucat dan terkejut, sambil berkata, “bagaimana kamu tahu?”
Berapa lama Anda membaca tulisan ini sampai bisa tertawa? coba hitung-hitung sendiri.
Beberapa hal menurut saya menyebabkan tertawa atau tidak tertawa adalah:


[…] Tulisan ini disalin ulang dari catatan kecil dibalik tiket pesawat 17 Agustus tahun lalu yang terselip dalam buku “Aku berpikir maka aku tertawa“ […]
Ping balik oleh belajar tanpa batas » Blog Archive » Seperti apa rata-rata air itu? — Agustus 4, 2006 @ 6:01 am