Jangan Melawan Nafsu

Senin Pahing, 8 Agustus 2005 @ 12:05 pm Label:

Kurang lebih dua bulan yang lalu saya mendapat pelajaran tentang sabar dan ikhlas. Yang saya maksud pelajaran disini bukannya belajar disekolah, atau diceramahi, tapi dari pengalaman-pengalaman saya dan orang lain. Sayapun coba mencari solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut. Dan ternyata dari semua kasus-kasus tersebut mempunyai kesamaan, yaitu tentang “Sabar dan Ikhlas”. Aku mau coba bikin tulisan tentang SABAR, semoga bisa menjadi penyejuk hati, dan sebenarnya juga untuk mengingatkan diri saya sendiri, karena saat ini saya juga sedang menghadapi ujian Sabar dan Ikhlas.

Allah tidak akan memberikan ujian/cobaan kepada manusia kecuali manusia itu bisa menanggungnya. Dengan kata lain, setiap cobaan yang kita hadapi, sudah dihitung bobotnya, dan sebenarnya kita bisa mengatasinya. (kalau gak salah, ada ayat al-Quran tentang ini, tapi aku lupa) Tinggal bagaimana ikhtiar kita dalam menghadapi cobaan tersebut. Sabar bukan berarti selalu menerima/pasrah terhadap ‘masalah’ yang menimpa kita, tetapi menghadapi masalah tersebut dengan terus bersyukur, ikhtiar, dan pantang menyerah.

Contoh menghadapi kesabaran
Dalam suatu kasus, kita telah melakukan perbuatan baik, bukan baik menurut kita saja, tetapi kebaikan tersebut kita lakukan sesuai dengan ‘aturan-aturan’ Tuhan. Namun ada orang yang tidak suka dengan perbuatan kita, atau kemungkinan salah persepsi, atau menganganggap perbuatan kita itu kurang baik (inilah yang terjadi bila baik-buruk kalau diukur dari cara pandang manusia).
Sekalian disini saya mau menyampaikan, JANGAN SELALU MERASA BENAR, hanya Tuhan yang maha Benar. Benar bagi kita belum tentu benar bagi orang lain, kecuali kebenaran yang kita lakukan berdasarkan ‘aturan-aturan’ Tuhan. Benar menurut aturan Tuhan itu yang seperti apa? untuk mengetahui kebenaran sejati, maka kita harus memahami Tuhan. Ah… apa mungkin??? cara yang paling gampang, pelajari sifat-sifat Allah.

Sabar…. bagaimana menghadapi orang seperti itu? (yang tidak suka dengan perbuatan baik kita). Kita harus menghadapinya dengan sabar. Jangan menggunakan “kekerasan”, seperti mengumpat balik orang itu, memusuhi, atau membuat fitnah. Disinilah kunci seorang muslim sejati.

Jangan Melawan Nafsu dengan Nafsu yang lain
Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat pelajaran tentang ini. Sebelumnya saya diliputi dengan berbagai macam nafsu duniawi. Saya ingin taubat dan kembali kejalan yang benar, BENAR sesuai dengan aturan-aturan Tuhan.
Untuk itu, saya harus kembali belajar ‘Agama’. Saya harus beribadah dengan rajin. Saya harus selalu beramal baik. Saya harus melepaskan semua hal duniawi. Saya harus… saya harus segera… saya harus ini…

Bukankah hal-hal itu juga termasuk nafsu? Terlalu bernafsu untuk menjadi orang yang baik. Bernafsu harus segera, dalam waktu singkat, menjadi orang yang BENAR.

Meskipun sekilas keinginan saya terlihat benar, tapi bila proses-proses untuk menjadi BENAR tersebut masih saja disertai nafsu, akan sulit sekali kita mencapai kebenaran yang sejati.

Jangan melawan nafsu dengan nafsu yang lain, tapi lawanlah dengan kesabaran dan ikhlas. Semua itu perlu proses… semua itu ada waktunya… semua itu sudah diatur Tuhan. Kita harus sabar menjalani proses (kehidupan) ini dengan diiringi rasa syukur, ikhtiar, dan pantang menyerah (istiqomah).

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”

Post yang berhubungan:

3 Komentars »

  1. Yah semoga dgn datang nya bulan Ramadhan ini, kita bisa membenahi diri ;)
    Selamat Datang Bulan Ramadhan :)

    Komentar oleh Ririn — September 30, 2005 @ 7:05 pm

  2. amin… marhaban ya Ramadhan…

    Komentar oleh MBro — September 30, 2005 @ 7:35 pm

  3. TERIMA KAIH PELAJARAN TENTANG KESABARAN INI,SEMOGA KITA SELALU DIBERIKAN YANG TERBAIK BUAT KITA “AMIN”

    Komentar oleh MARULO ANDRI — Januari 12, 2008 @ 4:57 am

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

37 queries. 9,090 seconds. Didukung oleh WordPress