Legalkan Togel dan Las Vegas Indonesia!!!

Sabtu Kliwon, 6 Agustus 2005 @ 10:00 pm Label:

Cukup lama, togel alternatif berada di peringkat pertama dari daftar “halaman yang sering dikunjungi”. Itu berarti, masih banyak orang yang care dengan togel, masih banyak orang yang suka bermimpi, masih banyak orang yang nggak berpikir, masih banyak orang yang nggak ‘belajar’.

Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, memang sebaiknya togel itu dilegalkan saja!!! yaa… TOGEL TIDAK DILARANG!!! JUDI BOLEH SAJA!!! AKAN DIBUKA KASINO RESMI!!!

Meski pak Sutanto lagi gencar-gencarnya mengumandangkan gerakan ‘berantas perjudian’… ya, saya pribadi turut optimis saja, tapi tidak dengan pemikiran saya. Kenapa???

saya tidak memihak para tukang judi, polisi/pemerintah, atau ‘meng-atasnama-kan agama’. Saya coba berpikir rasional saja. Yang jelas, SEBAIKNYA DIBUAT LAS VEGAS INDONESIA! alasan-alasan harus segera dibuat Las Vegas di Indonesia adalah:

Yang pertama, sifat berjudi sudah mendarah daging dalam setiap diri manusia. Basically, karena banyak yang menganggap bahwa hidup itu juga berjudi. Misalnya, saat kita akan berpergian, disitu kita telah berjudi. “Selamat atau tidak dalam perjalanan nanti… yang penting saya harus berani berangkat! apapun resikonya.”, “Sekolah adalah judi. Lulus atau tidak, yang penting terus masuk sekolah.”, “Berdagang juga harus berani rugi, dan lebih banyak untung-untungannya, tergantung nasib.”
Itulah sebagian kata-kata orang yang mempunyai iman ‘judi’.

Kedua, jaringan mafia pemilik bisnis perjudian cukup kuat. Setiap ‘kasino’, baik yang tradisional (kelas tukang becak) sampai yang eksklusif, pasti ada ‘beking’nya. Kalaupun belum ada, pasti akan didatangi ‘orang-orang’ tertentu, untuk menawarkan diri menjadi beking, atau kalau tidak mau… pasti digerebek dan masuk TV =))
nah… daripada tuh duit diberikan kepada para ‘beking’, yang notabene cuman demi kekenyangan perutnya sendiri… kenapa gak masuk ke kantong pemerintah saja (sebagai PAJAK PERJUDIAN… kan asyik).

Ketimpangan legalitas judi. seperti yang sudah saya tuliskan dalam Togel Alternatif, sebenarnya pemerintah telah melegalkan beberapa bentuk perjudian. Bukankah sebagian besar dari ‘permainan’ SMS premium itu juga boleh dibilang judi? bayangkan… cukup tombok Rp 2.000,- dan menulis DOSA_spasi_A lalu, hatinya deg-degan menanti undian yang berhadiah jutaan rupiah.

Demo anti judi yang di dompleng,
Sebenarnya orang demo itu berarti iri. Tahu sama tahulah… siapa orang yang dibalik pendemo-pendemo itu?! Kalau misalkan pemerintah berani melegalkan judi, PASTI (!!!) akan ada demo. Dan yang paling mudah ditebak, alasan demonya adalah JUDI ITU HARAM, tidak ada alasan lain lagi. “Pemerintah yang melegalkan kasino, berarti memelihara dosa.”.
Ada juga yang bilang… “biar saja mereka yang pendosa, terjerumus dalam lembah setan… mari kita selamatkan diri masing-masing”, <– bukankah ini ungkapan yang egois? selain tidak mau mengingatkan orang-orang yang terjerumus, juga apakah kamu (orang yang ngomong) itu bukan pendosa, bisa saja kamu bukan penjudi, tapi korup! fitnah!! tidak menjalankan amanah!!! dan sebagainya.

Bisa saja loh, provokator demo-demo seperti itu adalah para ‘beking’ yang merasa ‘mata-pencaharian’nya bisa hilang kalau memang judi dilegalkan, tentunya dengan cara yang mudah, menggerakkan massa dengan memanfaatkan dalih agama.

Politik/bisnis yang memanfaatkan agama,
FPI yang terkenal garang-pun, menurut saya, tidak ada prestasi yang membanggakan dalam memberantas perjudian. Organisasi masyarakat bidang demonstrasi dengan kekerasan ini bisa jadi hanya sebagai alat dari ‘pemain-pemain’ tingkat atas.
Kalau memang apa yang saya tuliskan diatas tidak benar, kenapa sampai sekarang masih banyak tempat judi yang selamat? Kelompok mana yang berani berantas perjudian?

Masih mending pak Sutanto D dari gebrakkannya begitu diangkat menjadi KAPOLRI, banyak berita di media massa tentang kinerja Polri yang cukup bagus dalam memberantas perjudian. Hehehe… coba hitung aja, mulai kapan program ini berjalan… dan tunggu sampai kapan pemberitaan media massa tentang hal ini akan berhenti. Tapi, hitung jumlah tempat perjudian yang masih berjalan mulus… berapa prosentasenya?

Saya yakin, banyak anggota Polri yang melakukan pemberantasan judi dengan SETENGAH HATI. Mereka membakar sawah ladangnya sendiri. hahaha…

Jadi… daripada cuman berpura-pura membuat sandiwara untuk masyarakat bodoh seperti saya ini yang tidak tahu apa-apa… kenapa tidak dilegalkan saja bentuk-bentuk perjudian. Tentunya dengan aturan yang ketat. Misalkan lokasi yang ditempatkan secara khusus, aturan main, batasan usia, syarat-syaratnya, dan sebagainya.

Pemerintah makan buah SIMALAKAMA
Yang menurut saya perlu di kasihani adalah pemerintah (dengan catatan, bahwa pemerintah disini adalah lembaga pemerintahan yang ideal, yang mengelola pemerintahan dengan benar). Sebenarnya ingin melegalkan judi karena tahu bahwa disitu terdapat pos pajak yang cukup potensial, tetapi takut didemo oleh sebagian kecil masyarakat yang sebenarnya bukan masyarakat.

Sekali lagi, daripada masyarakat melakukan demo setelah (misalnya) judi itu dilegalkan, kenapa tidak didemo sekarang saja. Dalam bentuk memberantas segala bentuk perjudian, kalau perlu, menggunakan kekerasan. Tapi kalau sekarang tidak mau… ya udah… jangan salahkan pemerintah bila melegalkan perjudian.

Post yang berhubungan:

1 Komentar »

  1. Bagi yang mau melegalkan judi sebaiknye dengerin dulu sebanyak2-nye lagu Bang Haji Rhoma Irama judulnye JUDI.
    pahamin, resapin dalam hati, baru dilaksanain

    Komentar oleh Abu Fatih — Oktober 8, 2008 @ 10:41 am

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

32 queries. 0,846 seconds. Didukung oleh WordPress

Loading