Jangan Salahkan Setan

Rabu Pahing, 3 Agustus 2005 @ 7:28 am Label:

Kasihan Syaitan… sering kali setan terkena fitnah dari manusia. Setiap manusia melakukan khilaf, selalu menyalahkan setan. “Saya digoda setan”, atau “saya dibujuk setan”, kenapa kok tidak ngomong “Saya memang setan!!!”
Pernahkah Anda mendengar bisikan syaitan? kalau boleh tahu, bagaimana bisikannya?

Setiap manusia mempunyai ’setan’ sesuai dengan levelnya masing-masing. Orang miskin, orang kaya, orang yang ‘berpikir’, orang yang diam, orang yang berilmu, bahkan sampai orang yang (katanya) telah mencapai level ma’rifat.

Setannya orang miskin
“Saya sudah berusaha beribadah dengan benar, meskipun sesekali khilaf, wajarkan… namanya saja manusia.
saya telah bekerja keras. Tetapi kenapa rejeki yang saya peroleh hanya segini-gini saja? Kenapa Tuhan tidak mendengarkan doa-doa saya? katanya Tuhan Maha Adil, kenapa mereka yang tidak pernah beribadah bisa menjadi orang yang sukses???!!!”

Setannya orang kaya
“Kekayaan yang saya peroleh ini adalah hasil kerja keras saya. Saya membangun usaha dan bekerja mulai dari nol sampai bisa sukses seperti ini. Tidak ada orang lain yang membantu saya.
Maka wajar kan, kalau saya menikmati hasil kerja keras ini. Kalau kamu pengen bisa hidup enak seperti saya sekarang ini, ya kerja keras dong… jangan lupa juga berdoa!!!”

Setannya orang berilmu
“Saya belajar bertahun-tahun tentang agama. Saya lebih mengerti agama daripada orang-orang itu. Kenapa saya harus mendengarkan kata mereka? bukankah saya lebih tahu? bukankah saya lebih sering beribadah di masjid dan menjadi imam mereka?
Seharusnya mereka mengikuti apa kata saya, karena saya pasti lebih benar daripada mereka. Saya tidak perlu menghormati orang-orang itu karena saya mempunyai dalil-dalilnya… bla… bla…”

Sebenarnya, apa sih tujuan hidup manusia itu?

Setan lebih baik dari manusia
Orang yang selalu menyalahkan syaitan, berarti orang yang sombong. Dia tidak mau introspeksi diri, tidak pernah berpikir (dan untuk menjawab) “kenapa kok saya bisa khilaf?”.
Mungkinkah ini karma? Karena sebenarnya, Iblis (sebagai mbah-mbahane syaitan), adalah salah satu mahkluk Allah yang patuh dan taat beribadah, sampai pada akhirnya ‘dikutuk’ untuk kekal di dalam api neraka, hanya karena satu sifat, SOMBONG. Iblis tidak mau bersujud kepada manusia karena merasa dirinya lebih mulia dibanding manusia.

Saya belum tahu, apakah ada surat atau hadits yang menceritakan bahwa syaitan itu memiliki sifat serakah, kikir, korupsi, madon, madat, main, maling, mendem, dan penyakit-penyakit manusia lainnya.

ah… just an idea…

Post yang berhubungan:

Tidak ada Komentar »

  1. […] a diri sendiri. beberapa argumen ngutip dari blognya mas mbro

    0 komentar
    »

    RSS feed for c […]

    Ping balik oleh nikenike | In the name of Allah, The Merciful, The Munificent — Oktober 28, 2005 @ 10:03 am

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

38 queries. 0,276 seconds. Didukung oleh WordPress