Penyejuk Hati

Selasa Legi, 2 Agustus 2005 @ 6:17 pm

Sudah seminggu lebih gak nulis. Selain karena males, juga karena skala prioritas. Tapi kali ini ‘terpaksa’ nulis, karena adikku “minta tlg krimin ssuatu penyejuk hati,lwat net.” begitu sebagian dari isi pesan SMSnya. Wah… bingung nih, mo nulis apa…

tapi demi adik tersayang, yang jauh dipandang, di kota Malang, coba deh nulis.

Katanya sih dia lagi sakit, tapi gak mau ceritain sakitnya sampe dia sembuh. Nah lo… gimana bisa ngobatin kalau tidak diagnosa dulu. Eniwe, ada kata-kata menarik dari isi SMSnya, yaitu “penyejuk hati”.

Memang, sebagian besar (kalau tidak boleh dibilang semua) penyakit, bersumber di hati. Tidak salah kalau Manajemen Qolbu, dijadikan trademark oleh salah satu dai kondang. Kebetulan juga, saya termasuk orang yang berprinsip: kalau kita sakit, tanpa diobatipun akan sembuh dengan sendirinya. Bagaimana kalau sampai mati? itu hanyalah jalan menuju takdir kematian.

Obat Sugesti
Ada banyak cerita/kisah nyata tentang orang sedang yang sakit, kemudian mencoba berobat ke dokter, pengobatan alternatif, kiai, bahkan sampai dukun palsu, tetapi penyakitnya tidak kunjung sembuh. Dan setelah berkali-kali mencoba, akhirnya menemukan ‘tabib’ yang ‘cocok’.
Dan ternyata, resep/obatnya pun sederhana. Salah satu contoh ‘obat’ yang diberikan (biasanya) berupa sebotol air putih. Air tersebut diminum pada saat tertentu dengan mengucapkan ‘mantra-mantra’ yang harus dihapalkan.

Percaya nggak percaya, saya yakin cerita seperti ini pernah kita dengar, dan mungkin juga, kita kenal dengan orang yang pernah mengalaminya.

Saya lebih suka menggunakan kata SUGESTI untuk kasus ini. Cara menanamkan sugesti yang kuat kepada ‘pasien’ adalah kuncinya. Bila tidak berhasil, pada umumnya orang hanya menilai: tidak cocok dengan tabibnya.

Pasien benar-benar percaya (yaqin) bahwa obat yang diberikan PASTI akan menyembuhkan penyakitnya. Semangat dan keyakinan yang kuat inilah yang bisa menata hatinya. Hilangnya rasa khawatir dan kondisi hati yang tenang akan mengalirkan darah ‘bersih’ dari jantung lalu beredar dalam tubuh, dan salah satunya menuju keotak, yang berfungsi mengatur kegiatan ‘fisik’ seluruh pikiran, indera, dan anggota tubuh.

Setelah itu, ujian yang sebenarnya datang. Yaitu, bagaimana kita bisa mengambil hikmah dan mensyukurinya. Kepada siapa kita harus berterima kasih dan darimana sebenarnya kesembuhan itu datang.

Irama Penjaga Hati
Riset ilmiah telah membuktikan bahwa lagu-lagu klasik, selain dapat memberikan ketenangan, juga dapat membangkitkan kecerdasan. Bahkan bayi yang masih dalam kandungan pun, bisa di’rangsang’ kecerdasannya melalui musik klasik ini, tentunya melalui ibunya yang sedang hamil.

Kalau lagu klasik dianggap ‘tua’, biasanya anak-anak muda lebih suka dengan lagu-lagu populer. Setiap orang memiliki genre musik favoritnya. Dan biasanya, rasa rileks dan tenang datang setelah mendengarkan, atau bahkan, melantukan lagu-lagu favoritnya. Meskipun suara kita bak petir menyambar puncak gurun pasir ditengah cuaca yang amat panas, alias gak enak didengar, kita akan merasa nyaman bila menyanyikan lagu yang kita senangi.

Bila Anda bukan termasuk orang yang suka menyanyi, coba deh menyanyi kalau hati lagi susah, sedih, stress, pusing, dan gak karu-karuan, meski dalam hati. Coba saja nyanyikan lagu Jagalah Hati, atau Tombo Ati, atau yang menurut saya paling enak, membaca Al-Qur’an. Jangan cuman ‘ngoceh’ saja, tapi coba diresapi… coba aja, gak mbayar kok…

udah ah… sekarang mau bikin tulisan penyejuk hati buat adikku… D

semoga bermanfaat

Post yang berhubungan:

  • No Related Post

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

33 queries. 0,274 seconds. Didukung oleh WordPress