Jangan salahkan sekolah
beberapa hari ini media-media (dan juga masyarakat) banyak membahas masalah Pendidikan terutama terkait dengan banyaknya siswa yang tidak lulus Ujian Nasional.
Hmm… kenapa banyak yang menyalahkan MUTU PENDIDIKANnya??? kalau mutu pendidikan, memang sudah sejak dulu tidak bermutu. Kenapa baru sekarang dipermasalahkan?
Ada juga yang mengkritik, depdiknas sedang bermain (uji coba) kurikulum yang tidak jelas arahnya. Kalau menurut saya, secara konsep, maksud dan tujuan depdiknas itu bagus, tapi sayangnya tidak didukung oleh SDM dari diknas sendiri, dan juga tidak kalah penting, masyarakat. Budaya bangsa Indonesia-kan, selalu mencari kelemahan, kekurangan, mengkritik, menjelek-jelekan pemerintah, tanpa berpikir untuk memberikan solusi.
Memang sih, sebagian sudah ada yang berusaha ber-’solusi’, tapi ya mungkin itu… hanya sekedar melalui omongan, atau tulisan (seperti saya ini). Coba deh, cari solusi murah untuk memperbaiki mutu pendidikan kita, kalau perlu yang tanpa biaya, dan tanpa melibatkan pemerintah khususnya diknas (karena mungkin sebentar lagi akan dilikuidasi
).
Mendidik anak bukan tanggung jawab sekolah saja. Orang tua, khususnya; dan secara umum adalah masyarakat, media, perusahaan, dan pemerintah, juga berperan penting.
Bagaimana siswa bisa belajar dengan tenang, kalau setiap hari diganggu oleh Bawang Merah Bawang Putih, Senandung Masa Puber, Tersandung =)), atau NFS Underground, Friendster, Ragnarok Online, GTA San Andreas, dan hobi-hobi lainnya yang tidak pernah dikontrol dan mendapatkan perhatian orang tua.
Malahan, banyak orang tua yang mengantar, menyarankan, bahkan memaksa anak-aniknya untuk ikutan jadi Bintang Instan.
Begitulah kita, suka cari yang instan-instan, pengen dapat duit banyak tanpa mau kerja keras, berorientasi materi, dan banyak membayangkan hasil tanpa berusaha memikirkan dan menjalani proses.
***murah kok njaluk slamet!!!!***
Kalau menyalahkan mutu atau sistem pendidikan, menyalahkan pemerintah atau depdiknas, menyalahkan proses penyelenggaraan di sekolah, itu kan sudah biasa, kita sudah bosen mendengarnya.
Sekarang kita coba untuk menyalahkan perusahaan, media, masyarakat, keluarga, orang tua, atau bahkan saya sendiri. Bisa gak ya? kira-kira apakah mereka juga bersalah? ini bukan untuk berprasangka buruk, tapi sebagai bahan ‘analisa’. Kalau memang tidak ada kesalahan, berarti memang sistem pendidikan kitalah yang parah.
Hmmm… gemes aku!!!!!



***murah kok njaluk slamet!!!!*** ngakak baca yang ini….
Komentar oleh windra — Juli 5, 2008 @ 1:24 pm