Menikmati Proses

Rabu Wage, 6 Juli 2005 @ 7:16 am Label:

Membaca itu mudah, memahaminya yang susah
Sekolah itu mudah, mendapat ilmunya yang sudah
mendengar ceramah itu mudah, mengamalkannya yang susah

Saya sudah membaca buku setebal 200 halaman ini, tanpa pernah melewatkan 1 halaman-pun. Tapi kenapa saya merasa tidak mendapatkan apa-apa? Lain halnya dengan novel Harry Potter (tebel banget…), saya masih sanggup menceritakannya kembali.

Hampir disetiap matakuliah, saya selalu mendapat nilai A, yah… paling tidak dapat B. Tapi kenapa jika suatu saat ada teman atau adik kelas yang ingin berdiskusi tentang matakuliah-matakuliah yang sudah saya lewati, sering kali saya blank. Saya sudah pernah ‘belajar’ matakuliah tersebut, tapi saya merasa belum mempelajarinya, alias, sudah lupa tuh!

Saya suka mendengarkan pengajian, atau membaca buku-buku rohani. Bila ada ayat-ayat ataupun hadits yang disampaikan, saya mudah mengingatnya, dan sesekali memahami maksudnya. Tapi, kenapa hanya sekedar ingat? hanya sekedar hafal? kenapa sih, kok susah mengamalkannya?

Orang makan, yang dicari adalah rasanya
Orang nonton film, yang dicari adalah ceritanya
Orang bertamasya, yang dicari adalah kesenangannya

Kenapa masih ada orang tidak percaya dengan hal yang ghaib? bukankah rasa, cerita, atau kesenangan adalah barang yang ghaib.
(Jadi ngelantur… back to topic ah…)
Mungkin, saat membaca, saya tidak mencoba untuk mencari rasa, cerita, dan kesenangannya. Bayangkan kalau buku yang saya baca tadi saya anggap seperti membaca cerita Novel, dan saya membacanya karena senang. Bukan karena terpaksa, tuntutan pelajaran, atau membaca buku karena kebutuhan pekerjaan.
Bayangkan kalau disetiap matakuliah, saya mengikuti karena senang, mendengarkan penjelasan dosen seperti mendengarkan dongeng, dan berusaha merasakan dan menikmati enaknya kuliah. Tidak kuliah karena sudah jadwalnya masuk kelas, tidak kuliah karena tuntutan agar selalu mendapat nilai A, atau bukan juga kuliah karena cewek yang saya taksir juga ada di kelas itu D

Yang paling nikmat dari ’segala sesuatu’ adalah menjalani prosesnya dengan penuh kesenangan (dengan sabar dan ikhlas). Selain mendapatkan ‘kenikmatan’, ‘pengalaman’ yang kita rasakan tadi, akan menjadi ilmu yang kita peroleh semudah kita membaca atau mendengarkan cerita.
Bukankah cerita kehidupan manusia sudah ‘tertulis’ sejak dulu? kenapa kita terus memikirkan dan mengharapkan ‘hasil’? Yang penting adalah prosesnya, bukan hasil, Tuhanlah yang menentukan hasilnya.

Post yang berhubungan:

Tidak ada Komentar »

  1. […] ja keras, berorientasi materi, dan banyak membayangkan hasil tanpa berusaha memikirkan dan menjalani proses. ***murah kok njaluk slamet!!!!*** Kalau menyalah […]

    Ping balik oleh belajar tanpa batas » Blog Archive » Jangan salahkan sekolah — Juli 8, 2005 @ 12:00 am

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

38 queries. 0,286 seconds. Didukung oleh WordPress