Jangan berpikir positif
Siapa bilang kita harus berpikir positif? Saya sering mengikuti kata orang dengan ‘rayuan-rayuan mautnya’, melalui sebuah cerita, ceramah, filem, buku, artikel, atau apapun namanya.
Sering memakan mentah-mentah apa kata orang-orang itu, hanya dengan cerita-cerita kesuksesan, keberhasilan, dan janji-janji manis yang disampaikan. Kenapa saya tidak pernah bertanya, kenapa kita harus berpikir positif?
Jawabannya, Jangan terus berpikir positif. Kesuksesan tidak dapat dicapai dengan berpikir positif (saja) ![]()
Bayangkan saja kalau membuat program tanpa pernah memikirkan ELSE-nya. Bisa kacau tuh program
. Bagaimanapun juga kita harus mengandalkan cara berpikir negatif.
Berpikir negatif yang positif
berpikir negatif mungkin sama artinya dengan berprasangka buruk, tetapi tidak berprasangka buruk untuk menjelek-jelekkan orang, melainkan sebagai antisipasi dan (terutama) bagian dari analisa. Berpikir negatif diperlukan untuk menyeimbangkan pola pikir kita yang suka dan sering (bahkan terlalu) optimis.
Contoh sederhananya saja; Saya ingin mendirikan warung makan. Kalau tanpa berpikir negatif, yang muncul hanyalah pertanyaan-pertanyaan: berapa modal yang saya perlukan? dimana lokasi yang tepat? berapa biaya sewanya? jam berapa saya harus buka? apakah saya harus mempekerjakan orang, de el el…
bukankah enak bila diawali dengan pertanyaan-pertanyaan;
apakah saya mampu berjualan? bagaimana kalau menu saya tidak enak? apakah saya bisa mendapatkan keuntungan, sedangkan biaya sewanya cukup mahal? ditempat itu kan sudah ada warung makannya juga? apakah jualan nasi itu tidak bikin capek?
hmmm… sekilas berpikir negatif seperti itu membuat kita patah semangat, jadi putus asa. Tapi, coba jawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan berpikir positif. Saya yakin persiapan untuk membuka usaha warung makan akan lebih mantap! Tidak membuat warung karena berpikir positif yang sifatnya coba-coba iseng-iseng adu nasib siapa tahu laris.
Jadi… kenapa tidak berpikir negatif???



judule koyo iklaner ae MBro.
suer umpomo judulnya diganti “Jangan hanya berpikir positif”, durung mesti aku tertarik.
sukses MBro :D:D
Komentar oleh watonist — Juli 6, 2005 @ 7:03 pm
sebenarnya sih, mau tak bikin judul Jangan (hanya) berpikir positif. Pake tanda kurung. Tapi, nanggung kan… kita kan sukanya dengan yang aneh-aneh

hehe… bakat jadi tukang iklan gak ya? sapa tau aja ada orang advertising mo ngrekrut gue
Komentar oleh MBro — Juli 7, 2005 @ 7:06 pm
Kayake agak ngaco deh antara yang pada debat. Emang se simple itu ya statemen “berpikir positif itu”dipahami. hanya ditarik ke kutub utara atau selatan, stlh itu selaesai… hehehe. didebatkan sampai hari kiyamat pun gak selesai… Apa kalo penganut pikiran positif lantas pertanyaan2 yang disimulasikan si pengaku penganut paham pikiran negatif jadi gak ada. gak aaaah. itu mah keyakinan buta alias Utopis. gitu sebaliknya. emang segala yang didepan itu sejelas atau segelap apapun “menurut kita” tetep aja mengandung sifat probabilitas. Berfikir logis jelas wajib tapi semangat dan optimislah yang mampu mengatasi rintangan2 yang kadang muncul belakangan dan belum sempet kepikiran didepan. gimana bung……. hehehe
Komentar oleh Faistone — Oktober 20, 2007 @ 1:48 pm