Buku itu tidak menambah ilmu
“Kenapa kita sering gagal? karena kita jarang membaca”
Banyak buku yang kita baca, ternyata tidak banyak menambah ilmu. Tapi, buku-buku tersebut ‘hanya’ menguak potensi-potensi yang ada dalam diri kita, menyatukan dan mengolah ilmu-ilmu yang telah kita ketahui, membangkitkan semangat dan membuka kesadaran kita bahwa sebenarnya kita bisa.
Tidak jarang apa yang dituliskan dalam sebuah buku, pernah kita alami/lakukan, atau seolah-olah, buku itu menceritakan tentang pengalaman kita. Betul, nggak?
Buku membuka mata hati
Demikianlah buku, kalau kita merasa suntuk, kalau kita merasa tidak kreatif, kalau kita tidak bisa semangat dalam belajar, kalau kita tidak bisa bekerja atau berpikir dengan nyaman, banyak-banyaklah membaca buku.
Bukan untuk mempelajari ilmu-ilmu baru, tetapi, sekali lagi, menguak potensi dan kemampuan yang -sebenarnya- ada dalam diri kita.
Jangan terlalu banyak berharap Anda akan mendapat ilmu baru dari membaca buku. Tetapi berharaplah Anda menjadi diri Anda sendiri yang sejati, dengan potensi-potensi ‘baru’ yang bermunculan setelah membaca buku. Jadi, banyak-banyaklah membaca buku.
Membaca dengan bijak
Dari sebuah buku, terkadang kita akan memetik sebuah pelajaran, bahwa ternyata apa yang saya lakukan selama ini benar, atau malah, salah gak karu-karuan sehingga kita sering kacau.
Dan perlu diingat bahwa, tidak semua yang tertulis dalam sebuah buku pasti benar. Buku itu ditulis oleh manusia, dan idealnya, berasal dari pemikiran pribadi si penulis. Yang namanya manusia, pasti ada khilafnya. Jadi kita harus pandai-pandai memilah dan mencerna isi sebuah buku agar, sekali lagi, dapat menguak dan melejitkan potensi kita, tetapi tidak membuat kita tersesat.
Apakah sama sekali tidak ada ilmu baru?
Kalau istilah “ilmu baru”, menurut saya, tidak pernah ada ilmu baru. Semua ilmu telah diciptakan oleh Tuhan sejak dulu. Tinggal bagaimana umatnya dapat menguak dan menggali ilmu-ilmu tersebut.
Yang ada hanya pengetahuan kita tentang sebuah ilmu, yang baru saja kita pelajari di sekolah, baru saja kita diskusikan di warung kopi, atau baru saja kita baca di internet, dan lain sebagainya.
Sampai disini mungkin ada yang mempertanyakan: “bagaimana dengan buku pengetahuan tentang ilmu pasti?”, jawabannya tetap: “buku itu tidak menambah ilmu”.
Mari kita menggali dan melejitkan potensi diri melalui -salah satunya- buku.

