Sekarang ini, di era kuantum, semuanya serba tak terbatas. Mulai dari orang berpolitik yang tidak ada batasannya (sak karepe dewe), pergaulan dan gaya hidup yang tidak ada batasannya (yo sak karepe dewe pisan), sampai dengan hal kecil -tetapi sebenarnya mempunyai pengaruh besar- yaitu: buku.
Banyak penulis, banyak penerbit, banyak tema tulisan, meskipun sebagian besar mengarah ke satu tema, yaitu: MOTIVASI. Sungguh, buku-buku tersebut telah banyak menggugah dan merangsang pikiran saya. Dan seandainya semua orang suka membaca buku, wah… apa jadinya nanti.
Saya sendiri bukan termasuk kutu buku, alias, tidak begitu rajin membaca buku. Tapi saya suka sekali dengan manfaat buku, dan semoga bisa menjadi lebih sering membaca buku, bahkan kalau bisa membuat buku. Hehehe… ***kokikutikutan***
Tapi ada buku yang saya anggap lucu. Bukunya ada bermacam-macam judul, tapi temanya sama, yaitu buku yang mengajak kita agar suka membaca buku. Hmmm… sekilas memang tidak aneh, tapi bagaimana mungkin mengajak orang (yang tidak suka) menjadi suka membaca buku, melalui sebuah buku. Lha wong sudah tahu nggak suka membaca buku… kok disuruh membaca buku…
***bagaimana mungkin… membaca saja aku susah <— niru tayangan di tivi***
Tapi memang setelah membaca buku-buku semacam itu (terutama buku yang bergaya kuantum), kemungkinan besar kita akan termotivasi untuk lebih suka membaca buku.
OK, lah… kalau memang kita telah berhasil termotivasi dari buku-buku tersebut. Tetapi pertanyaannya:
bagaimana caranya saya dapat mengajak teman saya yang tidak suka membaca buku, agar mau (paling tidak) membaca buku “motivasi membaca buku” tersebut?
Seandainya banyak orang suka membaca buku dan mereka dapat memahami (dengan benar) sehingga termotivasi, harapan saya, INDONESIA AKAN MENJADI LEBIH BAIK DARI SAAT INI.
Jumlah kata ‘buku’ ada 28, dari 281 kata yang ada dalam tulisan ini.
Sedangkan ‘membaca buku’, muncul 14 kali.