Untung saya tidak bisa internet

Rabu Wage, 1 Juni 2005 @ 12:45 pm

Pagi-pagi Fulan datang ke sebuah perusahaan untuk melamar kerja. Sebenarnya, Fulan tidak terlalu berharap banyak dengan pekerjaan yang dilamarnya. Yahh… paling tidak, bisa untuk menyambung hidup.
Fulan hanya ingin mendaftar jadi tukang ngepel alias Office Boy. Sungguh sederhana cita-cita Fulan. Eh, ternyata tidak semudah itu, Fulan gagal pada tes wawancara.
“Anda bisa mengoperasikan komputer? Anda bisa internet? Anda bisa mengirim email?… bla… bla… bla…”, Fulan yang sama sekali tidak pernah menyentuh komputer, tentu saja dan dengan jujur menjawab “TIDAK”, untuk semua pertanyaan diatas. “Maaf mas, Anda tidak bisa diterima kerja disini”.

“Wah… masa ingin jadi OB saja harus bisa mengoperasikan internet”, gerutu Fulan tiada henti. Fulan cukup marah, sampai pada malam harinya, Fulan melampiaskan kemarahannya. Muncul niat jahat untuk merusak kantor tersebut. Fulan membeli sekeranjang tomat dengan merogoh koceknya sampai tidak tersisa sepeser pun.
Lalu dilemparinya kantor tersebut dengan tomat-tomat yang dibelinya. Sampai benar-benar kotor dan sangat kacau.

Setelah kelelahan dan kehabisan ‘peluru’, Fulan duduk dan memandangi hasil kerjanya. Fulan merenung, dan ternyata, bukan kepuasan yang dia peroleh setelah bertempur melawan tembok.

“Kenapa saya harus menghabiskan uang saya untuk hal semacam ini? saya tidak mendapat apa-apa… tapi kantor itu jadi berantakan.”
Fulan mendapatkan ide… “Hmm… kenapa tidak saya lempar saja tomat-tomat ini ke toko-toko?”

Esok harinya dengan berbekal uang pinjaman, Fulan memulai bisnisnya. Dengan kerja kerasnya, Fulan dapat membangun toko (untuk gudang) dan terus mengembangkan pasar, bahkan sampai menjadi perusahaan ternama saat ini.

Setelah perusahaan Fulan mulai berkembang pesat, pada suatu hari, datang seorang sales, “perusahaan bapak kan sudah besar, kenapa tidak mengembangkan pasar di internet?”, ujar sales tersebut. Belum sempat Fulan menjawab, sales tersebut melanjutkan omongannya, “Dengan internet, bapak dapat memasarkan produk ini dengan murah dan mudah. Semua proses bisnis sebagian besar dapat ditangani cukup dari kantor ini saja…. bla… bla…”, dasar tukang jual obat, nggak bisa berhenti ngomong.
Sampai dengan akhir nafas sales tersebut, “Bapak tahu internet, kan? bapak bisa internet, kan?”, itu pertanyaan Sales yang terakhir.

“Untung saya tidak bisa internet”, balas Fulan. “Kalau saya bisa internet, saya akan jadi tukang ngepel, mas”.


Catatan: cerita ini berdasarkan kisah nyata yang saya peroleh dari seorang teman, yang saya ceritakan kembali ‘ala’ tulisan saya, yang sedang belajar menulis. Maaf kalau cerita tersebut tidak sesuai dengan aslinya dan saya tidak menuliskan nama pelaku atau perusahaan yang sebenarnya, karena saya sendiri tidak tahu dan teman saya tersebut juga lupa. Tapi, yang perlu diambil adalah hikmah dari kejadian ini.

Post yang berhubungan:

  • No Related Post

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

31 queries. 0,262 seconds. Didukung oleh WordPress