Orang biasa yang luar biasa

Kamis Wage, 12 Mei 2005 @ 6:57 am

Saya mempunyai seorang teman, sebut saja Fulan, yang di ‘mata’ saya dan teman-teman lainnya hanyalah orang biasa. Maksudnya, tidak ada yang hal yang menonjol dari diri Fulan jika berada di ‘komunitas’ kami, khususnya dalam skill programming ataupun pengetahuan IT-nya.
Tapi ternyata Fulan mempunyai potensi yang sama dengan kita-kita yang sudah malang melintang di dunia pemrograman. Bayangkan…. bagaimana saya bisa percaya kalau ternyata dia sekarang mengerjakan proyek di perusahaan besar (yang jelas bukan perusahaan biasa, dan aplikasi yang dibuatnya, bersama tim, cukup berpengaruh).
Setelah ngomong-ngomong cukup panjang lebar dengan si Fulan, saya bisa menyimpulkan:
Sebenarnya, kemampuan Fulan sama dengan kita. Tapi, yang menjadi kendala waktu itu (di sekolah) adalah rasa kurang percaya diri, atau minder. Fulan jadi putus semangat kalau ada teman-temannya yang terlihat hebat, bisa mengerjakan soal lebih dulu. Atau, Fulan malas mengerjakan tugas-tugas di sekolah.
Jadi, nggak PD dan malas, adalah alasan yang membuat Fulan, dan sebagian besar dari kita, sulit untuk berkembang.
Bayangkan jika seandainya Fulan sejak jaman sekolah dulu sudah menyukai, percaya diri, dan bersemangat (salah satunya) dalam membuat program, saya yakin, apa yang seharusnya dikerjakan saat ini pasti jauh lebih hebat dari sekedar membuat program untuk perusahaan besar tersebut.
Apakah Anda ingin seperti Fulan sekarang? atau Fulan yang seharusnya, yang sejak jaman sekolah selalu giat, semangat belajar, dan pantang malas?

Post yang berhubungan:

  • No Related Post

Tidak ada Komentar »

  1. mbetul sekali tuh … everything is possible .. selama kita mau dan yang Atas berkenan.
    .: knowledge is free :.

    Komentar oleh freak — Mei 15, 2005 @ 3:50 pm

  2. aneh… kata anda :
    “Bayangkan…. bagaimana saya bisa percaya kalau ternyata dia sekarang mengerjakan proyek di perusahaan besar (yang jelas bukan perusahaan biasa, dan aplikasi yang dibuatnya, bersama tim, cukup berpengaruh).”dilain statement :
    “Sebenarnya, kemampuan Fulan sama dengan kita. Tapi, yang menjadi kendala waktu itu (di sekolah) adalah rasa kurang percaya diri, atau minder. Fulan jadi putus semangat kalau ada teman-temannya yang terlihat hebat, bisa mengerjakan soal lebih dulu. Atau, Fulan malas mengerjakan tugas-tugas di sekolah”statement diatas saling bertolak belakang ;)

    Komentar oleh McGyver — Mei 20, 2005 @ 10:39 am

  3. thanks buat commentnya. Dan maaf kalau tulisan saya ‘mbulet’.
    saya merasa tidak ada yang bertolak belakang. Disitu saya menjelaskan Fulan yang dulu dan yang sekarang.
    Fulan punya kemampuan, tapi dulu tidak bisa mengeluarkannya, lain dengan yang sekarang.
    gimana?

    Komentar oleh MBro — Mei 20, 2005 @ 1:12 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar

33 queries. 0,259 seconds. Didukung oleh WordPress