Membuat program itu bikin pusing?

Senin Pahing, 30 Mei 2005 @ 8:18 am Label:

Banyak orang bilang kalau membuat program itu memusingkan. Padahal, yang pusing sebenarnya bukan programmernya, tapi orang yang melihat programmer itu bekerja D

Pernah saya mengalami, tetangga saya sempat mengeluh gara-gara sudah dua hari dua malam gak keluar rumah. “Di kamaaarrr terus….”, begitu katanya. Kalau begitu, siapa yang pusing?

kok pusing amat… amat aja kagak pusing.

Saran saya bagi yang sedang belajar program dan sering terserang penyakit pusing… jangan cuman dilihat tuh teman-temannya yang sedang bikin program. Sekalian ikutan bikin programnya.
Ibaratnya, merokok dapat mengganggu kesehatan orang-orang yang ada disekitarnya. Nah… daripada cuman dekat doank ama orang yang ngerokok, mending ikutan ngerokok juga. Kan, kalau dah gitu, gak jadi terganggu deh kesehatannya.

Puisi A sampai Z

Sabtu Pon, 21 Mei 2005 @ 6:51 pm

start: 3:22 11/12/2005

Andai ku jadi presiden
Birokrasi njlimet kan ku plithet
Cara-cara tidak benar, ku buat bubar
Dana taktis, ku pangkas habis

Entah apa nanti kata banyak “orang”
Frustasikah dia?
Gilakah mereka semua?
Hilangkah akal pikirnya?

Interupsi dan demonstrasi akan terjadi
Jika kepuasan pribadi yang dicari.
Karena para petinggi tak lagi berkutik
Lalu meng-kudeta!! bukan cuma kritik

Mereka kehilangan lahan basah
Negaranya bukan lagi sasaran empuk
Omset korupsi jadi berkurang
Pendapatan menurun tajam

(Q1)Kualitas moral akan ku rombak
Rotasi dan mutasi pejabat busuk
Sisihkan kerah-kerah putih
Tumpas habis tikus berdasi

(akhirnya)
Utang negara bisa lunas
Valuta asing bisa sebanding
Warga negaraku hidup bahagia
X2ekstra nyaman, tentram, damai, dan sejahtera

Yee, mimpi kali…!
Z3zz… ***tidur***


============================
1: Huruf Q jarang dipakai di bahasa Indonesia (CMIIW). Di bahasa Inggris pun, huruf Q selalu diikuti dengan huruf U, seperti Quail, Quantum, Quantity, Quark, Queen, Quit, Quick, etc. (aku tahunya dari GameHouse-nya Yahoo).
2: Huruf X tidak “biasa” ditempatkan diawal kata. Yang sering, diawali dengan huruf E, seperti eXclusive, eXcutive, eXtend, eXtra, etc. (belum cari-cari di kamus, sih…)
3: Kata yang berawalan huruf Z banyak mengadopsi dari bahasa Arab seperti: زَيتون,زِنا,زَكوٰة.

puih… hampir dua jam, buat nyelesaikan “puisi” ini. Niatnya bukan ngomongin masalah negara, tapi pengen bikin “puisi” yang setiap barisnya diawali huruf-huruf A sampai Z secara berurutan. Kalaupun terlihat mekso, at least, aku bisa bikin yang kaya’ gini ;)

============================
Senyum menawan selalu bersamamu
Hadirmu setiap hari kurindu
Idaman hatiku…
Fantasi kalbuku…
Engkaulah cahaya ditengah gelap
Riang datang menghapus senyap
Andai saja kau jadi milikku…

menulis

Kamis Legi, 19 Mei 2005 @ 10:57 am

Menulis… menulis… menulis…

aku ingin menulis. Sudah bertumpuk ide tentang tulisan. Tapi masih belum bisa kuungkapkan. Kata orang, susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Meski sejak kecil kita telah diajarkan untuk merangkai kata, ternyata masih susah juga untuk menguntai dan menyambung kata-kata tunggal menjadi kalimat, kemudian menjadi paragrap, sampai akhirnya menjadi sebuah tulisan atau artikel bahkan sampai menjadi sebuah buku.
Kalau dalam teori bahasa Indonesia, sebelum kita mengembangkan sebuah karangan, sebaiknya disusun dulu kerangkanya. Saya juga sudah mencoba membuat outline dari tulisan yang ingin tak susun, tapi, tetap saja kata tidak dapat terangkai.

///
Hanya sebuah kata. Lalu dipadu dengan kata yang lain. Bila dirangkai dengan tepat, jadilah sebuah kalimat. Kalimat disusun menjadi paragrap. Paragrap dikembangkan menjadi sebuah bab. Dari bab-bab yang disatukan, jadilah sebuah buku.
Tapi, jangankan menulis ber bab-bab, satu paragrap pun tidak dapat terbentuk. Ide-ide hanya menumpuk. Katanya sih, untuk bisa membuat sebuah tulisan,kita harus sering-sering membaca, dan juga terus menulis, walaupun satu paragrap.
Bahan untuk dituliskan sudah ada. Bumbu-bumbunya pun sudah disiapkan. Tapi, kenapa aku masih belum bisa memasak sebuah tulisan, yang sebenarnya, hanya sekedar untuk latihan menulis. Bukan untuk ngisi artikel di koran, atau dibaca teman-teman.
Ya… latihan menulis. Susah juga ternyata. Tapi bagaimanapun juga, aku harus tetap menulis. Meskipun hanya sebuah tulisan… yang seperti ini.
///

Orang biasa yang luar biasa

Kamis Wage, 12 Mei 2005 @ 6:57 am

Saya mempunyai seorang teman, sebut saja Fulan, yang di ‘mata’ saya dan teman-teman lainnya hanyalah orang biasa. Maksudnya, tidak ada yang hal yang menonjol dari diri Fulan jika berada di ‘komunitas’ kami, khususnya dalam skill programming ataupun pengetahuan IT-nya.
Tapi ternyata Fulan mempunyai potensi yang sama dengan kita-kita yang sudah malang melintang di dunia pemrograman. Bayangkan…. bagaimana saya bisa percaya kalau ternyata dia sekarang mengerjakan proyek di perusahaan besar (yang jelas bukan perusahaan biasa, dan aplikasi yang dibuatnya, bersama tim, cukup berpengaruh).
Setelah ngomong-ngomong cukup panjang lebar dengan si Fulan, saya bisa menyimpulkan:
Sebenarnya, kemampuan Fulan sama dengan kita. Tapi, yang menjadi kendala waktu itu (di sekolah) adalah rasa kurang percaya diri, atau minder. Fulan jadi putus semangat kalau ada teman-temannya yang terlihat hebat, bisa mengerjakan soal lebih dulu. Atau, Fulan malas mengerjakan tugas-tugas di sekolah.
Jadi, nggak PD dan malas, adalah alasan yang membuat Fulan, dan sebagian besar dari kita, sulit untuk berkembang.
Bayangkan jika seandainya Fulan sejak jaman sekolah dulu sudah menyukai, percaya diri, dan bersemangat (salah satunya) dalam membuat program, saya yakin, apa yang seharusnya dikerjakan saat ini pasti jauh lebih hebat dari sekedar membuat program untuk perusahaan besar tersebut.
Apakah Anda ingin seperti Fulan sekarang? atau Fulan yang seharusnya, yang sejak jaman sekolah selalu giat, semangat belajar, dan pantang malas?

Susah belajar pemrograman?

Jumat Pon, 6 Mei 2005 @ 4:12 am Label:

“Kenapa sih saya susah sekali mempelajari bahasa pemrograman?”, tanya si Fulan.
“Susahnya dimana?”, saya balik bertanya. “Ya nggak tahu… pokoknya susah!!!”, cetus Fulan.

Sebenarnya, yang membuat kesulitan untuk belajar program adalah diri kita sendiri. Kita memulai atau memandang bahasa pemrograman dengan CARA YANG SALAH!. Atau kita terpengaruh oleh orang lain yang TERSESAT dalam pemrograman.
Cobalah ubah cara pandang kita. Kalau sejak awal kita menganggap program itu adalah sesuatu yang besar, rumit, dan njlimet, maka anggaplah program itu sesuatu yang simple, mulailah dari potongan-potongan program yang kecil-kecil.
Sebaliknya, kalau kita menganggap program itu sesuatu yang sederhana, cobalah memandang program itu adalah sesuatu yang besar, masih banyak yang belum kita ketahui tentang program.
Insyaallah, dengan cara seperti ini kita akan dapat mulai belajar program dengan menyenangkan, dan tentunya, dapat memahami secara lebih jauh dan mendalam.

Freelance Jobs

17 queries. 0,355 seconds. Didukung oleh WordPress

Loading