Riset kecil-kecilan

Sabtu Pon, 1 Januari 2005 @ 8:33 am Label:

mbro20122004
Kalau kita mendengar istilah riset, mungkin dalam bayangkan kita riset adalah suatu penelitian yang besar, memerlukan dana, rumit, dan membingungkan. Namun kalau mau kita sederhanakan, riset adalah belajar, mempelajari sesuatu, atau mencari tahu tentang (kebenaran) sesuatu.
Kenapa harus kita buat rumit kalau sebenarnya itu mudah?! Saya belum tahu, apakah sesuatu yang bernama riset itu harus begitu formal, ada anggarannya, didokumentasikan dengan rapi, dan sebagainya.
So… Kenapa kita tidak segera belajar dengan istilah riset, kan lebih keren. Atau proses belajarnya yang kita kemas ala riset.

Apa saja yang diperlukan untuk riset alias belajar? kalau nggak salah sih, bahan-bahan untuk belajar itu : sesuatu, alat, sumberdaya, dan manusianya.
**Sesuatu** itu adalah kasus atau permasalahan yang akan kita pelajari, teliti, dan dicari jawabannya.
Sedangkan **Alat** adalah hal-hal yang diperlukan untuk mendukung proses belajar, seperti tempat/ruangan dan komputer.
Dan **sumberdaya** adalah tempat kita menemukan data-data dan fakta untuk mendukung proses belajar kita, seperti: internet, buku, koran, majalah, dsb.
Yang terakhir tetapi tidak kalau pentingnya adalah faktor **Manusia**. Kemauan dan keingintahuan untuk menemukan kebenaran, tetap konsisten dalam riset (belajar) sampai ditemukan kesimpulan, menilai riset sebagai kebutuhan (bukannya tugas); adalah beberapa hal yang perlu di jadikan acuan oleh periset (pembelajar). Jika tidak, sulit kita melakukan riset (belajar) dengan nyaman dan memperoleh hasil yang maksimal.

====Contoh riset kecil====

Cari kasus - kumpulkan bahan - pelajari dan diskusikan - dokumentasi dan publikasi

Tentukan dulu apa yang akan kita pelajari (cari kasus). Biasanya kita \’hanya\’ menemukan kasus dari tugas-tugas sekolah. Namun sebenarnya kita bisa memperoleh banyak kasus atau permasalahan disekitar kita. Salah satu contoh kasus, bagaimana caranya menghubungkan komputer dengan handphone agar dapat menggunakan internet melalui komputer dengan akses GPRS.
Apa saja yang diperlukan? komputer dan handphone. Perlu kabel untuk menghubungkan handphone dengan laptop? tergantung, kita lihat dulu apakah handphone-nya support bluetooth atau infrared? demikian juga komputernya. Jika ada media wireless dikedua device tersebut, maka kita tidak perlu repot-repot cari kabel. Dan kalau ada, siapin juga manual booknya. (kumpulkan bahan)
eit… tunggu dulu, sudahkah diperiksa apakah handphonenya support GPRS? hehehe… sudah terlanjut nyiapin macem-macem ternyata si henpon gak support GPRS, yah.. mesti gak bisa dunk (lalu simpulkan). OK, sekarang henponnya sudah support GPRS.
Trus ngapain lagi? jika bingung apa langkah selanjutnya yang harus dikerjakan, JANGAN BERHENTI (diskusikan). Masih banyak janda-janda… eit, banyak jalan menuju Roma. Kamu bisa nanya ke teman, atau yang biasanya mujarab, tanya ke paman Google.com.
Kalau sudah bisa, jangan lupa catat proses ini ke buku harianmu, atau kalau yang suka online biasanya punya blog. Kenapa? kita nggak perlu menghafal semua langkah-langkahnya, tapi juga jangan sampai lupa.
Kalau perlu hasil penelitian ini kamu kirim ke majalah komputer atau posting di internet, dan sebagainya. Meskipun hanya sekedar cara koneksi ke internet dengan henpon, tapi masalah-masalah seperti ini banyak terjadi dan banyak orang yang memerlukan jawabannya. Kalau kita sudah terbiasa dengan riset-riset seperti ini, siapa tau aja kita jadi langganan untuk dimintai hasil risetnya. Yah… sukur-sukur kalau dapet duit. Tapi paling tidak, dapat membantu orang banyak, mungkin bisa jadi kepuasan tersendiri.

XML

Sabtu Pon, 1 Januari 2005 @ 8:24 am Label:

Dalam waktu singkat, XML menjadi bahasa markup yang cukup populer. Meskipun XML hanya sekedar berisi data (tidak ada program didalamnya) banyak tools developer dan DBMS menggunakan XML, seperti: Java, Delphi, DotNET, Oracle, SQL Server, dan pemrograman web.

Apa itu XML?
XML (eXtended Markup Language) adalah bahasa markup yang digunakan untuk menyimpan data (tidak ada program) dan tidak tergantung dengan tools tertentu (seperti editor, dbms, compiler, dsb). Lalu digunakan untuk apa dokumen XML ini?
Dokumen XML dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti:
- sebagai penyimpan data (database) yang mudah dibaca oleh user karena disimpan dalam bentuk teks.
standard transfer data, dapat digunakan untuk pengiriman data transaksi antar perusahaan, atau mentransfer data dari DBMS yang berbeda (mis: Oracle ke SQL Server).
sebagai acuan membuat bahasa baru, seperti WML (Wireless Markup Language) yang digunakan pada mobile device dengan protokol WAP, atau VoiceXML yang digunakan sebagai bahasa markup untuk pengenalan suara, dialog, aplikasi interaksi respon suara maupun DTMF (seperti aplikasi pengisian pulsa atau call center), dan sebagainya.
sebagai file konfigurasi, di Java dokumen-dokumen XML sering kita jumpai seperti file server.xml dan web.xml yang digunakan Tomcat, atau perintah-perintah query yang disimpan dalam file XML yang dipakai pada framework iBatis atau Hibernate.

Sejauh mana perkembangannya?
XML menjadi dasar dari beberapa bahasa markup yang telah sedang berkembang sampai saat ini, seperti: XHTML (perbaikan dari HTML), VoiceXML (bahasa untuk aplikasi suara, telepon), XForms (form pada web yang dapat digunakan pada berbagai macam jenis browser, seperti: desktop, PDA , handphone, kertas), XPath, XPointer, XSL dan XSLT (transformasi dan presentasi XML).
Referensi:
http://www.w3.org/XML
http://www.w3schools.com/xml/

Security website dengan REALM

Sabtu Pon, 1 Januari 2005 @ 8:21 am Label:

REALM adalah fitur yang ada di tomcat, dan juga webserver apache. Dengan menggunakan REALM, dalam membangun aplikasi internet, kita tidak perlu membuat fungsi atau prosedur khusus. Dengan fasilitas ini, penanganan otorisasi user dihandle oleh web server. Jadi kita tidak perlu menambahkan fungsi-fungsi khusus untuk melakukan autentifikasi user disetiap aplikasi kita.
Di Tomcat, untuk mengkonfigurasi realm dilakukan setting pada file CATALINA_HOME/conf/server.xml serta menambahkan elemen pada WEB-INF/web.xml.
Di Apache (tanpa tomcat) ada beberapa cara. Namun karena tidak setiap user berhak mengubah konfigurasi (seperti contoh setting realm di tomcat), proses yang paling sederhana adalah:
1) buat file dengan nama .htacess yang disimpan pada direktori yang akan diprotek, isinya:
AuthType Basic\nAuthName \"test auth\"
AuthUserFile /home/amru/public_html/javanis/password.txt
Require user amru

2) Buat file password.txt dengan format password untuk sistem unix/linux, contoh:
amru:amLKF16YXRkIo:12000:0:99999:7:::

Referensi:
http://www.tldp.org/LDP/lame/LAME/linux-admin-made-easy/shadow-file-formats.html
http://httpd.apache.org/docs-2.1/howto/auth.html
http://www.zend.com/manual/features.http-auth.php

Bodoh dan Pintar

Sabtu Pon, 1 Januari 2005 @ 8:20 am Label:

Bodoh atau pintar sebenarnya bukan suatu ukuran (merujuk ke teori MultipleIntelligence; !!cerdas visual, cerdas logika, cerdas spasial, cerdas fisik, cerdas natural, cerdas intrapersonal, cerdas interpersonal!!). Dua istilah ini (bodoh dan pintar) yang selalu ditanamkan kepada anak didik kita sejak dini. Hanya dengan acuan nilai pelajaran, bila mendapat nilai bagus, maka mereka disebut pintar, dan bila mendapat nilai jelek, sebaliknya, disebut bodoh. Tidak ada acuan ukuran lagi untuk menilai seseorang. Itu dulu…………………

Bukannya salah bila si jago kelas hanya mampu berjalan kaki, karena dia hanya orang ‘pintar’. Dia hanya bisa mempelajari teori-teori pelajaran atau matakuliah, menjelang ujian, dengan semangat 45 habis-habisan menghafalkan pelajaran yang akan diujikan. Tidak lebih dari itu… dia hanya memikirkan bagaimana mendapatkan IP 4.0 dengan mengabaikan kegiatan-kegiatan diluar perkuliahan yang dianggapnya tidak akan membantu menjadikan orang pintar.
Sudah saatnya kita menghapus predikat bodoh dan pintar. Masing-masing orang dianugerahi kecerdasan oleh sang Pencipta Alam. Percayalah pada kemampuan kita masing-masing, jangan sampai minder atau putus asa bila disebut bodoh atau pintar.

Sabtu Pon, 1 Januari 2005 @ 8:18 am Label:

Dari sebuah diskusi:

Orang-orang bodoh menjadi boss-nya orang-orang pintar.
orang yang dulunya dianggap bodoh datang ke acara reuni dengan naik mobil, sedangkan si jago kelas hanya berjalan kaki.

Profesi guru, dosen, atau profesi sejenisnya bila dijadikan mata pencaharian adalah pilihan yang salah!. Bila kita berorientasi materi, tentu profesi tersebut boleh dibilang tidak ‘menguntungkan‘.
Namun bila kita melihat dari sisi lain, berbagi ilmu atau mengajar (baik formal maupun non-formal) adalah suatu tuntutan, agar ilmu yang kita miliki menjadi ilmu yang bermanfaat.

Saya jadi teringat cerita seorang teman bahwa ada seorang profesor di Jepang yang membuat chip untuk embedded system yang banyak digunakan di produk-produk elektronik. Si profesor sama sekali tidak menarik royalti atas hasil karyanya (katanya, bila dia mau menarik 1 dollar dari setiap produk yang menggunakan ‘buatannya‘ tersebut, entah berapa juta rupe yang bisa diraupnya). Bandingkan dengan Bill Gates yang terus mengeruk keuntungan dari ‘produknya‘.
Sama-sama orang sukses, namun mereka mempunyai pemikiran yang berbeda. Orang yang pertama adalah jenis orang yang memperoleh kepuasan hidup (aktualisasi diri -mencuplik dari teori Maslow- yang ditempatkan pada level puncak) bila dia, atau hasil karyanya, dapat bermanfaat bagi kepentingan umat, materi bukanlah hal utama. Sedangkan yang lainnya, mempunyai kepuasan hidup bila telah diakui keberadaannya dan tentu saja ((Uang uang)) atau materi-materi yang dapat diperolehnya.
Percaya gak percaya, bagaimana Anda menyikapinya.
Apa tujuan hidup kita, dari mana kita memulainya, dan sarana apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan, itulah pertanyaannya. Sekali lagi, apakah tujuan hidup kita memang itu? atau mungkin itu hanyalah sarana untuk mencapai tujuan hidup?
Apakah tujuan utama kita hidup di dunia ini untuk membangun rumah mewah, memiliki pesawat terbang pribadi, atau mempunyai banyak istri?
Enaknya bila muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. )
(mbro10042004)

18 queries. 0,278 seconds. Didukung oleh WordPress